
Begitu ambulan tiba di rumah sakit. Alvaro segera memarkirkan mobilnya dan berlari menyusul Chika juga Angela yang sedang menangis mengikuti bundanya.
Begitu sampai di ruang IGD Chika. Terpasang ventilator agar dapat membantu Chika bernapas. Alvaro langsung memeluk sang istri dan meminta maaf atas keterlambatannya.
Alvaro memangku Angela di samping Chika. Ponsel Alvaro berdering. Terlihat sang mertua menghubunginya. Bergantian dengan sang bunda.
Setelah satu jam menunggu kedua orang tua Chika dan mertuanya datang dengan tergesa-gesa. Raut wajah kekhawatiran terpancar di wajah mereka.
Berbeda dengan Chika, Chika tersenyum meski dirinya khawatir dengan kelahiran kedua ini. Ia sangat bahagia melihat sekelilingnya ada anak pertamanya, sang suami yang enggan melepaskan genggamannya, kedua orang tuanya dan juga mertuanya. Momen yang sangat ia inginkan dulu saat melahirkan Angela.
Banyak pertanyaan yang mereka lemparkan ke Chika. Namun Chika hanya dapat menjawab dengan senyuman.
Enam jam telah berlalu. Ruang operasi pun sudah siap di gunakan. Perawat membawa Chika masuk ke ruang Operasi.
"Sus, apa saya boleh ikut mendampingi istri saya?" tanya Alvaro.
"Maaf Tuan, anda tidak di perbolehkan masuk. Harap tunggu di luar" ucap perawat tersebut.
Alvaro terpaksa menunggu di luar dengan gelisah. Sementara Angela sedang bersama Kedua Omah dan Opah Nya.
Sudah beberapa lama menunggu, pintu operasi terbuka. Perawat keluar dengan terburu-buru. Membuat kekhawatiran Alvaro meningkat. Apalagi di saat perawat membawa sesuatu dan masuk ke ruang operasi.
"Sus, apa yang terjadi pada istri saya?" Alvaro semakin Khawatir. Ia menarik tangan perawat tersebut.
"Mohon sabar sebentar ya Tuan" perawat itu langsung menutup kembali.
Dokter pun keluar dengan tersenyum. Alvaro langsung menghampiri dokter tersebut dan menyerang dengan berbagai pertanyaan.
"Selamat ya Pak, Istri dan ketiga anak anda telah lahir dengan selamat. Meski ada sedikit kendala. Tetapi istri anda dapat melaluinya dengan baik" ucap Dokter yang menangani Chika.
"Lalu, istri saya dimana dok? saya ingin bertemu dengan istri saya" pinta Alvaro.
"Saya ingin menemui istri saya dulu dok. Kalau bisa sekalian bersamaan" kata Alvaro.
"Oh, bisa. Pasti bisa dong Pak. Mungkin sebentar lagi istri anda akan di antar ke ruangan" jawab dokter.
Tak lama, Chika keluar bersama perawat yang mendorong ranjang Chika. Alvaro mengikuti dari belakang hingga masuk ke ruang rawat inap yang telah Alvaro pesan.
Mama Maya, Papa Heru, Bunda Hani, Ayah Ebrahim dan juga Angela menyusul masuk ke ruangan Chika. Mereka datang bersamaan dengan perawat yang mengantar ketiga anak Alvaro.
"Bun, cucu kita ketiganya lelaki semua. Semoga kelak ia bisa menjadi pemimpin" ucap Sang Ayah.
"Pa, cucu kita lucu-lucu banget ya" puji Mama Maya.
"Mamay, ini adik-adik Angel?" tanya Angela.
"Iya Nak" Jawab Mama Maya.
"Halo adik, kakak disini" sapa Angela yang ingin meraih ketiga adiknya.
Sementara Alvaro masih berada di samping Chika sambil menggenggam tangan Chika. Sesekali ia mencium kening Chika.
"Terima kasih ya sayang, kamu sudah berjuang demi anak-anak kita" ucap Alvaro.
"Maaf, aku gak bisa nemenin kamu. Perawatnya pelit sama aku" sambungnya.
"Iya sayang, setidaknya ada kamu disini aku bahagia banget. Dulu aku ingin sekali saat melahirkan Angela ada kamu disisi aku. Tapi, aku yang memilih jalan untuk gak ngasih tau kamu sama sekali" ungkap Chika.
Alvaro juga mengungkapkan kejadian saat itu. Saat dimana Alvaro tau bahwa Chika sedang melahirkan Angela.