
Mama ratna mengambil cup yang ada di tangan Chika dan meletakkan alat yang berukuran kecil dan tipis. Dimasukkannya ke dalam cup tadi.
Mama Ratna, Mama Maya dan juga Chika fokus melihat alat tersebut. Grafik pada alat tersebut terus bergerak sampai mengeluarkan dua garis berwarna merah.
"Positif?" mereka bertiga kompak mengucapkannya. Mama Ratna dan Mama Maya langsung menatap Chika yang berada di tengah.
"Yuk, kita rapikan dulu. Kamu buang dulu ya cairan dan cup nya. Jangan lupa kamu cuci tangan" ucap Mama Ratna sambil mencuci tangannya.
Mama Ratna dan Mama Maya menunggu Chika dengan gelisah di ruang TV. Sedangkan Chika di kamar masih tidak percaya dengan hasilnya. Ia tidak percaya bahwa kejadian tersebut membuatnya hamil.
Namun, ia juga tidak bisa menghindarinya. Chika memberanikan diri untuk menemui Mama Ratna dan Mama Maya. Walau hatinya merasa malu pada Mama Ratna.
Begitu sampai di bawah, Chika menangis dan memohon maaf pada Mama Ratna juga Mama Maya. Mama Ratna membangunkan Chika yang sedang berlutut di depannya.
"Sudah Nak, tidak apa-apa. Ayo bangun, jangan seperti ini" ucap Mama Ratna.
"Maafkan Chika ma. Chika tidak bisa menjaga diri Chika. Chika sudah membuat Mama kecewa pada Chika" Chika memohon pada Mama Ratna.
"Siapa pria itu Chika?" tanya Mama Maya. Chika pun menceritakan kejadiannya. Ia tidak akan memberi tahu Alvaro tentang kehamilannya. Karena ia telah mengusir Alvaro saat itu.
Mama Ratna merasa sedih melihat Chika. Memang ada sedikit rasa kecewa. Tapi kekecewaan itu berganti menjadi sedih. Begitupun Sang Mama kandung. Mama Maya memeluk anak satu-satunya.
Setelah semua mereda, Chika bersiap untuk berangkat kerja. Chika tidak ingin melepaskan tanggung jawabnya.
Bel akhir pelajaran pun berbunyi. Chika dan kedua sahabatnya bersama-sama ke ruang staf. Sudah ada kepala sekolah yang menunggu kedatangan Chika.
"Bu Chika bisa ikut saya ke ruangan?" pinta Kepala Sekolah. Chika mengikuti Kepala Sekolah itu.
Di ruangan, Kepala Sekolah berbincang dan bertanya alasan Chika keluar. Setelah alasan yang tepat tanpa memberi tahu bahwa dirinya sedang hamil. Kepala sekolah menyetujui dan menanda tangani surat pengunduran diri Chika.
Setelah Chika keluar dari ruang kepala sekolah Chika mengajak kedua sahabatnya makan di Sharan Resto dan berharap ia tidak bertemu dengan Alvaro.
Walaupun Chika keluar dari yayasan bukan berarti pertemanan mereka usai. Itu mengapa Chika mengajak sahabatnya ke Sharan Resto.
Sampai di sana mereka langsung memesan makanan masing-masing. Setelah memesan Gita dan Rika menatap Chika.
"Kamu beneran resign Chik?" tanya Gita
"Kenapa harus resign sih? apa karena kamu gak nyaman ya ada Pak Alva?" tanya Rika
"Kan Pak Alva juga lagi gak di Yayasan Chik. Gak bisa lebih lama lagi gitu? Kita udah nyaman banget dapat partner kayak kamu" kata Gita.
"Engga, bukan karena Alvaro kok aku resign. Aku lagi pengen istirahat aja sekalian ingin buka toko kue online gitu. Lagi pula juga kan kasihan Papa aku kalo harus urus Cafe sendirian" ucap Chika.
"Nanti kalau kalian rindu aku, kalian kan bisa main ke rumah atau ke Cafe. Hubungi aku aja kalo mau main" lanjutnya.
Gita, Rika dan Chika saling berpelukan.