
Singkat cerita kini anak-anak Chika sudah tumbuh dewasa. Meski kini rambut Chika dan Alvaro berubah warna sebagian. Mereka tetap terlihat awet muda.
Ketiga bayi kembar mereka berubah menjadi tiga pria tampan yang mempesona. Begitu juga dengan Angela berubah menjadi seperti bidadari yang membuat orang jatuh cinta saat pandangan pertama.
Angela lebih memilih meneruskan usaha ayahnya di Shara Resto, Dami meneruskan usaha Mamay dan Papay Nya di Olivier Cafe, Zahir meneruskan menjadi ketua pimpinan di Yayasan Pesona School dan Dita lebih menyukai kerja di bidang hiburan. Menggantikan posisi sang bunda.
"Anak-anak, sarapan dulu yuk!" panggil Chika. Hingga kini Chika masih tetap memilih untuk memasakkan makanan untuk anak dan suaminya.
Satu-persatu anak-anak mereka turun dengan style mereka masing-masing.
"Pagi bun, pagi yah." Angela menyapa kedua orang tuanya. Disusul oleh ketiga bayi kembar mereka.
"Hm, Aroma masakan bunda selalu enak dan lezat." ucap Zahir.
"Yah, kalo Angel nambah menu baru gimana? Oh iya, kemarin Angel udah survey ke perkebunan Pak Rano dan hasilnya juga bagus yah." kata Angela.
"Gimana kamu aja Nak, ayah percayakan pada kalian semua." kata Alvaro.
"Hei, sudah-sudah. Kalian ini kan sedang di meja makan. Habiskan dulu makanan kalian." ucap Chika.
Tak terasa sekali melihat anak-anaknya sudah tumbuh besar dan sudah memilih jalan mereka. Chika tersenyum haru bahagia sambil bergantian menatap anak-anaknya dan juga suaminya yang tidak di sangka akan kembali bersamanya selamanya.
Setelah sarapan, anak-anak mereka sudah berpencar pergi ke kantornya masing-masing. Alvaro memilih menemani Chika di rumah. Begitu juga dengan Chika yang memilih fokus mengurus rumah. Walaupun mereka memiliki pembantu.
"Gak terasa ya, anak-anak kita sudah tumbuh besar. Perasaan baru kemarin aku melahirkan si kembar." ucap Chika sambil menatap mobil Zahir yang terakhir keluar halaman.
"Itu semua berkat kamu sayang. Terima kasih ya sayang. Mungkin kalo dulu aku gagal mendapatkan kamu lagi, pasti sekarang aku sangat menyesal sekali dengan keputusan aku dulu." Alvaro merangkul tubuh istrinya dari belakang.
***
Sesibuk apapun anak-anak mereka. Tiba makan malam semua sudah berkumpul di rumah. Chika dan Alvaro selalu menanamkan 'Keluarga adalah nomor satu. Sesibuk apapun, setinggi apapun jabatan kamu. Keluarga yang lebih di utamakan.'.
"Dita, jelasin ke kakak siapa perempuan yang kemarin kamu bawa ke Sharan Resto?" tanya Angela.
"Siapa sih kak? sepertinya kakak salah lihat deh." mata Dita memutar seakan sedang mencari sesuatu.
"Jadi Dita sudah punya pacar?" tanya Dami.
"Apa sih? kakak mah gosip aja Dam. Jangan kemakan omongan Kak Angel." jawab Dita.
"Habiskan dulu makanannya anak-anak." ucap Alvaro.
Usai makan malam bersama, mereka pindah ke ruang TV. Di sana mereka menikmati acara TV. Sesekali mereka tertawa bersama dan sesekali mereka bersorak.
"Tadi bunda dengar Dita sudah punya pacar ya?" tanya Chika.
"Bunda, jangan kemakan omongan Kak Angel." jawab Dita.
"Bun, gak mungkin kalo bukan sama pacar dia menatap perempuan tadi seperti ini." Angela memperagakan cara Dita memandang perempuan.
"Apa sih Kak?"
"Bunda gak marah kok kalo kamu punya pacar. Lagi juga kamu kan bukan anak kecil lagi." jawab Chika.