To Be A Continue

To Be A Continue
Kembali?



Di kediaman Ebrahim


Setelah makan malam Tuan Ebrahim meminta Alvaro ke ruangannya. Alvaro menuruti permintaan sang ayah. Ia mendatangi sang ayah ke ruangannya.



"Ada apa yah?" tanya Alvaro.


Sang ayah masih terdiam sambil melihat berkas-berkas perusahaan. Sang ayah melepaskan kacamatanya.


"Ayah ingin kamu mengatasi masalah di perusahaan ayah yang ada di bali" sang ayah menjelaskan permasalahan yang sedang menimpa perusahaannya dan menjelaskan yang harus Alvaro lakukan.


"Aku gak bisa Yah. Masih banyak pekerjaan aku di yayasan dan di Sharan" Alvaro menolak permintaan sang ayah.


"Masih ada Fathan dan Adrian kan. Ayah bisa meminta mereka" lanjutnya.


"Mereka sudah punya keluarga Alva. Tidak mungkin mereka meninggalkan anak dan istri mereka"


"Tapi Yah, Alva disini juga harus memperjuangkan cinta Alva" Alvaro keceplosan mengatakan hal itu.


"Cinta? Jadi kamu lebih mementingkan cintamu itu daripada ayah?" tanya sang ayah.


"Bukan begitu Yah, Alva cuma. Hanya saja Alva. Ah sudahlah" Alvaro putus asa. Ia tidak mungkin membantah perkataan sang ayah.


"Berikan jadwal kapan aku harus berangkat" lanjut Alvaro.


***


Di kediaman Chika


Mama Maya, Papa Heru dan Chika sedang menikmati drama korea bersama dengan Bik Tina dan juga Bik Ela.


"Aduh, tampan banget sih itu si Kim Sorang" celetuk Bik Tina.


"Kim Sa Ram Bik" Chika memperbaiki ucapan Bik Tina.


Saat sedang asik menonton drama korea, ponsel Chika yang berada di kamarnya berdering berkali-kali.


Tak lama, bel rumah berbunyi. Membuat semua yang sedang menonton menoleh ke arah pintu. Bik Ela membukakan pintu.


Tak lama Bik Ela memanggil Chika. "Non, ada yang cari. Katanya ada perlu penting banget" Bik Ela berbisik di telinga Chika.


"Siapa Bik?" tanya Chika.


"Kalo gak salah yang waktu itu kesini bawa anak" kata Bik Ela menerka-nerka.


Chika teringat sosok Alvaro yang waktu itu datang bersama Airin dan Karin. Chika bangun dari duduknya dan menghampiri Alvaro yang berdiri di depan pintu.


"Alvaro? Kamu ngapain kesini malam-malam?" tanya Chika.


"Ikut aku sebentar saja" Alvaro menarik tangan Chika.


"Tunggu! ada apa?" Chika menarik kembali tangannya.


"Ikut dulu saja" ucapnya


"Tunggu! aku pamit dulu" Chika masuk lagi ke dalam dan berpamitan sambil membawa sweater.


Chika mengikuti Alvaro ke dalam mobil. Alvaro membukakan pintu untuk Chika. Setelah itu, Alvaro langsung melajukan mobilnya.



Alvaro menghentikan mobilnya di tepi pantai dan keluar dari mobil. Chika menghampiri Alvaro yang berdiri di tembok tepi pantai. Dinginnya angin yang berhembus menyelinap ke sela Sweater Chika. Membuat Chika menekuk kan tubuhnya.


"Tak di sangka aku bisa bertemu denganmu lagi. Aku menyesal telah mencampakkan mu saat itu. Saat itu, aku di tugaskan oleh ayahku untuk mengurus perusahaannya yang sedang ia bangun di Singapura" kata Alvaro.


"Setelah aku di kirim kembali kesini aku berharap bisa kembali lagi bersamamu. Tapi ternyata, kamu sudah menikah. Hatiku terasa hancur, harapanku pupus. Dan, saat aku melihat kamu bahagia bersamanya. Hati aku semakin hancur. Aku gagal untuk bisa bersamamu. Lagi, aku juga gak pantas untuk kembali lagi denganmu. Aku sudah menyakitimu saat itu. Tapi, aku akan tetap menunggu kamu kembali dan ternyata tuhan memberiku jalan" lanjutnya Alvaro menatap Chika.