To Be A Continue

To Be A Continue
Melabrak?



Saat ia mengelilingi halaman rumah tersebut Wenda menyapa orang yang ia kenal "Hei Karla!". Karla pun terkejut melihat Wenda.


"Ha~Hai" Karla membalas sapaan Wenda.


"Lo gak masuk kerja?" tanya Wenda.


"Engga, gue lagi cuti" Karla menjawab dengan terbata-bata.


"Pantesan, Lo tau gak? perusahaan kita tuh lagi genting banget! Lo tau gak? ada yang hack website perusahaan kita" jelas Wenda.


"Kalo gue rasa ya. Pasti si Fara tuh tersangkanya. Gila ya, padahal bos kita tuh udah baik gitu nerima dia. Tapi malah gitu balasannya" Wenda malah curhat dengan Karla.


Karla tak mampu berkata-kata. Sedangkan Wenda terus saja bicara panjang kali lebar kali tinggi. Hingga ia lelah, ia pun kembali keluar.


"Udah dulu ya, gue mau balik ke kantor lagi. Lagi juga gue lupa ngapain kesini" kata Wenda. Wenda pun keluar.


"Udah yuk, balik. Gue gak nemu yang punya rumah. Malah ketemu sama si Karla divisi PSM. Sampai capek gue ngobrol" anak buah Alvaro dan Rino pun heran sama yang di katakan Chika.


Begitu mereka sampai perusahaan. Hanya Wenda yang keluar dari mobil itu. Sedangkan Rino dan yang lain masih tetap menyelidiki pemilik rumah tersebut.


Usai mengantar Wenda, Rino melaporkan penemuan mereka dan menceritakan tentang Wenda.


***


Keesokan harinya Fara yang sedang menikmati makan di kantin bersama Vian. Tiba-tiba di datangi oleh Wenda sambil menggertak Fara.


"Heh orang-orangan sawah! Ngaku deh, ini semua ulah kamu kan?!" Wenda langsung menuduh Fara.


"Udah deh Vi, orang kayak gini tuh gak perlu pembelaan. Disini kan cuma dia yang gak suka sama Bu Chika. Udah pasti dia yang acak-acak website perusahaan" Wenda terus menuduh Fara.


"Mbak, aku gak ngelakuin apapun. Aku dulu memang gak suka sama Chika. Cuma gak ada niat aku buat Chika hancur" Fara membela dirinya.


"Gak usah bohong deh! Ngaku aja udah! Kurang baik apa coba Chika sama kamu. Padahal kamu udah caci maki dia, udah mau rebut suaminya. Tapi dia malah nerima kamu kerja disini!" kata Wenda.


"Stop! Stop! Wenda! kamu tuh apa-apaan sih? main asal nuduh orang! Keterlaluan kamu!" Vian menarik Fara untuk keluar dari pusat perhatian. Namun sayangnya Wenda menarik tangan Fara.


"Aku belum selesai! Kalo bukan dia siapa lagi? Saat itu juga dia gak ada di kantor." kata Wenda.


"Hentikan!" terdengar suara wanita meminta Wenda menghentikan kekacauan yang ia buat.


"Bu Chika" Wenda kaget dengan kedatangan Chika.


*Flashback*


Pagi hari Chika sudah tidak bisa berdiam diri. Meski sudah dengan bantuan Rino dan anak buah Alvaro lainnya. Chika masih belum tenang. Ia khawatir dengan kondisi perusahaannya. Ia pun memutuskan untuk kembali saat itu juga.


Alvaro memesan tiket untuk saat itu. Untungnya masih ada penerbangan yang selanjutnya.


Selama menunggu penerbangan, Alvaro tetap berkomunikasi dengan Rino. Hingga hendak masuk ke dalam pesawat, Rino menghubungi Alvaro dan memberikan kabar baik untuk Chika.


Tersangka yang sudah membuat perusahaan Chika berantakan telah di temukan. Rino dan anak buahnya sudah menangkap tersangkanya. Chika yang mendengar kabar baik itupun merasa lega.


Sampai Jakarta, Chika langsung pergi ke kantor tanpa mampir ke rumahnya. Sampai kantor ia mendengar suara keributan dari arah kantin. Chika langsung mengarah ke kantin dan melihat Wenda sedang melabrak Fara di depan banyak orang.