To Be A Continue

To Be A Continue
Bete?



Tak lama, seseorang mendekati mereka. Seorang perempuan cantik dengan pakaian putih dan kacamata hitamnya.


"Alvaro?!" sapa perempuan itu


"Zoya" Alvaro membalas sapaan perempuan itu.


"Jadi selama ini kamu stay di indo?" tanya Zoya sambil memeluk Alvaro.


Chika mempertahankan perhatian Angela agar tetap fokus menyantap makanan yang ada di depannya. Sedangkan hati Chika terasa hancur melihat perempuan lain memeluk suaminya.


Chika tidak memperlihatkan kecemburuannya. Ia tetap menemani Angela makan hingga selesai makan. Setelah selesai makan, Chika hanya menunggu perempuan itu pergi dari hadapannya dan segera pulang.


Walau ia berada di ruangan dingin. Ia merasa ruangan itu sangat panas. Semakin panas saat perempuan itu pamit dengan cipika-cipiki dengan Alvaro.


"Sudah? sudah kangen-kangen nya?" tanya Chika dengan nada judesnya.


"Kamu kenapa Bun?" Alvaro heran melihat Chika berubah menjadi jutek.


"Kalo udah aku mau pulang. Mau istirahat capek" Chika berdiri dari kursinya.


Selama perjalanan Chika hanya terdiam saja. Tanpa ada sepatah katapun dari Chika. Sesekali Alvaro melirik ke arah Chika.


"Kamu kenapa sih Bun?" tanya Alvaro.


"Kan aku udah bilang. Aku capek mau istirahat" kata Chika masih dengan nada judesnya.


"Gak, aku yakin bukan karena itu. Kamu gak biasanya kayak gini" kata Alvaro.


"Apa karena Zoya?" tanya Alvaro.


"Zoya itu hanya sahabat aku pas di Singapura Bun. Aku kenal dia sejak pertama aku di sana" sambung Alvaro.


Sampai di rumah, Chika menyelesaikan tugas Chika sebagai seorang ibu hingga sang anak tertidur. Chika pun ikut tidur di kamar sang anak.


Alvaro sudah menunggu Chika di kamar. Ia masih bingung dengan sikap istrinya yang tiba-tiba berubah. Namun Chika tak kunjung datang. Hingga larut malam Chika tak kunjung masuk ke kamarnya.


Akhirnya Alvaro mencoba mencari keberadaan Chika. Ia mencari ke bawah, ruang TV, ruang tamu, dapur sampai ke kamar tamu tidak juga ia temukan Chika. Alvaro masuk ke kamar anak mereka. Begitu Alvaro menyalakan lampu ruang barulah ia menemukan sang istri yang sudah tertidur pulas di ranjang yang kosong.


***


Pagi harinya seperti biasa Chika sudah merapikan masakannya untuk sarapan. Lalu Chika menyiapkan perlengkapan Angela untuk sekolah. Chika juga menyiapkan pakaian kerja Alvaro.


Begitu semua selesai, mereka kini sudah berkumpul untuk sarapan pagi. Angela dengan perasaannya yang riang sarapan sambil memainkan mainan barunya.


"Bun, bunda masih marah sama ayah?" tanya Alvaro.


"Marah? siapa yang marah? aku biasa aja tuh" masih dengan nada judesnya.


"Angel, kamu sudah selesai makan? ayo, selesaikan makan kamu dulu. Sudah siang nanti kamu bisa terlambat masuk sekolah" kata Chika.


Angela menyelesaikan makanannya. Kini ia sudah rapi dan siap untuk berangkat sekolah. Angela harus menunggu ayahnya yang masih makan dengan santai. Chika membawakan kotak bekal.


"Sudah, selesaikan saja di kantor. Angela sudah terlambat" Chika memasukkan makanan Alvaro ke kotak makan yang ia bawa.


Alvaro hanya memandang Chika penuh kebingungan. Gak seperti biasanya Chika bersikap seperti itu.


"Aku kan belum selesai makan Bun" kata Alvaro.


"Makan di kantor saja. Ayo Angel, ambil tas mu. Ayah sudah siap" kata Chika.


Alvaro pun berangkat mengantar Angela lalu pergi ke kantornya. Ada beberapa kerjaan yang harus ia selesaikan.