To Be A Continue

To Be A Continue
Ngambek?



Bukannya senang Chika malah ngambek. Chika berhenti lalu berjongkok dan menangis. Alvaro melihat Chika bukannya membujuk sang istri malah menertawakannya.


Pertama kali melihat Chika ngambek seperti itu. Biasanya Chika hanya terdiam saja dan tidak menunjukkan sisi manjanya. Kali ini mungkin bawaan sang baby.


"Ayah!" Angela mengerutkan dahinya.


"Iya, maaf sayang" Alvaro menghentikan tawanya.


"Bunda jangan nangis lagi ya. Yuk, kita pulang" Angela merangkul sang bunda.


Angela menuntun Chika hingga masuk ke dalam mobil. Setelah semua masuk ke dalam mobil, Alvaro melajukan mobilnya.


"Ayah bawa mobilnya lama banget sih!" Angela protes karena jadi lama sampai rumah.


"Iya kan demi keselamatan kita nak. Demi dede Angel yang ada di dalam perut bunda" jawab Alvaro sambil mengelus perut Chika. Baru sebentar, Chika sudah menepis tangan Alvaro.


Nampaknya Chika masih ngambek. Selain karena ingin strawberry, ia juga ngambek karena Alvaro menertawakannya. Walau itu pertama kalinya Chika melihat Alvaro tertawa seperti itu. Hati ingin sekali tertawa juga. Namun baby kembar tak ingin tertawa.


Sampai rumah, Chika langsung turun dan masuk ke kamar. Membuat Alvaro kebingungan. Alvaro menyusul Chika ke kamar mereka. Tapi, ternyata pintu kamar terkunci. Chika mengunci pintu kamarnya karena masih ngambek dengan suaminya itu.


Alvaro kembali turun kebawah dan duduk di ruang TV. Alvaro meluruskan kakinya di atas sofa.


"Kamu gak istirahat nak?" tanya Bunda Hani


"Nanti aja bun, Alva masih ingin nonton TV" jawabnya.


"Kan di kamar kamu juga ada TV" Bunda Hani jadi curiga.


"Loh, ngambek kenapa?" Bunda Hani bertanya pada Angela.


"Jadi, bunda kan minta strawberry sama ayah. Terus bunda ngambek, eh ayah malah tertawa lihat bunda" jelas Angela.


"Alva, kamu nih jahil banget. Istri lagi ngidam tuh turutin bukan di tertawa Kan. Udah sana cari dulu" kata bunda Hani sebelum mengetahui strawberry yang seperti apa yang diinginkan Chika.


"Bunda, bukannya Alva gak mau nurutin. Alva mana tau ada yang punya strawberry seperti itu disini" jawab Alvaro.


"Strawberry yang seperti apa?" tanya bunda Hani. Alvaro menjelaskan pintanya Chika dan membuat bunda Hani melongo.


"Hah? dimana ya?" Akhirnya Alvaro dan bunda Hani ikut berpikir bersama.


Alvaro membuka ponselnya dan pergi secara tiba-tiba tanpa permisi pada bundanya yang berada di sebelahnya.


Hingga ketika hendak makan malam, Alvaro baru sampai rumah. Terlihat Chika yang tak menatapnya. Biasanya Chika akan menyambutnya dan ikut Alvaro ke kamar. Kali ini Chika hanya duduk tanpa menatap Alvaro.


"Wah, bakal ada yang tidur di ruang tamu nih nanti malam" Adrian meledek Alvaro. Namun Alvaro langsung melempar jaketnya ke Adrian.


"Asem banget sumpah ini jaket" Adrian kembali melemparnya dan di ambil oleh salah satu pembantu di sana.


Usai makan malam, Chika langsung kembali ke kamar dan menutupnya dengan kencang. Lalu, Chika mengunci pintunya. Membuat kedua adik Alvaro tertawa.


Alvaro melempar Adrian dan Fathan dengan kulit jeruk yang ada di depannya. Ayah Ebrahim dan Bunda Hani hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah ketiga anaknya di depan istri dan anak mereka.


Alvaro mengantar Angela ke kamarnya dan membacakan dongeng untuknya hingga tertidur pulas. Alvaro menutup pintu kamar Angela dan turun ke kamar tamu.