To Be A Continue

To Be A Continue
Belum Puas?



Ada Gita dan Rika yang sudah menemani Angela sambil bermain ayunan. Begitu mobil Chika berhenti di depan gerbang sekolah, Chika lari sambil memanggil bundanya.


"Duh, yang udah jadi wanita karir sibuk banget" canda Rika.


"Kakak!" teriak Zahir.


"Air! kamu ikut jemput kakak" Angela melambaikan tangannya sambil berteriak.


"Anak-anak ikut kerja Chik?" tanya Rika.


"Iya say, biar gak di rumah aja. Baik juga kan untuk sosialisasi mereka." jawab Chika.


Gita dan Rika menghampiri si kembar yang masih berada di dalam mobil. Chika ikut menyusul menghampiri kedua sahabatnya.


"Halo anak-anak tampan" sapa Gita.


"Halo aunty cantik." Zahir dan Dami membalas sapaan Gita.


"Itu si Dita cemberut aja." kata Rika.


Setelah sapa menyapa. Chika dan anak-anaknya pergi lebih dulu. Mereka akan mengunjungi Sharan Resto. Dimana Alvaro sedang berada di resto tersebut.


Begitu sampai di Sharan Resto. Mereka di sambut oleh Alvaro yang sudah menunggunya di depan resto.


"Ayah!" Angela dan ketiga adiknya berlarian menghampiri Ayahnya dan memeluknya.


"Wah, anak-anak ayah yang cantik dan tampan." Alvaro membalas pelukan mereka.


"Kakak Angel sudah pulang ya? Maaf ya kakak, ayah tadi buru-buru kesini ada kerjaan darurat." Alvaro.


"Iya ayah, Angela kan sudah besar. Lagi juga ada Aunty Rika dan Aunty Gita tadi yang nemenin Angel." jawab Angela.


Alvaro menggandeng anak-anaknya untuk masuk dan Chika menggendong Dita yang sudah mengantuk.


"Mau apa lagi kamu kesini? Sudah ku katakan menjauh dari suamiku! atau perlu aku pulangkan kamu ke asal mu!" Chika berkata dengan ketus.


"Aku hanya ingin melihatnya sebentar saja." ya, dia adalah Zoya. Orang yang telah membuat Alvaro hampir kehilangan nyawanya.


"Belum puas kamu mencelakai suamiku?" tanya Chika.


"Aku~ aku tidak ada maksud untuk menyakitinya." jawab Zoya.


"Kamu sudah lihat kan? Orang yang kamu cintai itu sudah bahagia bersama keluarga yang ia cintai. Jadi pergilah sejauh mungkin dan jangan kembali lagi!" kata Chika dengan tegas.


"Bunda~" lirih Dita dalam gendongannya.


"Iya sayang, ayo kita ke ayah ya Nak." kata Chika sambil memberi lirikan tajam ke Zoya.


Chika meninggalkan Zoya. Ia masuk ke resto dan ke ruangan Alvaro. Di sana anak-anak sudah mulai menikmati makanan dan minuman yang mereka sukai.


Sedangkan Dita masih tetap tertidur dalam gendongan Chika. Alvaro menatap senang anak-anaknya. Ia bahagia sekali dengan anak dan istrinya.


"Bun, sini Ditanya. Biar Ayah yang gendong. Bunda makan saja dulu." Chika memberikan Dita ke Alvaro.


Chika ikut makan bersama anak-anaknya. Secara bergantian ia menyuapi dirinya dan suaminya.


"Ayah, ayah sudah besar tapi masih di suapi bunda. Kalah sama kita yang sudah makan sendiri." kata Dami.


"Itu namanya romantis Dami." jawab Angela membuat Chika dan Alvaro saling bertatapan.


"Emang Angel tau apa itu romantis?" tanya Alvaro.


"Tau, waktu itu Angel lihat Om Jo dan Aunty Rika saling suap-suapan. Terus kata Aunty Gita 'Itu namanya romantis. Begitulah kalo sudah punya pacar. Kayak anak kecil, padahal mereka punya tangan yang masih bisa di gunakan' gitu kata Aunty Gita." Chika dan Alvaro menepuk jidat mereka.


"Astaga, anakku sudah di perlihatkan seperti itu." kata Chika.