
Weekend kali ini, Angela memilih di rumah saja bersama Mamay dan Papay. Sementara Chika, masih harus ke Cafe Olivier dan mengunjungi makam mantan suaminya dan kedua mertuanya.
Chika masih merasa sepi kehilangan orang yang ia cinta. Walau di hatinya sudah ada Alvaro yang kembali. Tapi, Chika masih suka merindukan Theo dan kedua mertuanya.
"Sayang, aku yakin kamu di sana sudah bahagia. Dapat berkumpul kembali bersama Mama Ratna dan Papa Ben. Aku selalu merindukan kalian. Andai saja kalian masih ada, kita akan menjadi keluarga yang sangat bahagia" batin Chika seakan sedang berkomunikasi dengan Theo.
"Sayang, aku sudah menemukan penggantimu. Iya, dia yang dulu pernah membuatku menangis. Dia yang sudah mempertemukan kita dan membuat kita bersatu. Aku harap ini yang terakhir. Aku juga sudah memiliki anak darinya yang kini sudah tumbuh menjadi gadis cantik berkat Mama Ratna dan Papa Ben yang selalu mensupport aku. Terima kasih kalian sudah hadir di hidup aku. Memberi warna yang sangat indah, yang gak akan aku lupakan" batinnya lagi.
***
Sesampai di rumah, Chika melihat mobil yang ia kenal. Mobil Alvaro sudah terparkir di halaman depan.
Chika langsung memasukkan mobilnya ke garasi. Lalu masuk melalui pintu yang terhubung ke dalam rumah.
"Chika, kamu kemana aja? tadi mama hubungi Cafe katanya kamu udah pulang tapi udah 2 jam gak sampai rumah" Mama Maya terlihat khawatir.
"Oh, biasa Ma. Tadi Chika mampir ke makam Theo dulu" jawabnya.
"Alvaro ngapain kesini Ma?" tanya Chika.
"Udah, kamu temui dulu yuk. Sudah di tunggu dari tadi" jawab Mama Maya.
Begitu sampai ruang tamu, ternyata tidak hanya ada Alvaro. Ayah Ebrahim dan Bunda Hani juga ikut datang ke rumah Chika.
"Ayah, bunda" sapa Chika.
Ayah Ebrahim langsung mengatakan niat mereka datang ke rumah Chika. Mereka berniat untuk melamar Chika. Mereka juga sudah mengatakan niatnya pada Mama Maya dan Papa Heru.
Papa Heru dan Mama Maya tetap tidak dapat memberi keputusan. Ia menyerahkan seluruhnya pada Chika.
Setelah berpikir panjang, Chika menerima lamaran Alvaro. Dengan hati yang bahagia, Alvaro langsung memeluk Chika.
"Minggu depan kita akan menikah" pinta Alvaro.
"Apa gak kecepatan?" tanya Bunda Hani.
"Atau kalau perlu besok kita menikah" Alvaro memberikan pilihan.
"Alva! kamu ini!" ucap Bunda Hani.
Semua sepakat minggu depan akan di adakan acara pernikahan mereka. Alvaro sudah tidak sabar untuk selalu berada di dekat Chika. Ia juga tidak ingin jika Jordan semakin mendekati Chika.
Chika mengundang seluruh karyawan Bee Entertainment dan kedua sahabatnya. Tidak lupa ia juga mengundang seluruh Staf di Yayasan.
Semua persiapan di siapkan oleh Alvaro dan Chika. Kesibukan mereka menuju pernikahan membuat Chika sering pulang malam.
"Lebih baik malam ini kamu menginap di rumahku" pinta Alvaro.
"Pulang saja lah. Kasihan Angel di tinggal terus" jawab Chika. Alvaro tidak mendengarkan perkataan Chika. Ia membawa Chika ke rumahnya.
***
"Malam ini, kamu tidur di kamarku saja ya" pinta Alvaro.
"Aku tetap tidur di kamar tamu" jawabnya.
"Kamu itu calon istri aku, bukan tamu aku" Alvaro menggendong Chika ke kamarnya dan meletakkannya di atas kasurnya yang empuk.
"Varo, kitakan belum" Alvaro menutup Mulut Chika dengan ciuman dan hal itupun terjadi lagi.