
Mereka kembali membuka buku menu yang ada di atas meja. Melihat harga Sashimi Platter membuat mereka menelan ludah.
"Segini juga sudah kenyang pak" ucap Rika.
"Biar saya pesankan spesial untuk kalian ya" Alvaro memanggil pelayan dan memesankan Sashimi Platter.
"Makan Pak" Gita menawarkan makan.
Chika dengan santainya memakan makanan yang ada di depannya tanpa menghiraukan kehadiran Alvaro.
Setelah pesanan Alvaro datang. Rika dan Gita terkesima melihatnya. Ada Salmon, tuna, cumi, gurita dan juga telur salmon.
Mahal sebab ikan-ikan tersebut fresh dan masih baru. Alvaro tentunya tidak ingin mengecewakan pelanggan. Istilahnya ada harga ada barang. Ada makanan lezat ada harga yang harus di bayar sesuai.
Setelah menikmati makanan. Tangan mereka mulai sibuk mengumpulkan uang di bawah meja agar Alvaro tak mengetahuinya. Setelah terkumpul, tangan mereka kembali ke atas meja.
"Kalian mau nambah lagi gak? atau mau pesan menu lain gitu? bilang aja" tanya Alvaro.
"Gak usah pak, kami sudah kenyang banget ini" ucap Rika.
"Pak Alva kerja disini, tapi kalo nongkrong di Cafe Olivier. Sendiri pula" tanya Gita.
"Kalo di Cafe Olivier saya hanya merindukan mantan saya" mata Alvaro melirik ke Chika. Sehingga Gita dan Rika ikut melirik ke Chika.
"Kalo disini ya saya kerja seperti di yayasan" lanjutnya.
"Maksudnya gimana sih pak?" tanya Gita.
"Maksudnya dia yang punya restoran ini. Makanya dia disini" jawab Chika sambil memainkan ponselnya.
"Bisa aja kamu Chik nebak Nya" kata Gita.
"Iya, emang benar yang dikatakan Chika" lagi-lagi Gita dan Rika terdiam.
"Wow, wow" Gita heboh.
"Jadi, kalo bapak lagi ke Yayasan berarti yang ini di handle istri bapak gitu?" tanya Gita.
"Istri? memang saya terlihat sudah menikah ya?" Alvaro tertawa.
"Saya masih menunggu mantan saya kembali" ucapnya. Chika terkejut dengan ucapan Alvaro. Jantungnya seakan berhenti berdetak sesaat dan berpacu kembali dengan sangat cepat.
"Mantan mah kalo udah pergi ya udah gitu pergi aja. Setia amat pak segala di tungguin" kata Rika.
"Justru saat itu saya yang ninggalin dia. Saat itu memang saya memilih perempuan lain. Sebab saya rasa, saya tidak akan kembali lagi ke kota ini. Saya di minta ayah saya untuk menetap di singapura" ucap Alvaro.
Alvaro kembali menjelaskan kenapa ia melakukan hal itu saat dulu. Hati Chika kembali terasa sakit, tapi Chika merasakan kerinduan. Rindu yang belum sempat terobati.
"Wah, bisa aja pak mantan bapak sudah bahagia sama yang lain" ucap Rika.
"Iya, dia sudah bahagia dengan yang lain. Tapi saya akan tetap menunggunya" jawab Alvaro.
"So sweet gak sih? Pengen deh jadi mantan Pak Alva" ucap Gita.
"Semoga mantan bapak dapat kembali bersama bapak lagi ya. Tapi kalo mantan bapak gak mau, saya mau kok" ucapnya lagi.
Setelah piring dan gelas sudah kosong, Rika memanggil pelayan untuk meminta bill. Pelayan tersebut menghampiri mereka sambil membawa kertas tagihan. Begitu sampai, kertas tagihan tersebut langsung di rebut oleh Alvaro.
"Biarkan tagihan ini saya yang bayar. Letakkan saja di meja saya ya" ucap Alvaro pada pelayan itu.
Gita, Rika dan Chika merasa tenang uangnya dapat kembali ke sarangnya.
"Wah, terima kasih banyak pak. Tapi pak, ini gak di potong gaji kan?" tanya Rika.
"Kalian sudah gajian kan? jadi gak akan saya potong" canda Alvaro