To Be A Continue

To Be A Continue
Ayah?



Pagi hari, seperti biasa Chika membuatkan sarapan untuk semua orang yang ada di rumah tersebut. Bik Tina masih menunggu Angela selesai mandi Bik Ela membantu Chika untuk menata sarapan ke meja makan. Mama Maya membuatkan kopi untuk Papa Heru yang sedang membaca koran harian di ruang TV. Meski sudah memiliki ponsel, Papa Heru tetap membaca koran setiap paginya.


"Banyak banget Nyonya bekal untuk Non cilik?" tanya Bik Ela.



"Iya Bik, untuk di makan bareng ayahnya hari ini. Kebetulan hari ini aku bakal pulang larut malam. Jadi mungkin aku akan menitipkan Angela ke ayahnya" mendengar perkataan Chika, Mama Maya tersenyum bangga pada sang anak.


***


Chika mengantarkan Angela menggunakan setelan celana panjang dan blouse panjang. Penampilan Chika setiap harinya selalu membuat semua orang terpana.



Begitu keluar dari mobil, Chika bertemu dengan Alvaro yang sedang menyambut Tuan Ebrahim. Tuan Ebrahim ikut mengantar Karin dan Airin. Selain ingin mengantar cucunya, Tuan Ebrahim juga ingin bertemu cucu barunya.


"Selamat pagi Tuan" Chika menyapa Tuan Ebrahim dan juga Alvaro.


"Pagi Chika, selamat pagi gadis cantik opa" sapa Tuan Ebrahim.


"Pagi Tuan Opa" Angela membalas sapaan Tuan Ebrahim.


Di hadapan Tuan Ebrahim dan Alvaro, Chika jongkok sejajar dengan Angela.


"Sayang, bunda akan pulang larut malam. Bunda sudah menyiapkan bekal untuk kamu makan siang bersama ayah kamu" Chika melirik ke arah Alvaro. Begitupun juga Angela yang ikut melirik Alvaro.


"Ayah?" Angela tidak mengerti yang di maksud bundanya.


"Iya, om baik adalah ayah Angel dan Tuan Opa adalah Opa Angel. Angel harus bersikap baik sama ayah dan opa. Nanti Angel ikut pulang bersama ayah ya. Di sana ada Omah, ada Karin dan ada Airin" jelas Chika.


"Iya, nanti setelah pekerjaan bunda selesai. Bunda akan menjemput Angel di rumah ayah dan Opa" Chika memberi penjelasan pada sang anak. Memberi waktu untuk dekat dengan ayah dan keluarganya.


"Janji ya bunda?" Angela mengacungkan jari kelingkingnya.


"Bunda janji, pulang kerja bunda akan langsung jemput Angel" Angela pun tersenyum.


"Ayo ayah kita masuk" dengan senyuman manisnya Angela menuntun Alvaro. Tanpa memberinya waktu untuk berbicara pada Chika.


Sementara di luar Tuan Ebrahim memeluk Chika erat.


"Maafkan anak kami ya Nak Chika. Ketakutan Mu tidak akan terjadi. Percayalah, kami senang atas kehadiran Angel ke dunia. Kami harap kamu dapat bersatu dengan Alvaro. Demi Angela anak kalian" setelah mengatakan hal itu, Tuan Ebrahim masuk ke mobilnya.


Chika tersenyum, beban di hatinya seakan lepas dan membuatnya ringan. Tapi, masih ada satu hal yang mengganjal di hatinya.


Chika masih tidak mengerti dengan apa yang ia rasakan saat ini. Tapi, Chika membiarkan hal itu berjalan dengan semestinya. Tidak dengan terburu-buru. Ia percaya semua akan baik-baik saja.


Di sekolah, Alvaro tidak ada henti-hentinya ia melihat Angela belajar di kelasnya. Gita dan Rika yang menyadari kehadiran Alvaro merasa canggung.


"Duh, Pak Alva tumben banget gak pergi-pergi" ucap Rika pada Gita.


"Iya ih, aku jadi ngerasa gak enak nih" jawab Gita.


lain hal nya dengan Angela. Ia senang melihat sang Ayah di depan kelasnya.


"Ayah!" teriakan Angela dan lambaian tangan Angela ke Alvaro membuat Rika dan Gita saling bertatap-tatapan.


"Ayah?" kekompakan Gita dan Rika.