
" Kau!!!! " ucap Zahra sambil membelalakkan matanya saat melihat siapa yang menyapa suaminya itu.
Raka yang sidah hafal dengan suara itu hanya menggenggam tangan Zahra dengan erat di bawah meja seolah menenangkannya.
" Mau apa kau kesini? " ketus Zahra.
" Oh hai Nona " Tanpa disuruh wanita itu duduk di kursi yang berada tepat di samping Raka " Raka apa kau tidak merindukanku? " ucapnya dengan nada menggoda.
" Saya sudah tidak ada urusan dengan anda nona !! " ucap Raka dengan nada dinginnya.
" Sungguh kau tidak merindukanku? Kau sudah melupakanku? Bahkan setelah 20 tahun ini aku selalu memikirkanmu " ucapnya, lalu wanita itu langsung menggandeng tangan Raka. Raka dan Zahra membelalakkan matanya saat wanita itu menyentuh tangan Raka, dengan sedikit kasar Raka melepaskan tangan wanita di sampingnya.
" Jangan pernah menyentuh suami saya nona!!! Kau wanita berpendidikkan bukan? seharusnya kau menerapkan atitude mu di manapun dan kapanpun!! " ketus Zahra.
" Ohhh jadi kau istrinya mantanku? " ucap wanita itu. Ya wanita itu adalah Seli, mantan Raka yang meninggalkan Raka demi laki-laki yang lebih dari dirinya dulu. " Cih seleramu sangat turun Raka " gumamnya dengan nada meremehkan yang di dengar oleh Zahra.
" Justru seharusnya saya yang bilang seperti itu nona!!. Seharusnya saya bilang pada suami saya jika dia mempunyai selera yang benar-benar rendah di masa lalu. Dan beruntungnya dia bertemu denganku, wanita yang sangat dia CINTAI!! " ucap Zahra dengan penuh penekanan.
" Heiii nona, bahkan umurmu jauh lebih muda dariku! "
ucap Seli.
" Yap kau betul nona, saya masih muda dan kau sudah sangat tua bukan? " jawab Zahra dengan senyum remehnya.
Seli mulai kesal dengan jawaban-jawaban dari Zahra, dia lebih memilih bertanya pada Raka. " Raka, kau pasti terpaksa kan menikah dengannya? bukannya kau bilang kau sangat mencintaiku dan ingin menikah denganku? " ucap Seli pada Raka.
" Heiii nona! Anda salah, justru kami menikah atas dasar cinta dan buktinya kita sudah mempunyai 2 ekor maksudku anak dan sekarang saya sedang mengandung lagi nih lihat ini ( Zahra menunjukkan perut buncitnya itu pada Seli ). Dan mungkin suami saya dulu khilaf telah mencintai orang-orangan sawah seperti anda " ucap Zahra yang membuat Raka menahan tawanya.
" Kau lebih muda dariku seharusnya kau menghormatiku!! " geram Seli.
" Memang seharusnya seperti itu nona. Tapi saya akan menghormati seseorang jika orang itu juga layak untuk saya hormati " ucap Zahra sambil bangkit dari kursi " Mas kita pulang sekarang " ucapnya pada Raka.
Raka langsung bangkit dari kursinya, dan saat di pintu keluar dia membuka jas nya dan membuangnya ke tempat sampah di restoran itu. Karena ia merasa jijik pada barang yang di sentuh wanita lain selain keluarga dan orang kepercayaannya.
" Cih. Sombong sekali kau Raka!! Lihat saja aku pasti akan mendapatkanmu lagi " ucap Seli dengan nada sinisnya.
°°°°°
Sedangkan di negeri sebrang terlihat Aydan, Aurel dan Vyan sedang menikmati pemandangan sore hari di pinggir pantai. Mereka terlihat seperti keluarga yang harmonis, Aydan yang sangat tampan, Aurel yang sangat cantik dan Vyan yang tak kalah tampan dari Aydan.
" Kak Ay? " ucap Vyan. Karena memang Vyan memanggil Aydan dengan sebutan yang sama dengan bundanya.
Aydan menoleh ke arah Vyan yang berada tepat di sisinya atau lebih tepatnya Vyan berada di tengah-tengah Aydan dan Aurel
" Kenapa sayang? " ucap Aydan.
" Vyan mau jujur sama kak Ay " ucap Vyan dengan ragu-ragu.
" Kamu bohong pada kakak? " tanya Aydan dengan tatapan penuh selidik.
Vyan menggeleng dengan cepat " Tidak kak " ucapnya.
" Lalu? " ucap Aydan.
" Maafkan aku kak " ucap Vyan sambil menundukkan kepalanya " Sebenarnya yang meretas data rahasia perusahaan kakak itu Vyan " sambungnya yang makin menundukkan lebih dalam lagi kepalanya.
Aydan dan Aurel terbelalak mendengar itu semua, tidak marah hanya saja dia merasa bingung bagaimana bisa anak sekecilnya berhasil meretas sebuah perusahaan yang penjagaannya sangat ketat bahkan dia tidak sama sekali meninggalkan jejaknya selama 2hari ini.
" Serius? " ucap Aurel.
" Ya bunda maafkan Vyan " lirihnya " Tapi Vyan sudah mengembalikannya lagi bun, bunda bisa cek sekarang karena Vyan baru tau cara balikin data itu " sambung Vyan sambil menatap Aurel.
Dan benar saja tak lama ponsel Aydan berdering dan menampilkan nama Heri asisten yang di berikan daddy nya saat Aydan di percaya memegang kendali 1 perusahaan yang masih berada di bawah
Panggilan telefon
Aydan : Ada apa?
Heri. : Tuan hari ini data perusahaan kembali lagi secara tiba-tiba dan membuat keadaan perusahaan semakin membaik.
Aydan : Ternyata dia benar, gumam Aydan
Heri : Dia siapa Tuan?
Aydan memutuskan sambungan telfonnya, dia menatap Vyan yang masih menundukkan kepalanya karena takut jika Aydan akan marah.
" Seorang laki-laki hebat tidak pernah menundukkan kepalanya saat mengatakan sebuah kebenaran " ucap Aydan.
Hal itu membuat Vyan menatap Aydan dengan sangat ragu.
" Bagaimana bisa kamu melakukan ini semua Vyan? " tanya Aydan.
" Vyan gatau kak, itu langsung terlintas di pikiran Vyan begitu saja " jawab Vyan.
Aydan mengelus kepala Vyan sambil tersenyum " Kau memang istimewa sayang, tetaplah gunakan keahlianmu untuk hal yang berguna " nasehat Aydan.
" Baik kak " jawabnya.
Setelah hari sudah mulai larut mereka memutuskan untuk kembali ke apartementnya karena besok mereka akan terbang ke Indonesia dan tentunya tanpa sepengetahuan keluarganya . Aydan dan Aurel akan mengenalkan Vyan pada keluarganya, memang sampai saat ini keluarganya tidak mengetahui tentang Vyan karena Aydan melarang siapapun memberitahunya.
Pagi hari terlihat 3 orang itu sedang berkemas untuk pergi ke Indonesia. Setelah selesai berkemas mereka langsung menuju bandara untuk terbang menggunakan jet pribadi milik keluarganya.
" Bunda kenapa kita tidak mengantri seperti mereka? " tanya Vyan pada Aurel.
" Ga usah sayang, kita kan pakai jet pribadi " jawab Aurel.
" Milik bunda? " ucap Vyan.
Aurel menggelengkan kepalanya " Bukan, ini adalah milik keluarga bunda "
" Apa keluarga bunda begitu kaya sampai punya pesawat sendiri? " tanya Vyan dengan polosnya.
" Tidak Vyan. Udah ga usah di pikirin, sekarang mari kita berangkat " ucap Aurel yang melihat jet pribadinya sudah terparkir di lapangan bandara.
Setelah beberapa jam menempuh perjalanan akhirnya mereka sampai di Indonesia pukul 5 sore. Mereka langsung menuju mansion mewah milik Raka menggunakan taxi online.
Para pengawal sangat terkejut melihat Aydan dan Aurel pulang karena pasalnya mereka tidak mendapat informasi apapun tentang kepulangan Aydan dan Aurel.
Aydan dan Aurel memasuki mansionnya dan tidak melihat sang mommy dan daddy nya di dalam mansion.
" Bi mom and dad dimana? " tanya Aurel pada salah satu ART di mansion itu.
" Tuan dan Nyonya sedang pergi ke luar nona muda mungkin sebentar lagi kembali " jawabnya sambil menundukkan kepalanya.
" Oh baiklah, kami akan ke kamar bi jika mom and dad pulang bibi jangan kasih tau kita ada disini ya " ucap Aurel.
" Baik nona muda " jawabnya.
Aurel langsung masuk ke kamarnya dengan diikuti oleh Vyan yang masih dengan ekspresi terkejutnya.
Saat sampai kamar Vyan melihat-lihat isi kamar Aurel yang menurutnya sangat besar bahkan 3kali lebih besar dari kamar yang dulu ia tempati.
" Kamu kenapa sayang? " ucap Aurel membuyarkan lamunan Vyan.
" Ah tidak bun, rumah bunda besar banget kamarnya juga sangat besar " ucap Vyan yang langsung membantu Aurel membereskan beberapa barang yang mereka bawa.
Aurel tersenyum melihat dan mendengar itu semua " Apa kamu mau memiliki rumah sebesar ini sayang? " ucap Aurel.
Vyan mengangguk " Sangat bunda, aku ingin mempunyainya agar nanti kita bisa tinggal bersama sekeluarga " jawabnya.
" Kalau kamu mau punya rumah sebesar ini, kamu harus berjuang untuk mendapatkannya " ucap Aurel.
" Caranya? " tanya Vyan.
" Sekolah " jawab Aurel " Kamu harus sekolah sayang, supaya nanti kamu bisa mendapatkan ini semua " sambungnya.
Vyan menundukkan kepalanya karena ia takut jika ia keluar tanpa ditemani Aurel nanti ia akan bertemu dengan keluarganya " Tapi Vyan takut bun " lirihnya.
Aurel meraih tangan Vyan dan memeluknya " Kamu tidak usah takut sayang, walaupun kamu sekolah bunda akan selalu memantaumu. Kamu bisa di antar oleh pengawal bunda. Dan bunda jamin keselamatan kamu " ucapnya.
" Bun, Vyan cuma gamau ketemu mereka. Vyan takut kalau mereka bakal bawa Vyan ke rumah itu lagi. Vyan takut bun hikss... " ucap Vyan.
" Yaudah kamu pikir-pikir dulu sayang. Sekarang lebih baik kamu mandi dan setelah itu kita pergi makan ya " ucap Aurel.
" Baik bunda " Vyan melangkahkan kak