To Be A Continue

To Be A Continue
Bingung?



Joshua memotong kue pelan-pelan. Setelah terpotong, Joshua memberikan potongan pertamanya ke Chika. Chika sedikit ragu untuk menerimanya. Hingga tangan Gita mendorong lengan Chika untuk mengambil sepiring kue itu.


Alvaro masih menatapnya dari depan pintu. Ada rasa cemburu dan emosi di pikiran Alvaro. Ia tidak ingin kehilangan Chika. Cukup karena kebodohannya di masa lalu yang membuatnya kehilangan Chika.


Bugh~


"Astaga, maaf pak. Maaf, saya gak tau ada bapak di depan pintu" ucap Lena salah satu staf.


"Wih, telat banget nih. Acara apa nih? Pak maaf jangan berdiri disini dong pak. Jadi kena pintu kan bapak" lanjutnya.


Lena memang staf yang selalu datang tepat waktu. Jika kerja masuk jam 8. Maka ia akan sampai ruangan tepat di jam 8. Lena juga selalu ngomong apa adanya tanpa penyaringan 2x.


Masing-masing mendapatkan potongan kue. Semua sangat menikmati kue buatan Chika. bahkan Lena menggelengkan kepalanya dengan cepat saking ke enakkan.


Semua kembali ke aktifitas masing-masing. Chika, Rika dan Gita juga sudah berada di kelas. Selama jam pelajaran Chika melamun saja. Sampai bel pelajaran berakhir.


"Kamu kenapa sih Chik?" tanya Rika.


"Iya, perasaan tadi pagi aku jemput, kamu fun aja tuh" sambung Gita.


"Atau karena ucapan Joshua?" tanya Gita.


"Kan aku kemaren udah bilang ke kamu. Kayaknya Joshua tuh suka sama kamu Chik. Dari sikap dia perlakukan kamu tuh beda" ucap Rika.


"Terus aku harus gimana? Aku gak ada perasaan apapun ke Joshua. Apalagi di hati aku masih ada Theo suamiku" jawab Chika.


"Aku gak tau juga sih harus gimana. Tapi, yang pasti kamu harus jujur sama hati kamu. Bilang terus terang pada Jojo" ucap Gita.


Chika merasa gak enak hati pada Joshua. Dia bahkan gak pernah memberi harapan ke Joshua. Chika mengajak teman-temannya ke Cafe Olivier.


Dengan senang hati Gita dan Rika ke Cafe tersebut. Bisa nongkrong tanpa harus mengeluarkan dolar alias rupiah.


Kali ini mereka ke Cafe dengan menggunakan mobil Gita. Rika yang pagi tadi membawa motor, meninggalkan motornya di halaman sekolah.


Sesampai di Cafe, mereka memesan minum dan red velvet. Mereka duduk di tempat favorit. Sebab dari situ mereka bisa melihat sekeliling Cafe.


"Gimana Chik? Sudah membaik kah pikiranmu?" tanya Rika.


"Aku gak tau. Aku takut kalo aku tolak pasti nanti akan ada jarak. Ya gak sih?" kata Chika.


"Tapi aku juga gak bisa terima dia. Gak ada sedikitpun perasaan aku untuk dia" lanjutnya dengan wajah sendu.


Chika masih bingung harus bagaimana. Dia gak ingin keputusannya nanti membuatnya gak nyaman di lingkungan kerjanya dan yang pasti ia gak bisa menerimanya. Hatinya sudah ada seseorang yang bahkan dia sendiri gak tau siapa. Tapi seakan hatinya saat ini sedang menunggu seseorang.


"Gimana ya? aku juga bingung sih kalo di posisi kamu Chik" ucap Rika.


"Padahal aku yang udah lama ngincar dia" lanjutnya.


Pesanan mereka telah di antar oleh pelayan. Mereka menikmati pesanan mereka yang selalu itu-itu saja. Tapi, itulah kesukaan mereka.