
Hari pernikahan Chika dan Alvaro tiba. Ia tidak menyangka bahwa dirinya akan menikah dengan seseorang yang pernah menaruh luka di hatinya. Orang yang sempat ia cintai dan meninggalkan dirinya. Kini bersanding dengannya mengucap sumpah janji suci.
Chika dan Alvaro tidak ingin jika Angela tidak berada di tengah mereka. Alvaro sudah lebih dulu berada di depan para tamu. Chika meminta pernikahan yang sederhana. Sehingga mereka mengadakan acara di taman Sharan Resto.
Chika datang sambil bergandengan dengan Angela. Senyumannya yang manis terpancar dari wajah mungil Angela. Begitu juga dengan Chika yang bahagia di hari spesialnya.
Setelah mengucapkan janji suci, para tamu mulai menikmati menu yang di sajikan di atas meja mereka. Di pertengahan acara MC memilih tamu undangan untuk menyampaikan pesan-pesan buat pengantin. Tiba saatnya Jordan di pilih sang MC untuk menyampaikan pesan.
"Apakah ini alasanmu menolak ku? Apapun pilihanmu, ku harap kamu selalu bahagia. Tapi, tidak sebahagia saat bersamaku. Canda bestie" ucap Jordan membuat para tamu bersorak dan bertepuk tangan.
"Sebentar, sebentar satu lagi" ucap Jordan kembali.
"Kamu boleh menolak ku dan kamu boleh berbahagia telah berhasil memiliki Chika. Tapi, sekali kamu menyakitinya maka akan ku rebut posisimu" lanjut Jordan sambil bergaya dan tersenyum.
"Selamat berbahagia untuk kamu yang selalu ada di hati aku" kata Jordan.
"Kamu bahagia Jordan berkata itu?" tanya bisik Alvaro yang mulai cemburu.
"Aku gak akan menyakitimu dan gak akan membiarkan orang lain merebut kamu" bisik Alvaro lagi.
***
Setelah acara selesai, mereka semua kembali ke rumah. Mama Maya dan Papa Heru ikut ke rumah besan baru mereka.
Lagi-lagi mereka di buat takjub. Gak di sangka, anaknya selalu mendapat pasangan yang kaya raya.
"Iya Pa, mau kaya atau sederhana yang penting anak kita selalu bahagia ya Pa. Semoga ini yang terakhir untuk anak kita" bisik Mama Maya.
Mereka mengadakan makan malam bersama. Meski tak seperti Mertuanya yang dahulu. Tapi, masakannya tak kalah lezatnya. Itu semua berkat Chika yang suka mengajarkan menu masakan luar yang pastinya seenak seperti masakan koki profesional.
Setelah makan malam bersama, Mama Maya dan Papa Heru pulang ke rumahnya. Chika dan Alvaro memilih untuk bermalam di rumah sang ayah.
"Anak kita sudah tidur bun?" tanya Alvaro.
"Sudah" jawab Chika. Angela sudah mulai tidur di kamarnya yang sudah di sediakan oleh Bunda Hani.
Chika lebih dulu membersihkan diri setelah seharian menerima tamu. Chika melupakan sesuatu. Ia lupa membawa pakaiannya. Ia memikirkan bagaimana caranya agar bisa keluar dan mendapatkan pakaian.
Ia coba memanggil Alvaro. Alvaro yang merasa dirinya di panggil oleh sang istri menjadi sebuah keberuntungan. Ia datangi sang istri ke depan pintu kamar mandi.
"Honey, bisakah kamu mencarikan aku pinjaman?" tanya Chika.
"Untuk apa sayang? uangku sangat banyak, gak perlu kamu mencari pinjaman. Berapa yang kamu minta akan aku beri" jawab Alvaro.
"Bukan, bukan itu"
"Lalu apa sayang? Lagi kan bisa itu kita bahas nanti setelah kamu selesai mandi" jawab Alvaro.
"Aku sudah tak tahan sayang" lanjutnya memasang muka sedih.
"maksud aku, aku butuh pakaian. Aku lupa membawa pakaian" seketika Alvaro menjadi cerah.
"Biar aku saja yang menjadi pakaianmu" Alvaro mendorong pintu kamar mandi.