To Be A Continue

To Be A Continue
Aneh?



Setiap hari Chika selalu masak dalam porsi besar. Nafsu makan pun terus bertambah. Bahkan Chika menjadi mudah lapar. Setiap selesai makan, Chika selalu memuntahkannya kembali. Mungkin itu yang membuat Chika mudah lapar.


Selain itu, akhir-akhir ini Chika menjadi lebih sensitif. Mudah merasa sedih dan mudah juga tertawa.


"Si Chika, cuma karena di cuekin Adam aja galaunya sampai kayak di putusin pacar" Gita berbisik pada Rika.


"Iya, tadi juga padahal Airin cuma bilang kemarin si Karin lari-lari pas lihat badut karena dia takut badut. Begitu aja padahal tapi bisa-bisanya si Chika ketawa ngakak" tambah Rika.


"Terus sekarang makan udah kayak orang belum makan tiga hari tuh" Gita dan Rika menatap aneh Chika dari meja kerja Gita.


"Nanti habis ini pasti muntah deh dia. Di bilang suruh ke dokter gak mau. Aku rasa dia sakit lambung deh. Aku kalo lagi sakit lambung tuh pasti kayak gitu" ucap Rika.


Gita dan Rika masih sibuk bergosip sambil melihat tingkah Chika yang akhir-akhir ini terlihat aneh.


Saat mereka pulang kerja, Chika mengajak sahabatnya ke Cafe Olivier. Di sana mereka kembali terheran. Chika hanya memesan segelas air mineral dan satu buah donat tanpa topping.


"Chika, kamu kalo cuma mau minum air putih aja mah mending di rumah" Gita menatap Chika heran.


"Emang kenapa sih? emang gak boleh ya kalo aku cuma pesan air putih?" seketika mulut Chika maju beberapa senti.


"Ah kan Gita mah. Udah tau dia lagi baper parah"


"Gak kok, gak apa-apa. Lanjutkan aja minumnya. Enak ya?" seakan Rika mengerti Chika. Padahal Rika juga heran sama Chika.


"Ternyata air putih disini tuh enak banget loh. Kayak ada manis-manisnya gitu. Terus donatnya juga enak" Chika terlihat senang menyantap mereka.


Salah satu pelayan mendatangi mereka dengan membawakan minuman kesukaan Chika yaitu Es Teh Manis.


Bukannya senang, Chika malah lari ke kamar mandi. Sahabatnya semakin merasa aneh melihat Chika.


"Ya udah, terima kasih ya mbak. Mbak bisa lanjut kerja lagi aja" Gita tersenyum pada pelayan tersebut.


Perginya pelayan tadi membuat Rika dan Gita kembali bergosip.


"Kayaknya ada yang aneh deh sama Chika. Apa ya?" tanya Gita.


"Iya, biasanya dia suka banget sama Es Teh Manis. Lah sekarang dia malah mual" jawab Rika.


Chika kembali dari kamar mandi dan meminta sahabatnya untuk menjauhkan minuman itu dari dirinya.


***


Sesampai di rumah Chika langsung masuk ke dalam kamar. Chika merasa lelah dan mengantuk. Ia membersihkan dirinya dan menjatuhkan dirinya ke sebuah kasur yang empuk.


Chika menatap langit-langit di kamarnya. Setelah beberapa lama, Chika tertidur pulas sampai kedatangan Mama Ratna pun Chika masih tetap tidur.


Saking pulesnya Mama Ratna pun tak tega untuk membangunkannya. Sehingga Mama Ratna kembali menutup pintu dan turun ke ruang TV.


Mama Maya menceritakan keanehan Chika akhir-akhir ini. Pikiran Mama Ratna sudah mengarah bahwa Chika sedang hamil. Tapi, sama siapa? itu yang masih menjadi pertanyaan Mama Ratna.


Mama Ratna meminta Bik Ela untuk membeli alat tes kehamilan. Mama Maya bingung untuk apa alat tersebut. Tapi, dari sikap Chika akhir-akhir ini memang mengarah bahwa Chika sedang hamil.