To Be A Continue

To Be A Continue
Siapa Dia?



Perasaan kesal, kecewa, sedih, gelisah semua menjadi satu di hati Chika. Tapi ia tidak mau memperlihatkan semua itu di depan anak-anak mereka.


Chika menunggu Angela sampai ia lelah bermain pasir. Tak lama, Rino datang atas perintah Alvaro.


"Permisi nyonya, saya di perintahkan Tuan Alvaro untuk menjemput anda" kata Rino.


"Oh iya, kamu tunggu di mobil saja ya. Saya masih menunggu anak-anak bermain" pinta Chika.


"Baik Nyonya"


***


Sepulang dari pantai anak-anak mereka sudah tertidur pulas. Lelahnya bermain di pantai bersama anak-anak. Membuat Chika ikut tertidur di kamar anak-anak.


Keesokan paginya, Chika tidak melihat Alvaro di kamarnya. Chika lanjut membuatkan sarapan dan bekal untuk Angela. Selesai membuatkan sarapan. Bel rumah mereka berbunyi.


"Arin tolong bukakan pintunya dulu" pinta Chika. Arin segera berlari membukakan pintu rumah.


"Chika, Abang Alva, Angel cucu-cucu omah" teriak Bunda Hani menyapa cucu dan menantunya.


"Bunda, sama siapa kesini? gak sama ayah?" tanya Chika.


"Bunda sendiri kesini di antar supir. Ayah kamu katanya ada urusan di kantornya. Jadi gak bisa ikut kesini. Padahal dia udah kangen banget sama kalian" kata Bunda Hani.


"Loh, Alva kemana?" tanya Bunda Hani.


"Kemarin katanya pergi menengok Zoya di rumah sakit. Mungkin tadi pagi dia langsung ke kantor" jawab Chika.


"Zoya? siapa dia? asisten baru Alva?" tanya Bunda Hani. Chika hanya tersenyum membalas pertanyaan Bunda Hani.


Tak lama Alvaro datang dan menyapa mereka.


"Bunda, dari kapan? sama siapa?" tanya Alvaro.


"Baru saja datang" jawab Bunda Hani.


"Sarapan dulu yuk bunda, sayang. Kasihan Angela sudah harus berangkat sekolah" kata Chika.


Semua sarapan bersama. Begitu juga dengan Alvaro yang baru pulang dari kemarin. Selesai makan, Chika pamit untuk mengantar Angela bersama ketiga adiknya.


***


"Iya Bun" jawab Alvaro.


"Gimana kondisi swalayan kamu?" tanya Bunda Hani.


"Baik Bun"


"Resto kamu gimana?" tanyanya lagi.


"Baik juga Bun" jawab Alvaro.


"Lalu, apa yang membuatmu pulang pagi seperti tadi? apa kamu sedang ada masalah dengan Chika?" tanya Bunda Hani.


"Hati perempuan itu rapuh Bang, mungkin Chika gak pernah mengungkapkan apa yang ia rasakan tapi feeling seorang perempuan itu sangat kuat" kata Bunda Hani.


"Abang baik-baik aja kok Bun. Bahkan kemarin kita jalan ke pantai" kata Alvaro.


"Tapi kemarin kata Rino, dia jemput Chika di pantai. Apa mobil kamu sedang ada masalah?" Bunda terus mendesak pertanyaan walau ia tahu sebenarnya.


"Oh iya, Abang ada urusan mendadak kemarin. Jadi Abang minta Rino jemput Chika" jawab Alvaro.


"Masalah pekerjaan?" Bunda Hani kembali bertanya lagi.


"Bukan, Abang dapat kabar kalau temen Abang sakit. Jadi Abang jenguk dia" jawab Alvaro.


"Sampai harus menginap?" tanya Bunda Hani lagi. Alvaro menganggukkan kepalanya.


"Begitu pentingnya teman kamu sampai kamu harus ninggalin Anak dan Istri kamu? Sampai harus menyuruh Rino menjemput mereka?" tanya Bunda Hani membuat Alvaro merasa bersalah.


"Bang, namanya sudah berkeluarga itu harus mementingkan keluarganya sendiri. Utamakan keluargamu terlebih dahulu" kata Bunda Hani.


"Memang siapa teman kamu?" tanya Bunda Hani lagi


"Dia Zoya Bun, teman Abang waktu di Singapura. Dia disini sendirian gak punya keluarga. Dulu waktu Abang di sana dia selalu ada setiap Abang butuh bantuan. Jadi selama dia disini Abang hanya ingin balas budi saja Bun. Gak lebih" ucap Alvaro.