
Ketiga baby kembar itu menangis dan meramaikan seisi ruangan Chika. Secara bergantian Chika menyusui baby kembar yang belum di beri nama oleh mereka.
"Chika, Alva. Apa kalian sudah memiliki nama untuk mereka?" tanya Bunda Hani.
Chika dan Alvaro saling bertatapan. Mereka belum menyiapkan nama untuk ketiga baby kembar. Secara bersamaan mereka berdua menaikkan bahu mereka.
"Kalian, sudah tau akan melahirkan anak tapi malah belum di siapkan nama untuk mereka. Astaga!" Bunda Hani mulai berceramah.
"Kan, bunda jadi kena marah sama Omah kalian. Ini nih Omah, mereka setiap di USG gak pernah memperlihatkan anunya" kata Chika sambil mengajak ngobrol baby mereka.
"Kalo gitu biar kita aja yang beri nama untuk mereka" Mama Maya memberikan saran.
Semua setuju, selagi Chika sibuk dengan menyusui sambil bercanda dengan anak pertamanya. Mereka sibuk mencari nama. Sesekali Alvaro mengusulkan nama.
Chika meminta Alvaro untuk membelikannya botol susu dan pompa asi. Agar ketiga anak mereka mendapatkan ASI secara bersamaan. Dengan cepat Alvaro beranjak.
"Bunda, Dede bayinya kok tidur lagi sih. Kan Angel mau main" kata Angela.
"Nanti ya kakak, adik masih ngantuk" jawab Chika mewakili baby kembar.
Para orang tua mereka masih sibuk mencari nama. Suara ketukan pintu membuat Chika menengok ke arah pintu. Angela dengan sangat antusias membuka pintu kamar ruang Chika.
"Bunda, ada om baik" teriak Angela.
Semua teman dan juga talent Chika yang pria selalu di panggil dengan sebutan 'Om Baik'. Entah siapa yang di maksud oleh Angela. Tamu tersebutpun masuk.
"Jordan?!" Chika terheran-heran.
"Itu Yah orangnya yang waktu itu di bicarakan oleh Laras?" bisik Bunda Hani.
"Ayah mana tau. Tanya langsung aja" Ayah Ebrahim membalas bisikan Bunda Hani.
"Iya, dia nak Jordan. Artis di kantornya Chika. Walaupun saya gak tau apa yang di bicarakan. Hehehe" Mama Maya menyambar bisikan Bunda Hani.
"Dia anak yang baik. Dia yang selalu bersama Chika. Mau sedekat apapun jika di hatinya hanya ada nak Varo, tetap saja Chika hanya mencintai nak Varo. Bahkan Varo ada sebelum ia kenal dengan mendiang suaminya" sambung Mama Maya menceritakan yang sempat Chika ceritakan tentang hubungannya dengan Alvaro dan juga Jordan.
Jordan membawa buket bunga dan juga parcel buah. Jordan juga menyapa orang tua Chika dan juga mertua Chika.
"Lucunya mereka bertiga. Manis-manis semua seperti kamu Chik" kata Jordan.
"Jo, bukannya kamu ke luar negeri kemarin?" tanya Chika.
"Biasa, aku dapat bisikan dari peri cinta untuk berangkat hari ini. Ternyata peri cinta ingin aku menemui kamu dulu" gombal Jordan.
"Bisikan ghaib kali Jo" kata Chika.
Alvaro datang membawa semua perabotan bayi yang bahkan gak di perlukan juga saat ini. Alvaro menatap tajam Jordan seperti macan yang tengah mengintai makanannya.
"Kalo gitu aku pamit dulu ya Chik. Aku harus bersiap-siap. Bye peri cantik" Alvaro tersenyum sinis mendengar sebutan 'Peri Cantik'.
Baru saja Jordan ingin memeluk Chika. Alvaro sudah lebih dulu memeluk Chika. Setelah itu ia melepaskan pelukannya.
"Udah di wakilkan. Jadi gak perlu lagi meluk istri orang. Gak liat apa udah ada empat anak. Masih juga mau meluk" Jordan tersenyum lucu. Secara tiba-tiba Jordan berhasil memeluk Chika walau akhirnya Alvaro melepaskan pelukan Jordan.