To Be A Continue

To Be A Continue
Gigit?



Bukan maksud Chika asal pilih. Hanya saja untuk posisi itu ia tidak bisa memberikan posisi itu untuk orang lain.


Karir Karla memang bermula dari bawah. Dari seorang Office Girl yang belum memiliki kemampuan apapun hingga kini berada di Leader team PSM. Jabatan itu ia dapat saat setelah mendiang Papa Ben meninggal.


Ia memberikan Fara di posisi tersebut sesuai dengan kemampuan yang di miliki Fara. Bahkan saat ini Karla menduduki posisi tertinggi bila di bandingkan dengan Fara.


Baik Papa Ben maupun Chika juga terbilang CEO yang royal pada karyawannya. Bagi mereka, kebahagiaan karyawan akan berdampak kesuksesan bagi perusahaan.


Chika menjelaskan kenapa Laras dan Fara layak berada di posisi mereka. Ia juga mengingatkan kembali bahwa Karla baru saja di angkat menjadi leader. Seharusnya Karla menyadari bahwa dirinya saja dengan mudah mendapatkan posisinya saat ini. Chika juga meminta agar dirinya tidak menyangkut pautkan hal pribadi dengan pekerjaannya.


Tidak hanya Chika yang mengangkat bicara. Para petinggi yang hadir dan para Manager yang merasa di rugikan olehnya juga ikut angkat bicara. Bahkan sebagian dari mereka melampiaskan kekesalannya karena ulah Karla.


Rino dan anak buah Alvaro kembali menarik Karla keluar ruangan. Namun Karla memberontak. Ia mengira dengan ia menjawabnya, ia akan terbebas dan akan di beri kesempatan. Tapi ternyata, Chika tetap ingin Karla bertanggungjawab atas perbuatannya.


Chika terdiam dan merasa apakah dirinya sudah egois seperti yang di katakan Karla? Hingga sebuah tangan menyadarkannya dari lamunan.


"Jordan" sapa Chika yang gak tau entah kapan Jordan berada di ruangannya.


"Apa aku egois seperti yang Karla katakan?" Chika dengan nada lirihnya.


"Aku hanya menempatkan mereka sesuai dengan kemampuan mereka" lanjutnya.


Mereka semua menenangkan Chika dan membuat Chika kembali sadar bahwa dirinya sudah benar mengambil keputusan. Memang Karla saja yang tidak merasa puas dan terlalu menyangkutkan hal pribadinya.


Fara dan Laras yang juga ikut di bawa namanya. Mendekati Chika dan memberi pelukan pada Chika.


"Maafin aku juga ya. Udah jahat sama kamu tapi kamu malah baik sama aku." kata Fara.


"Udah, udah. Gak apa-apa kok." kata Chika membalas pelukan mereka.


Satu persatu mereka mulai meninggalkan ruangan Chika dan memulai untuk memperbaiki kekacauan yang Karla buat.


"Kamu gak apa-apa Chik?" tanya Jordan.


"Gak, aku gak apa-apa kok Jo" Chika melempar senyuman manisnya ke arah Jordan.


"Ya Tuhan, kalo gigit istri orang dapet pahala mungkin dia udah habis aku gigit" kata Jordan pada dirinya sendiri. Chika tertawa mendengarnya.


"Kamu tuh selalu deh tiba-tiba datang. Terus langsung pergi gitu aja." kata Chika.


"Hahahaha, kata peri cinta ada peri cantik yang sedang dalam masalah dan membutuhkan bahuku" canda Jordan.


"Jordan!" Chika memukul manja Jordan.


Tak lama Alvaro masuk ke ruangan Chika. Ia kaget melihat Jordan yang sedang duduk di depan istrinya. Memang masih ada rasa cemburu pada Jordan. Apalagi Jordan selalu ada setiap Chika ada masalah ataupun saat sedang sedih.


"Hei Jo!" sapa Alvaro. Tak seperti biasanya. Alvaro menyapa Jordan dengan nada santai bagaikan seorang teman antar pria.


Chika dan Jordan bingung. Tak seperti biasanya. Biasanya Alvaro cemburuan banget bahkan ia tidak suka jika Jordan mendekati istrinya .