Twins'

Twins'
34



Terlihat semua orang tengah memberikan selamat pada Bagas dan Aurel. Walaupun hanya keluarga yang hadir tapi tetap saja pernikahan itu terlihat sangat ramai.


" Weyyy Broo selamat yaa. Asyik bobonya udah ada yang nemenin nih. Kado dari gue ni terima ye, buka nanti malem " ucap Farhan pada Bagas seraya memberikan sesuatu berbentuk persegi.


" Bobroknya ga ilang-ilang dari orok " ucap Aurel.


" Heyy emang kamu tau oroknya aku begimana? Aku orok aja dirimu belom lahir di dunia ini " ucap Farhan.


" Tentu saja tau, Uncle Riko selalu cerita gimana susahnya ngurus kakak " ucap Aurel.


" Haihhh " dengus Farhan.


" Udah-udah kenapa jadi berisik gini sih. Oiya mana katanya mau ngajak pacar lo " ucap Bagas pada Farhan.


" Kak Farhan punya pacar? Iyakah? Aku jadi penasaran perempuan mana yang bernasib buruk karena menjadi kekasih kakak " ledek Aurel.


" Ngena ati banget tu omongan mu dek. Gini-gini juga kakak bukan fakeboy yang suka icip-icip ke sana kemari ya " ucap Farhan.


" Iyakah? Aku dengar kakak ganti pasangan seminggu sekali " ucap Aurel.


" Heyy sotau kamu. Fitnah itu namanya. Mana ada begitu, walaupun kakak sering sama cewek tapi kakak gapernah jadiin mereka pacar. Lagian merekanya yang mau kencan sama kakak " ucap Farhan dengan bangga.


" Ya tentu mau lah wong kakak keturunan bangsawan. Bahkan identitas kakak ga di sembunyiin. Gimana cewek mau nolak sama anak sultan begitu. Ya walaupun wajahnya tidak tampan tapi tetap saja dompetmu tebal membuat mata semua wanita berbinar " ucap Aurel.


" Dek yaampun pedes banget itu mulut. Ga kebayang gimana Bagas bakal ngadepin sikap kamu " ucap Farhan.


Saat Aurel sudah siap untuk menjawab ocehan Farhan namun dia kalah cepat oleh serangan Bagas yang tiba-tiba mengecup singkat bibirnya.


" Jangan banyak bicara, ini hari bahagia kita " ucap Bagas.


" Seharusnya kamu mempersiapkan diri untuk malam ini " bisiknya.


Aurel mengerucutkan bibirnya dan menatap Bagas dengan kesal dan Bagas hanya tersenyum dengan mengusap pipi Aurel.


Melihat kemesraan pengantin baru di hadapannya membuat Farhan mendengus dan berlalu meninggalkan mereka begitu saja.


" Baru beberapa menit sah udah bikin hati gue panas gini. Ya Tuhan bisa gila gue kalo di depan mereka terus " gumam Farhan yang sedang berjalan dengan menggelengkan kepalanya.


Setelah kepergian Farhan terlihat Neli dan Rere yang berjalan beriringan menghampiri Aurel dan Bagas.


" Aurelll! " teriak keduanya lalu memeluk Aurel bersamaan.


" Selamat ya, udah jadi manten aja nih " ucap Neli.


" Iya, ganyangka banget kamu bakal nikah sama kakak angkatmu sendiri " ucap Rere dengan tawanya.


" Jadi kapan kalian akan menyusul? " ucap Aurel setelah melepaskan pelukannya.


" Jangan tanya itu padaku. Kau tau sendiri bukan kalau aku ini seorang jomblo abadi " cebik Rere.


" Siapa tau ada yang tiba-tiba datang kerumahmu dan menyampaikan niat baiknya untuk meminang " ucap Aurel.


" Semoga saja hahah.. Oiya ku dengar Neli sudah memiliki kekasih, siapa itu? " tanya Rere pada Neli.


Neli sedikit gugup karena Rere mengetahui jika dia sudah mempunyai kekasih.


" Oh benarkah? Mengapa kau tidak pernah cerita padaku? " ucap Aurel.


" Emhh.. Aku belum lama bersamanya, nanti juga kalian mengetahuinya " ucap Neli dengan malu-malu.


" Baiklah, kami percaya jika pria itu pasti orang yang baik karena aku tau kau tidak akan sembarangan dekat dengan orang lain " ucap Aurel.


" Dia sangat baik. Bahkan kau akan kagum padanya " ucap Neli.


" Apa? Mana ada seperti itu. Aku hanya mengagumi suamiku " ucap Aurel dengan melirik Bagas yang sedang berfokus pada ponselnya.


" Baiklah kau memang sudah terkena virus kebucinan saat ini. Aku pulang duluan ya, ada yang ingin ku kerjakan setelah ini " ucap Neli.


" Yahh kok sebentar sih Nel. Kamu tidak ingin menemani sahabatmu ini sampai malam? " ucap Aurel.


" Heyy jika dia menemanimu bagaimana nasib kak Tian. Dia pasti sudah menunggu malam indah bersamamu ini. Bukan begitu kak? " ucap Rere.


Bagas hanya tersenyum menanggapi ucapan Rere.


Setidaknya ada peningkatan, baru kali ini aku liat kakak tersenyum seperti itu padaku, batin Rere.


" Sudahlah, aku pun mau pulang. Yuk Nel " ucap Rere dengan menggandeng tangan Neli.


" Duduklah, apa kamu tidak lelah berdiri seperti itu? " ucap Bagas yang melihat Aurel masih berdiri.


Aurel tersenyum dan langsung duduk di samping Bagas.


________


________


Malam harinya terlihat semua keluarga tengah berkumpul di ruang keluarga setelah selesai menghabiskan makan malamnya.


" Emm Mom Dad " ucap Aydan.


" Ya? " jawab Raka dan Zahra.


" Ada yang ingin Ay bicarakan " ucapnya.


" Biar kutebak. Pasti Kak Ay akan membicarakan seorang wanita " ucap Amel yang masih fokus pada layar ponselnya.


" Sotau kamu dek " ucap Raka.


" Lihat saja " ketus Amel.


" Apa yang ingin kau bicarakan Kak? " tanya Zahra.


" Aku ingin mengenalkan kalian pada wanitaku. Sebenarnya kalian sudah mengenalinya, tapi aku ingin meminta restu " ucap Aydan.


" Sudah kuduga " gumam Amel.


" Kak Ay mau menikah? " ucap Aurel dengan antusias.


" Bawalah " ucap Raka dengan serius.


Aydan melirik Aurel dengan tatapan sulit untuk diartikan.


" Mengapa kakak menatapku seperti itu? " ucap Aurel dengan mengernyitkan dahinya.


" Tidak ada " ucap Aydan.


" Dia sahabatmu " sambungnya.


Aurel terkejut saat mendengar ucapan Aydan yang kedua itu. Sahabatnya? Siapa? Neli kah? Atau Rere?.


" Neli " ucap Aydan yang melihat kebingungan di wajah Aurel.


" Ohhh benarkah??? " ucap Aurel dengan antusiasnya.


" Pantas saja dia berkata bahwa aku akan mengagumi kekasihnya. Ternyata kau orangnya kak " guman Aurel dengan tertawa kecil.


" Apa yang kau katakan? " ucap Bagas yang tidak mendengar dengan jelas apa yang Aurel ucapkan.


" Ah tidak " ucap Aurel.


" Daddy tidak ingin kau terlalu lama berpacaran. Daddy khawatir jika kau akan melewatkan batasanmu, biar bagaimanapun kau juga pria normal bukan? " ucap Raka.


" Ay sudah mengajaknya untuk menikah namun dia selalu menjawab jika dia belum siap " ucap Aydan dengan lesu.


Syukurlah, setidaknya aku sudah tenang jika kau akan menjadi milik Aydan. Kau wanita baik dan Aydan pun pria baik, semoga kalian memang berjodoh, batin Farhan.


Flashback On..


2 tahun lalu setelah mengantar Aydan pulang keapartement nya dengan kondisi mabuk, Farhan kembali lagi kedalam club tempat Neli bekerja.


Setelah memikirkan berulang kali tentang perasaannya pada Neli akhirnya dia tau jika dia sangat mencintai wanita itu. Bisa di bilang cinta pada pandangan yang pertama.


" Neli " ucap Farhan saat melihat Neli akan keluar dari club.


" Farhan? ada apa? " ucap Neli.


___________


Hay hay hayy.. Terimakasih yang sudah setia membaca novelku♥️


Don't forget Vote nya ya😂


Nanti malam di usahain up lagi:')