To Be A Continue

To Be A Continue
Pantai?



Malam hari Chika sudah menyiapkan menu makan malam. Alvaro masih belum pulang dan tidak ada kabar darinya. Sudah cukup lama Chika menunggu Alvaro pulang. Namun tak juga kunjung pulang. Chika memutuskan untuk makan lebih dulu bersama Angela.


Usai makan, Chika mengajak Angela untuk bermain dikamar bersama ketiga adiknya. Saking asiknya bermain mereka tertidur karena lelah bermain.


Hari semakin larut, Alvaro belum juga pulang. Chika masih menunggu Alvaro di ruang TV. Sampai terkantuk-kantuk Chika masih tetap berada di ruang TV. Hingga suara mesin mobil tak membuat Chika terbangun dari lelapnya.


Alvaro menggotong tubuh Chika dan membawanya ke kamar. Saat hendak di letakkan ke kasur, Chika terbangun.


"Maaf udah buat kamu menunggu" kata Alvaro sambil menurunkan Chika ke kasur.


"Kenapa gak ngabarin aku Varo? aku nungguin kamu, takut kamu kenapa-napa" kata Chika.


"Maaf, tadi Zoya menghubungiku dan membutuhkan bantuan ku. Jadi aku menemui Zoya dulu" Wajah Chika kembali masam.


"Aku mau tengok anak-anak dulu. Tidurlah kamu pasti lelah" kata Chika.


Chika lalu pergi ke kamar anak-anak mereka. Begitu ia membuka pintu ketiga anak kembar mereka sudah terbangun.


"Anak-anak bunda bangun? Anak bunda hebat gak nangis, gak ganggu kakaknya tidur ya sayang" Chika memberikan mereka ASI yang sudah di masukkan ke dalam botol susu.


Usai ketiga bayi kembar tertidur, Chika ikut tertidur di kamar anak mereka. Kehadiran Zoya membuat hubungan Chika dengan Alvaro sedikit renggang. Alvaro mungkin hanya menganggap Zoya teman. Tapi tidak dengan hati Chika yang merasakan ada rasa cinta di antara suaminya dengan Zoya.


***


"Pagi anak-anak ayah" Alvaro menyapa Angela dan ketiga bayi kembar mereka.


"Hari ini kita jalan yuk Bun" Alvaro mengajak anak dan istrinya jalan-jalan.


"Kita ke pantai gimana?" tanya Alvaro.


Dengan persetujuan Chika, Alvaro membantu istrinya berkemas. Mengemaskan pakaian keempat anak mereka.


Setelah semua rapi, mereka masuk ke mobil dan pergi ke pantai yang ada di kota itu. Pantai yang ramai pengunjung.



"Asik, kita main pasir. Kakak suka main di pantai" kata Angela.


"Memang Kakak sudah pernah ke pantai?" tanya Alvaro.


"Udah dong, waktu kakak kecil. Kakak main ke pantai sama bunda" jawab Angela.


Angela sangat senang sekali bisa kembali main di pantai. Ketiga bayi kembar mereka ikut senang sekali melihat pantai untuk pertama kalinya.


Angela membawa peralatan bermainnya. Lalu ia langsung meminta Chika untuk segera menggantikan pakaiannya.


"Ayo bunda, Kakak udah gak sabar mau main" Rengek Angela.


"Mainnya jangan jauh-jauh ya. Ingat, bunda ada di sini. Jadi kalo cari bunda di sini adanya" perintah Chika.


Angela berteriak senang sambil berlari. Ia langsung duduk di pasir pantai. Sesekali ia berlari mengejar ombak.


"Kamu mau ikut main di sana gak? Sekalian ajak si kembar main" tanya Alvaro.


"Gak ah, aku gak pernah suka main ke pantai. Tapi aku tidak ingin jika anak-anak kita ikut tidak menyukai pantai" kata Chika.


"Kalo aku suka sekali sama pantai. Apalagi perginya sama bunda. Terasa lebih indah" kata Alvaro.


Saat sedang asik menikmati pantai. Ponsel Alvaro berdering. Terlihat nama Zoya di layar ponselnya.


"Zoya? angkat saja" kata Chika.


Alvaro mengangkat panggilan dari Zoya. Begitu kembali, Alvaro terburu-buru dengan raut wajah yang terlihat cemas.


"Aku harus pergi. Zoya sedang masuk rumah sakit. Maafkan aku ya. Aku akan menyuruh Rino menjemput kalian" Alvaro tidak lupa mencium kening Chika sebelum ia pergi.