To Be A Continue

To Be A Continue
Siapa?



Setelah mengenalkan Rika dan Gita. Jordan duduk di ruang TV bersama dengan Mama Maya, Angela dan sahabat Chika.


"Kamu nyasar gak kesini?" Chika membawakan minuman untuk Jordan.


"Gak kok, tadi aku di antar Gerry kesini" jawab Jordan.


"Eh, itu siapa Chik? lucu banget. Cantik kayak kamu" tanya Jordan. Seketika Rika dan Gita yang mendengar perkataan Jordan langsung memberi kode.


"Oh, Angel. Cantik dong, dia kan anak aku" jawab Chika sambil memeluk Angela.


"Halo Angel, kamu cantik deh seperti mama kamu" Jordan mencubit manja pipi Angela.


"Ini bunda, bukan mama" jawab Angela.


Jordan dan Chika mengobrol sesekali bercanda bersama di ruang TV. Hingga tak terasa sudah memasuki waktu makan malam. Chika mengajak Rika, Gita dan Jordan untuk makan bersama.


Papa Heru menyenggol Mama Maya sambil melirik ke Jordan sambil senyum-senyum. Chika mengambilkan nasi dan lauk untuk Jordan.


"Sedikit banget Chik ngasihnya" kata Mama Maya.


"Biasa ma, Jordan lagi diet katanya" Chika kembali duduk.


"Wah, sayang sekali ya. Padahal ini masakannya Chika loh" mata Jordan mendelik dan menatap makanan yang ada di depannya. Ia mencicipi semua yang ada di depannya.


"Wah, iya tante. Enak banget ya masakan Chika. Sesekali boleh kok ada cheat day. Kebetulan saya sudah lama gak cheat day. Boleh ya saya nambah" Jordan menambah makanannya hingga piring dan nasinya tertutup lauk.


"Ternyata artis kalo makan sebanyak itu ya" Rika dan Gita saling berbisik.


Setelah selesai makan. Rika, Gita dan Jordan berpamitan untuk pulang. Chika mengantarkan sahabatnya dan juga Jordan sambil menggendong Angela yang sudah tertidur.


"Jordan!" teriak Chika.


***


Pagi hari, Chika menyiapkan bekal untuk Angela yang mulai masuk sekolah di Yayasan Pesona School. Chika menggunakan blouse biru dengan celana panjangnya yang membuat Chika semakin terlihat awet muda. Chika mengantarkan Angela ke sekolah.



Sebenarnya tidak ada yang Chika takuti jika Angela sekolah di sana. Bahkan Chika juga tidak tahu apa alasan yang membuat Chika semakin membenci Alvaro. Saat itu ia masih kesal dan sakit hati dengan Alvaro dan di tambah karena perbuatan Alvaro pada Chika saat di Bali.


Chika belum siap mengenalkan Angela pada ayahnya. Chika takut jika Tuan Ebrahim tidak menyukai Chika. Apalagi karena statusnya yang menjadi Janda. Banyak orang mengira bahwa janda suka menggoda pria. Padahal tidak semua Janda seperti itu. Itu yang membuat Chika minder. Dia juga tidak ingin jika nanti keluarga Ebrahim tidak menerima kehadiran Angela dan akan membuat hati Angela sakit.


Chika keluar dari mobil dan menuntun Angela ke ruang pendaftaran. Begitu keluar dari mobil, Chika menjadi pusat perhatian. Meski sudah melahirkan tapi Chika mampu memelihara tubuhnya


"Bu Guru!" teriak seorang gadis yang masih dalam genggaman sang ayah.


"Hai Airin" sapa Chika melambaikan tangannya.


"Gimana kabar kamu Nak?" tanya Chika yang sedang membalas pelukan Airin.


"Bu Guru kemana aja sih? sekarang aku sudah SD loh bu. Dan aku sudah punya adik seperti Karin" kata Airin.


"Airin, sudah pelukannya sama Bu Guru. Kasihan tuh Bu Gurunya" kata sang ayah.


"Ini bunda aku!" Angela langsung memeluk Chika begitu Airin melepaskan pelukannya.


"Ya sudah, yuk kita masuk sama-sama" Chika menuntun Airin dan juga Angela.