To Be A Continue

To Be A Continue
Bulan ke Tujuh?



Usia kehamilan Chika kini sudah menginjak bulan ketujuh. Terlihat perut Chika yang semakin membesar. Membuatnya semakin mudah lelah saat berjalan. Bagaimana tidak? membawa tiga manusia yang bernyawa sekaligus.


Hari ini adalah jadwal Chika ke dokter kandungan. Sebelum berangkat ke rumah sakit Chika sarapan lebih dulu. Selama hamil Chika tidak bisa beraktifitas di dapur. Jadi, semua masakan di buatkan oleh pembantu yang biasa memasak makanan keluarga Ebrahim.


"Alva, sepertinya kamu sama Chika harus pindah ke kamar tamu dulu deh sampai Chika melahirkan. Bunda kasihan lihat Chika yang susah payah naik turun tangga" pinta Bunda Hani.


Dengan cepat Alvaro segera menyetujui saran Bunda Hani. Bunda Hani meminta pembantu lain untuk membersihkan kamar tamu.


"Kak, udah berapa bulan? besar sekali kelihatannya" tanya Laras.


"Sudah tujuh bulan Ras. Gimana keadaan kantor Ras?" tanya Chika.


"Aman kak, kemarin aku ke kantor ketemu sama, penyanyi yang suka dekat sama kakak siapa deh?" Laras bertanya balik.


"Jordan"


"Ah iya, kabarnya dia akan pindah ke luar negeri kak" jawab Laras.


"Oh, kok dia gak ngabarin aku ya?" Alvaro langsung menatap Chika.


"Bagus dong kalo dia ke luar negeri. Gak ada yang ganggu hubungan kita. Kalo kamu ketemu sama dia lagi bilang ke dia kalo bisa secepat mungkin perginya dan jangan kembali lagi" ucap Alvaro.


"Oh, Abang bisa cemburu juga ternyata" canda Adrian.


"Hahaha" tawa Ayah Ebrahim.


"Abis Abang kesal Bun Yah. Dia tuh suka sama Chika. Padahal kan dia tau kalo Abang itu suaminya Chika" Alvaro meninggikan suaranya.


"Loh, santai dong Alva. Kamu udah kayak anak kecil aja. Biasanya kamu dengan gaya Cool dan cueknya. Kenapa sekarang berubah jadi heboh banget?" kata bunda Hani.


Usai sarapan, Chika dan Alvaro berpamitan pada Bunda Hani dan Ayah Ebrahim untuk pergi ke rumah sakit. Alvaro menggandeng Chika sampai masuk ke dalam mobil.


"Gimana dok?" tanya Alvaro.


"Sepertinya mereka belum ingin memberitahu jenis kelamin mereka Pak. Karena disini tertutup oleh jemari mereka" Dokter menjelaskan apa yang terlihat di layar.


"Sudah biasa pak. Yang penting anak-anak bapak dan ibu sehat-sehat semua. Iya toh? benar begitu toh?" kata Dokter yang memeriksa Chika.


Setelah dari rumah sakit. Chika menyempatkan untuk menjemput Angela dan ke rumah orang tuanya.


Di rumah Mama Maya dan Papa Heru mereka sudah menunggu kedatangan Chika. Karena sebelum sampai Chika sudah mengabari Mama Maya dan Papa Heru. Papa Heru yang mendengar Chika akan ke rumah mereka langsung pulang dari Cafe Olivier.


Mereka telah sampai di rumah Orang Tua Chika. Angela dengan senangnya datang ke rumah mereka.


"Mamay! Papay!" teriak Angela.


"Wah, cucu Papay" Papa Heru memeluk Angela yang lompat ke pelukannya.


"Mamay gak di peluk?" kata Mama Maya.


Chika dan Alvaro bersalaman dan masuk bersama ke dalam. Angela masih betah dalam gendongan Papa Heru.


"Langsung makan aja yuk. Cucu Mamay pasti sudah lapar ya pulang sekolah?" tanya Mama Maya.


"Iya Mamay, Angela udah lapar banget nih" jawab gadis mungil yang kini sudah berusia tujuh tahun.


"Hush, Kamu kayak gak di kasih makan sama Bunda aja nih" kata Chika.


"Gimana Nak Varo? Ngidam apa aja Chika?" tanya Mama Maya.


"Banyak Ma. Dari Strawberry, Bubur ayam, terong balado mana di rumah gak ada yang bisa buat. Belum lagi Angela ikutan ngidam juga" jawab Alvaro.