To Be A Continue

To Be A Continue
Ambulan?



Sudah seminggu Alvaro berada di luar kota. Sementara Chika masih semangat mengantar jemput Angela.


"Bunda, adik-adik Angel kapan keluarnya sih?" tanya Angela.


"Sabar ya kakak. Sebentar lagi kita akan bertemu. Memang kakak udah menyiapkan kamar untuk kami?" Chika mewakili ketiga anaknya yang masih di dalam rahimnya.


"Adik, kakak Angel tiap hari udah rapikan kamar kita loh. Nanti adik tidur sama kakak ya" Angela mengelus perut Chika.


Hari ini, Chika pulang ke rumah mereka bersama Angela. Chika menyiapkan pernak pernik untuk menyambut ketiga buah hatinya. Sesekali, Chika menceritakan kisah anak pertamanya. Kelak ia akan terus mengingat kebaikan orang-orang yang selalu berada di sampingnya saat dirinya berada di dalam perut hingga kini.


"Bunda, Omah sama Opah apa kabar ya? Angel kangen banget sama Omah Ratna sama Opah Ben" ucap sang anak.


"Mereka sudah bahagia bersama peri kecil di surga" jawab Chika.


"Dulu Omah Ratna sama Opah Ben sayang banget ya sama Angel. Angel ngerasain tuh Omah Ratna tuh sayang banget sama Angel. Apa yang Angel mau selalu ada. Tapi Mamay, papay, Omah dan Opah juga baik semua sama Angel" kata Angela yang sedang tiduran di pangkuan Chika.


"Semua sayang Angel. Angel juga harus sayang sama semua" ucap Chika.


Chika kembali bercerita panjang lebar tanpa melihat ke Angela yang sudah tertidur pulas. Perlahan Chika meletakkan kepalanya Angela ke sofa yang sedang mereka duduki.


Chika merasa sangat merindukan kedua mertuanya dan juga mendiang suaminya. Baru saja Chika ingin beranjak dari tempat ia duduk. Perutnya terasa sakit sekali.


"Ah" teriak Chika.


"Aw, Aduh" Chika memeluk perutnya yang sudah membesar.


"Bunda, Bunda kenapa?" tanya Angela yang terbangun dari tidurnya.


"Aw, ah perut bunda sakit Nak" jawab Chika.


"Angel, tolong bunda untuk ambilkan ponsel bunda bisa?" Chika meraih lengan Angel.


"Bunda, apa adik-adik Angel mau keluar?" tanya Angela.


"Sepertinya Nak" Chika masih sanggup untuk menjawab walau terbata-bata.


"Apa sebentar lagi Angel akan bertemu adik-adik Angel?" tanyanya lagi.


"Iya sayang" masih sanggup menjawab sambil merintih.


"Angel harus bersiap-siap untuk bertemu mereka" dengan semangatnya.


"Angel, ayo tolong ambilkan ponsel bunda" pinta Chika lagi.


"Ponsel?" kata itu seakan asing di telinga Angela.


"HP Nak. Yang biasa bunda pakai untuk telepon" Chika mencoba bertahan.


"Oh Hp, tunggu sebentar ya bunda" Angela segera lari untuk mengambil ponsel Chika.


Setelah ponselnya berhasil ia pegang. Chika segera menghubungi kedua orang tuanya, mertuanya dan juga sang suami. Namun sayangnya berkali-kali ia menghubungi sang suami, tidak ada jawaban darinya. Chika menghubungi semua orang agar siapa yang lebih dulu datang dapat membantunya ke rumah sakit.


Chika merasa sudah tak sanggup lagi. Ia menghubungi rumah sakit terdekat untuk langsung dapat penanganan. Setelah setengah jam menghubungi rumah sakit. Mobil ambulan lebih dulu sampai di rumah mereka. Dengan sigap petugas membopong Chika dengan tandunya dan memasukkannya ke dalam mobil ambulan. Angela turut ikut di dalam ambulan.


Alvaro yang hampir sampai melihat mobil ambulan keluar dari rumahnya. Alvaro menengok ponselnya ada panggilan berkali-kali dari sang istri. Ia pun langsung mengikuti mobil ambulan tadi.