To Be A Continue

To Be A Continue
Honeymoon?



Hari ini jadwalnya Vian rekaman album barunya. Chika meninjau kegiatan rekaman Vian sambil mendengarkan lagu yang di buat oleh Vian untuk Fara.


Jika Chika setuju, maka Vian meminta untuk merilisnya bersamaan saat ia menyatakan cintanya pada Fara. Lagu tersebut di buat murni dari hati Vian. Alunan musiknya pun ia buat sendiri.


Setelah mendengar rekamannya berulang kali, Chika pun suka dengan lirik lagunya. Alunan nadanya membuat Chika merasakan perasaan yang dirasakan oleh Vian.


"Oke, lanjutkan rekamannya. Saya masih harus meninjau yang lain" kata Chika. Vian senang mendapat persetujuan dari Chika.


***


Malam harinya selesai makan malam dan bermain bersama anak-anak. Chika duduk di ruang TV usai menidurkan anak-anaknya.


"Bunda sayang" Alvaro mendekati Chika yang sedang asik menonton TV.


"Kenapa Ay?" tanya Chika sambil memegang remot TV.


"Nah, ini dia" kata Chika.


"Ay, ini program acara yang di buat oleh Laras loh. Acara talk show gitu dan tamu undangannya juga bukan yang kaleng-kaleng" lanjutnya.


"Bunda" Alvaro merengek seperti Dita, Zahir dan Dami.


"Apa sayang?" Chika menatap wajah suaminya dan menciumnya.


"Bun, kita honeymoon yuk. Kayaknya dari kita nikah sampai si ketiga krucil itu keluar. Kita belum juga honeymoon." kata Alvaro.


"Udah, honeymoon di rumah aja. Lagi juga kalo kita honeymoon siapa yang jaga anak-anak? kasian kalo bunda atau mama yang ngurus" jawab Chika.


Alvaro cemberut mendengarnya. Chika yang melihat wajah Alvaro tertekuk seperti kanebo kering pun tertawa. Ia masih tidak menyangka akan kembali dan hidup bersama dengan sang mantan yang sempat meninggalkannya.


Mungkin itulah yang di namakan jodoh. Walau sudah menikah belum tentu akan berjodoh. Jodoh itu ia yang akan bersama kita hingga akhir hayat.


"Gimana kalo besok kita ke Bali? Tempat pembuatan Angela" kata Chika. Alvaro langsung meraih ponselnya dan menghubungi karyawannya yang kerja di hotel tersebut.


***


Keesokan paginya, Chika membawa Angela dan ketiga adiknya ke rumah Mama Maya. Chika sudah meminta Mama Maya menjaga mereka melalui telepon.


Mama Maya, Bik Ela dan Bik Tina sangat senang jika harus menjaga mereka. Papa Heru pun juga senang kedatangan cucunya. Bahkan ia memilih kerja di rumah daripada harus ke Cafe.


Setelah menitipkan anak-anak mereka. Chika dan Alvaro pergi ke bandara di antar oleh Rino. Begitu sampai bandara, Mereka langsung Check in.


Perjalanan yang tidak terlalu lama membuat mereka cepat sampai ke kota romantis yang sangat indah.


Ada serpihan kenangan yang pernah ia alami di kota itu. Entah itu baik atau buruk. Pertemuan itulah yang membuat mereka kembali seperti sekarang.


"Wah, senangnya bisa kembali ke kota ini lagi" Chika menikmati desiran angin yang berhembus.


Baru saja menikmati, ponsel Chika kembali berbunyi. Chika tidak menanggapi panggilan tersebut.


***


Di tempat lain, Wenda di sibukkan dengan permasalahan yang baru saja menghampiri mereka. Ia tahu jika saat ini Chika sedang berlibur bersama sang suami. Ia mencoba untuk mengatasinya sendiri.


Ia tidak benar-benar sendiri. Wenda di bantu oleh Shena dan Laras. Bahkan hampir semua divisi kerepotan dengan permasalahan kali ini. Permasalahan yang akan mengancam karir para talent.


"Kayaknya kita memang harus menghubungi Chika!" kata Laras.


"Engga Ras!" Wenda kekeh gak ingin mengganggu liburan Chika.


"Mau sampai kapan begini aja? kalo di diemin yang ada malah makin sulit di selesaikan" kata Laras.


"Ujung-ujungnya juga kak Chika tau dan disaat masalah semakin lebar" lanjutnya.


Wenda berpikir ulang dan akhirnya menghubungi Chika. Namun tak ada tanggapan dari Chika sama sekali.