
Alvaro menghentikan rapatnya dan mempersilahkan karyawannya untuk keluar dari ruangannya. Lalu, Alvaro ikut keluar untuk menemui seseorang yang telah menunggunya di luar.
Terlihat seorang wanita yang ia kenal mengenakan dress biru dan membiarkan rambutnya terurai.
"Fara" panggil Alvaro.
"Sayang!" membalas panggilan Alvaro. Alvaro melirik ke segala arah.
"Aku kangen sama kamu" Fara memeluk Alvaro tiba-tiba.
Fara adalah mantan Alvaro. Fara juga yang membuat Alvaro berpaling dari Chika. Fara memutuskan Alvaro saat itu dengan alasan Alvaro hanya lelaki miskin yang tidak memiliki apapun. Memang saat itu ayah Alvaro belum memberikan perusahaannya ke Alvaro dan Alvaro tidak pernah menceritakan tentang keluarganya. Alvaro memang orang yang tertutup. Begitupun saat bersama Chika.
"Lepaskan! apa mau kamu?" tanya Alvaro sambil melepaskan pelukan Fara.
"Kamu kemana saja? aku sangat merindukanmu" jawab Fara.
"Kemanapun aku, itu tidak penting" Alvaro merasa kesal melihat Fara.
"Kalau gak ada yang penting, kamu bisa pergi sekarang" pinta Alvaro.
"Alva, aku rela jauh-jauh kesini untuk ketemu kamu. Tapi, kamu malah mengusirku" Fara kembali memeluk Alvaro.
"Temani aku makan. Aku sudah memesan makanan untuk kita" kata Fara.
"Aku sibuk, kamu bisa makan sendiri disini" Alvaro melepaskan pelukan Fara.
"Varo!" sapa seseorang di belakang Alvaro.
Alvaro sangat mengenali suara orang yang memanggilnya. Alvaro segera membalikan badannya. Namun sayangnya ia langsung pergi.
"Chika! Tunggu!" Baru ingin mengejar Chika, tangan Alvaro sudah di tarik oleh Fara.
"Lepas!" pinta Alvaro.
"Ngapain sih di kejar? biarin aja, aku masih kangen sama"
Begitu Fara melepaskan tangan Alvaro. Alvaro segera menyusul Chika keluar. Namun sayangnya, Chika sudah keburu melajukan mobilnya.
Alvaro kembali masuk ke ruangannya dan meminta Rino untuk melanjutkan rapatnya kembali dengan karyawannya.
"Alva tunggu!" Fara kembali menarik tangannya.
"Apa? mau apa lagi? bukankah kamu hanya menyukai lelaki kaya? bukankah aku hanya lelaki miskin? untuk apa lagi kamu menemui ku?" Alvaro hatinya terasa kesal dan tidak tenang.
"Maafin aku Alva, saat itu aku hanya" Fara bingung mencari alasannya.
"Aku hanya, aku hanya mencintaimu. Tapi saat itu Denis mengancam ku jika aku tidak menerima cintanya" Fara merasa itu adalah alasan yang tepat.
"Alasanmu tidak penting bagiku! Lepaskan tangan ku atau aku tidak segan-segan berbuat kasar padamu!" kata Alvaro.
Fara melepaskan genggamannya. Alvaro langsung pergi membawa mobilnya. Fara yang masih berada di restoran tersebut masih heran siapa perempuan tadi.
"Siapa sih tuh cewek? berasa penting banget! cantikan juga aku" batin Fara.
Fara kembali ke mejanya untuk mengambil tas. Lalu, Fara pergi meninggalkan Sharan Resto dengan perasaan jengkel.
"Awas aja! aku akan buat kamu balik sama aku" Fara ngedumel saja sampai ia keluar dari Sharan Resto.
***
Alvaro pergi ke rumahnya untuk menemui Chika. Namun begitu sampai rumah, Alvaro tidak menemukan Chika. Lalu, Alvaro mencoba mencari Chika di kantornya. Tidak juga ia menemukan Chika.
"Ras, kamu lihat Chika gak?" tanya Alvaro ke adik iparnya.
"Engga kak, tadi bukannya dia bilang mau ke restoran kakak ipar?" Laras menanya balik.
"Coba tanya sama Kak Wenda aja kak" Laras memberikan saran yang langsung Alvaro lakuin.
Alvaro pergi ke ruangan Chika untuk menemui Wenda dan menanyakan keberadaan Chika. Namun tak juga ia temukan.