To Be A Continue

To Be A Continue
Pemilik Yayasan



Setelah mendengar penjelasan dari Bik Tina, Theo mengusir Sandara dan Sandara kembali berteriak.


"Lihat saja! aku akan menyingkirkan perempuan itu dan mendapatkan posisiku kembali!" ucap Sandara.


Theo merangkul sang istri untuk masuk ke dalam bersama Bik Ela dan Bik Tina. Chika yang baru kali ini mengalami hal seperti ini menangis sejadinya. Ia merasa sakit hati di bilang seperti itu.


"Sudah ya sayang, kamu tidak perlu menangis. Aku percaya kamu kok. Aku bahkan lebih mempercayai mu daripada orang lain" Theo menenangkan Chika.


***


Pagi hari, Chika berangkat di antar oleh Theo. Kebetulan Airin di antar juga oleh Papi dan maminya.


"Bu Gurunya Airin, maaf jika kemarin membuat suasana menjadi salah paham" ungkap Papinya Airin.


"Tidak apa-apa Pak, oh iya perkenalkan ini suami saya" Chika mengenalkan Theo.


"Pasti kamu terlambat menjemput Airin ya?" tanya Maminya Airin.


"Iya mi, karena sudah terlalu lama jadi Airin di ajak ke rumah Bu Gurunya. Jadi papi jemput Airin di rumahnya" Papinya Airin menjelaskan kejadian kemarin.


"Maaf ya Bu Guru, Pak. Merepotkan kalian" Mami Airin.


Setelah itu, Chika dan Airin masuk bersama-sama. Saat melewati pintu sudah ada teman-teman Chika yang sedari tadi menyaksikan Chika.


"Bahagia emang kalau tiap pagi di antar sama kekasih hati mah" canda Gita.


"Eh kamu ada masalah apa sama orang tua Airin? Aku lihat tadi kalian bicara serius banget" tanya Rika.


"Hey, pagi-pagi kalian sudah bergosip saja" sapa Joshua dari belakang mereka.


"Kamu hati-hati Chika. Jika tidak ingin di tendang dari sekolah ini. Maka jangan cari masalah dengan Orang tua Airin" sambungnya Joshua.


"Loh, emang kenapa?" tanya Gita.


"Sudah, kalian masuk sana! Bel sudah berbunyi" lanjutnya.


Chika bersama kedua temannya masuk ke kelas mereka. Joshua melanjutkan kerjaannya di bagian tata usaha.


***


Pulang kerja Chika langsung ke rumah Orang tuanya. Theo menyusul ketika pulang kerja. Sampai larut malam, orang tua Chika meminta mereka untuk menginap.


"Sudah larut, sebaiknya kalian menginap disini saja" pinta sang Mama Maya.


"Tidak apa-apa ma, kasihan Theo tidak membawa baju ganti" jawab Chika.


"Kan ada baju papa, muat kok untuk Nak Theo" Papa Heru menyambarnya.


Akhirnya Chika pun mau menginap di rumah orang tuanya. Kini Chika dan Theo berada di kamar yang sama. Untuk pertama kalinya mereka tidur bersama.


"Aku janji tidak akan menyentuhmu. Yuk, kita tidur. Aku sudah lelah sekali" ucap Theo sambil berbaring di atas kasur Chika.


Pagi harinya tangan dan kaki Chika sudah berada di atas badan Theo, memeluk tubuh Theo. Chika terkejut dan bangun sehingga Theo ikut terbangun.


"Maaf, maaf" ucap Chika.


"Maaf kenapa?" tanya Heran Theo.


Theo kalau tidur memang seperti orang mati rasa. Tidak merasakan apapun. Hanya saja, "Badan aku kok sakit banget ya" ungkap Theo yang mulai bangun.


"Sepertinya aku harus menyiapkan sarapan" Chika mencoba kabur dari Theo. Namun, Theo berhasil menangkapnya dan memeluk Chika.


"Tunggu sebentar boleh, aku merasa energi ku kembali penuh lagi" Chika masih berada di dalam pelukan Theo. Chika tersenyum senang saat mendapat pelukan dari Theo.