To Be A Continue

To Be A Continue
Berita Hoax?



Alvaro mendekati Chika yang sedang berdiri di balkon yang sesekali ngedumel karena mendapat panggilan berkali-kali dari Wenda.


"Kenapa sih sayang?" tanya Alvaro memeluk Chika dari belakang.


"Ini si Wenda, dari tadi hubungin aku terus." kata Chika. Tak berapa lama kemudian ponsel Alvaro berdering dan terlihat nama Laras di layar ponselnya.


"Laras" kata Alvaro.


"Kamu angkat aja dulu. Siapa tau penting." lanjutnya.


Chika mengangkat panggilan dari Laras. Terlihat raut wajah Chika yang berubah drastis. Hingga ia mematikan ponselnya dan mencari tas miliknya.


"Ada apa sayang?" tanya Alvaro.


"Ada yang sabotase akun perusahaan aku" Chika menceritakan permasalahannya pada Alvaro sambil mencari tasnya yang lupa di taro dimana.


"Terus kamu mau ke sana sekarang?" tanya Alvaro.


"Ya mau gimana lagi?"


"Haduh, tas aku kemana sih?" Chika panik.


"Sayang, tenang dulu. Jangan terlalu panik seperti ini. Kita juga kan lagi di Bali." kata Alvaro menenangkan Chika.


"Haduh, ada-ada aja sih masalah. Kenapa harus dateng pas lagi kayak gini sih?!" batin Alvaro.


Chika duduk sejenak dan mulai tenang. Ia menemukan tasnya dan mengangkat panggilan dari Wenda. Wenda menceritakan permasalahannya.


Yang lebih berbahaya orang yang sabotase membeberkan berita hoax tentang para talent. Terutama pada Gen Band yang saat ini sedang menjalani konser ke berbagai daerah dan negara. Tidak hanya itu Vian dan Aisha yang akan merilis album barunya juga akan terkena dampak. Program siaran berita dan juga talk show milik Bee Entertainment harus di hentikan sementara.


"Kamu tenang dulu ya. Aku akan minta Rino bantu mereka mengatasi masalah ini. Kalau perlu kita tangkap tersangkanya." kata Alvaro menenangkan Chika.


"Aku gak merasa punya musuh. Aku udah berusaha sebaik mungkin. Tapi kenapa ada yang jahat sama aku?" Chika menangis.


"Namanya dunia bisnis pasti seperti itu sayang. Kamu tenang aja ya. Semua akan teratasi." Alvaro memeluk Chika erat.


Di Bee Entertainment


Begitu mendapat perintah dari Alvaro, Rino segera ke perusahaan Chika untuk membantu menyelesaikan permasalahannya.


"Aku yakin ini semua ulah Fara! Hari ini aku tidak melihat Fara disini." kata Wenda.


"Jangan menuduh dulu. Kita belum tau siapa yang melakukan ini." ucap Laras.


"Ya kenapa engga? Dia kan gak suka sama Bu Chika. Dia pasti datang kesini hanya untuk balas dendam dan inilah perbuatannya" kata Wenda yang pernah dengar cerita tentang Fara.


Tak lama Rino datang langsung beraksi menggunakan laptop pribadinya. Dengan bantuan Wenda dan Laras.


Setelah beberapa jam melacak posisi tersangka. Mereka mendapatkan alamat yang tertera. Wenda meminta Rino untuk mengantarnya ke lokasi. Sementara Laras tetap memantau di perusahaan.


Rino dan Wenda tak hanya berdua ke lokasi tersebut. Tentunya atas izin Alvaro, ia juga mengerahkan anak buahnya untuk mengawal Rino dan Wenda.



"Om, Om. Harus banget ya bodyguard itu cakep-cakep?" tanya Wenda. Rino tidak menanggapi pertanyaan Wenda.


"Eh gue di cuekin." kata Wenda.


"Berasa kayak di film-film ya. Di kawal sama bodyguard yang kece abis." Wenda melihat ke sekeliling.


Begitu mereka sampai ke lokasi yang di tuju. Mereka mulai menjalankan aksinya. Wenda lebih dulu masuk dan mengelilingi sekitar.



"Ini gue rasa bukan karyawan Bee. Bagus rumahnya walaupun gak mewah megah macam istana." kata Wenda.


Saat ia mengelilingi halaman rumah tersebut Wenda menyapa orang yang ia kenal "Hei Karla!". Karla pun terkejut melihat Wenda.