To Be A Continue

To Be A Continue
Calvin Pradipta E



Walau masih terasa canggung. Rika dan Gita tetap masuk dan mendekati Chika dan Alvaro. Mereka memberikan bingkisan untuk ketiga anak Chika.


"Bunda, bunda" panggil Angela.


"Kenapa sayang?" jawab Chika.


"Angel sini sama aunty" kata Rika. Angel menghampirinya dan duduk di pangkuan Rika.


"Bunda, kenapa sih dari tadi banyak yang ngasih kado tapi gak ada yang buat Angel?" Angela memanyunkan bibirnya.


"Hahahaha" tawa Gita, Rika dan Alvaro serempak.


"Ayah kok menertawakan Angel sih? ayah jahat!" Angela membuang pandangannya.


"Kamu ih, jadi ngambek tuh anak kita"


"Tenang, aunty Gita sama aunty Rika juga bawa kado kok untuk Angel" Mereka memberikan sebuah hadiah kecil untuk Angela.


"Terima kasih aunty baik. Gak kayak ayah. Huh" lirikan mautnya ke arah Alvaro membuat Alvaro kembali tertawa.


"Iya, nanti kita ke mall ya. Beli apapun yang Angel mau" Angel langsung menatap Alvaro.


"Sungguh?" Angela dengan penuh semangat.


"Tapi bohong. Hahaha" Alvaro tertawa sedangkan Angela kembali memanyunkan bibirnya.


"Peluk ayah dulu dong" kata Alvaro. Angela menatap Alvaro dan memeluk sang ayah.


Rika dan Gita yang melihat pemandangan itu masih belum terbiasa. Ketika Sedang asiknya berbicara lagi-lagi mereka di kejutkan oleh teriakan dari Papa Heru.


"Ah, Papa sama Mama berhasil menemukan nama untuk kembar nomor dua" kata Papa Heru.


"Ayo Pa, langsung sebutkan saja" Mama Maya menyenggol Papa Heru.


"Namanya Calvin Pradipta yang artinya cahaya yang bersinar" kata Papa Heru.


"Tunggu!" ucap Ayah Ebrahim.


"Wah bagus banget tuh om namanya" puji Rika.


Kini tinggal di kembar nomor tiga yang belum memiliki nama. Kedua orang tua mereka menyerahkannya ke orang tua si kembar yaitu Chika dan Alvaro.


Tidak hanya Chika dan Alvaro. Rika dan Gita ikut mencari nama yang pas untuk mereka. Tanpa terasa sudah waktunya makan malam. Alvaro turun mencari makan untuk makan bersama.


Angela sudah mulai tertidur di kamar yang berada di ruangan Chika. Ruangan Chika memiliki satu kamar tidur untuk yang menjaga pasien.


Rika dan Gita masih senang menggendong bayi Chika secara bergantian. Chika dengan senang hati mengizinkan sahabatnya menggendong bayinya.


Chika sudah di sibukkan memompa ASI untuk ketiga bayi kembarnya. Agar mereka mendapatkan ASI secara bersamaan.


Sedangkan kedua orang tua mereka sedang memakan buah-buahan untuk mengganjal perut lapar mereka.


Setelah satu jam, Alvaro datang dengan membawa makanan. Alvaro membelikan semua Ayam Bakar Pak Tono yang sangat terkenal. Padahal ia bisa saja meminta Rino untuk membawakan menu makanan di Sharan Resto.


Mereka mulai makan bersama. Begitu juga dengan Chika yang makan berdua dengan Alvaro. Baru saja Chika membuka mulutnya. Namun Baby Z menangis.


Mungkin Baby Z sedih karena mereka belum mendapatkan nama untuknya. Tapi harus terhenti untuk makan sejenak. Setelah menggendong Baby Z dan memberikannya ASI. Ia kembali tertidur pulas seperti kedua saudara kembarnya.


"Kapan kamu bisa pulang Chik?" tanya Gita.


"Gak tau aku juga. Paling nunggu instruksi dari dokter aja" jawab Chika sambil membuka mulutnya.


"Chik, kamu gak bisa makan sendiri emangnya?" tanya Rika.


"Ngiri aja kamu Ri" canda Gita.


"Loh, gak usah ngiri toh. Tinggal nikah aja mudah toh?" kata Tuan Ebrahim.


"Masalahnya dia belum ada calon Yah" jawab Alvaro.


"Ya, barangkali Tuan Ebrahim ada anak yang belum menikah gitu?" Canda Rika.