
Alvaro menggenggam tangan Chika dan menatap Chika. Chika tak sanggup menatap Alvaro. Entah karena sudah terlanjur sakit hati atau karena masih ada rasa cinta yang muncul kembali. Perkataannya waktu lalu membuat rasa cinta yang dulu sudah Chika tutup rapat, terbuka kembali.
"Chika, maukah kamu menerimaku kembali? Aku akui, aku memang gak pantas untuk mendapatkan cintamu lagi. Tapi bisakah kamu memberiku kesempatan sekali saja" ucap Alvaro.
Chika menarik tangannya "Antar aku pulang sekarang" ucapnya sambil masuk ke dalam mobil.
"Tunggu Chika!" Alvaro menahan pintu mobil yang hampir tertutup.
"Dengarkan aku! Aku sangat mencintaimu Chika. Maafkan kesalahan aku yang dulu. Aku mohon beri aku kesempatan sekali ini saja" Chika menutup pintu mobil.
Alvaro frustasi, besok ia sudah harus pergi dan tidak tahu sampai kapan ia akan kembali. Chika memberi jawaban seakan ia menolaknya. Alvaro masuk ke dalam mobil dan mengantarkan Chika pulang.
Begitu mereka sampai di depan rumah Chika. Alvaro menahan Chika sementara di dalam mobil.
"Aku akan pergi besok dan gak tau sampai kapan aku kembali" ucap Alvaro.
Chika sontak menatap Alvaro yang berada di sampingnya. Air matanya seakan ingin keluar. Chika masih belum bisa memutuskan. Kini, ada dua orang yang menyatakan cintanya pada dirinya.
Memang dulu Chika sangat mencintai Alvaro. Namun, perasaan itu sudah ia tutup rapat-rapat saat ia menikah dengan Theo. Kepergian Theo masih meninggalkan kesedihan. Rasa cintanya pada Theo masih membekas di hatinya.
Chika teringat akan saat ia putus dengan Alvaro. Kalau memang dia mencintainya kenapa dulu ia memilih perempuan lain? Kenapa dulu ia menyakiti hatinya? kenapa baru sekarang ia menyesali dan mencintai Chika.
Pintu Chika terbuka, Chika keluar dari mobil dan berjalan masuk ke rumah. Alvaro menatap Chika hingga masuk ke dalam. Alvaro berharap bahwa Chika bisa menerimanya saat itu. Namun sayangnya hal itu tidak terjadi. Alvaro sudah menunggu lebih dari lima belas menit. Chika tidak juga keluar memberi jawaban.
***
Keesokan harinya, Chika menjawab pernyataan dari Joshua. Ia tidak bisa menerima Joshua. Selain masih ada Theo di hatinya, Chika juga belum siap untuk jatuh cinta lagi.
Joshua pun mengerti dengan keputusan Chika. Chika merasa tenang sudah menjawab pernyataan Joshua. Namun di hatinya masih terasa ada yang mengganjal.
Hari ini Alvaro sudah tidak lagi di yayasan. Ia sudah berangkat ke Bali subuh tadi. Alvaro memutuskan untuk mempercepat pekerjaan yang diberikan oleh sang ayah.
Chika dan teman-temannya sudah mulai masuk ke kelas. Mereka asik membuat prakarya bersama murid-murid.
***
Sikap Joshua berubah pada Chika. Ia lebih sering menghindar. Hanya saat ada keperluan pekerjaan saja Joshua menghampiri Chika.
"Chik, Rika.minggu depan kita jalan-jalan ke bali yuk" ucap Gita.
"Mendadak banget sih. Uang dari mana? belum makan, penginapan, jajan di sana sama oleh-oleh. Butuh banyak uang Gita. Kamu mah enak tinggal minta" jawab Rika.
"Minggu depan sepupu ku yang di bali akan menikah. Semua aku yang tanggung kecuali oleh-oleh ya" kata Gita sambil duduk di meja Rika.
"Setuju" Rika dengan cepat menjawabnya.
"Ayo Chik, kamu wajib ikut ya. Masa kita liburan kamu di rumah aja" ajak Gita.