
Sudah seminggu Chika belum juga memberi jawaban. Walau selama seminggu Joshua selalu memberi perhatian lebih pada Chika.
Biasanya Alvaro hanya seminggu sekali ke sekolah tersebut. Setelah mengetahui Joshua menyukai Chika, Alvaro menjadi lebih sering ke sekolah.
"Wah, habis gajian nih. Kita makan di Sharan Resto yuk. Aku pengen ngerasain kerang mereka yang lagi viral itu" ajak Gita.
"Sharan Resto? bukannya itu restoran Alvaro ya?" batin Chika.
"Chik, ikut yuk" Gita mengajak Chika.
"Yuk Chik, sesekali ini kok ke sana" Rika ikut membujuk Chika.
Chika mau tak mau menyetujui ajakan temannya. Berharap ia tak bertemu dengan Alvaro. Chika berkemas dan berangkat bersama teman-temannya. Kali ini Joshua tidak ikut mereka. Sebab, Joshua lebih suka makan di pinggir jalan daripada harus menghabiskan duit makan di restoran mahal.
"Kita makan di ujung sana yuk. Bagus juga untuk foto-foto" Gita menunjuk tempat yang memiliki spot foto yang bagus.
Rika dan Chika mengikuti keinginan Gita. Sejak awal, Gita lah yang lebih semangat sedangkan Rika dan Chika hanya ikut saja. Sejak kedatangan Chika, setiap bulan ada saja yang mereka jalani. Sebulan sekali mereka menikmati hasil kerja keras mereka.
"Kamu kenapa Chik? dari tadi diam saja. Kamu mau pesan apa?" tanya Rika.
"Gak apa kok" Chika tersenyum sambil mengusap matanya yang sudah basah.
"Jujur aja Chik sama kita. Kamu lelah di kejar Joshua terus? biar kita yang bilang" Gita bertanya.
Rika dan Gita memesan beberapa makanan dan minuman. Setelah itu, mereka fokus lagi ke Chika. Walaupun kini Chika sudah tidak lagi sedih. Chika sudah mengikhlaskan semuanya. Menjadikan itu kenangan manis yang harus ia relakan untuk di lupakan.
"Ini bukan karena siapapun kok. Aku hanya ingat kenangan terakhirku bersama Theo. Theo sempat membuat surprise Dinner disini. Sebelum akhirnya ia kecelakaan dan" melihat air mata Chika mengalir, Gita langsung menyambar.
"Eh, tau gak sih tadi kalian lihat Denis jatuh gak? Lucu tapi kasian gitu. Mau ketawa tapi kasian nanti yang ada anaknya malu" Gita langsung bercerita tentang kejadian lucu di kelas. Membuat Chika tertawa kembali.
"Eh, itu bukannya Pak Alva ya?" tanya Rika.
"Eh iya, kenapa dimana-mana ada dia sih? jangan-jangan aku sama dia jodoh" ucap Gita.
"Ye, halusisasi aja kamu Gita" ucap Rika.
"Pak Alva!" teriak Gita sambil melambaikan tangannya.
"Eh, kamu ngapain manggil" Rika menepuk Gita.
"Biarin, kali-kali makan siang sama yang cakep-cakep" kata Gita.
"Kalian dari kapan kesini?" tanya Alvaro.
"Ya dari pulang kerja pak. Masa kita bolos kerja kan gak mungkin" jawab Gita.
"Pak Alva makan siang disini juga?" tanya Gita.
"Oh, saya kerja disini" jawab Alvaro.
"Wih, udah punya yayasan tetap kerja coba di luar. Keren gak tuh?" memuji Alvaro. Chika menginjak kaki Gita yang sedari tadi ngomong.
Tak lama pesanan mereka datang. Gita menatap dengan penuh nafsu melihat makanan yang ada di depan mereka.
"Kalian gak pesan Sashimi Platter? menu favorit disini loh. Ikannya fresh setiap harinya" ucap Alvaro.
Mereka kembali membuka buku menu yang ada di atas meja.