
Dari kejauhan seseorang melihat Gita dan Rika sedang berada di ruang tunggu. Orang itu juga sedang berada di ruang tunggu bersama seorang anak.
Setelah beberapa lama menunggu, Perawat memanggil Mama Maya untuk masuk ke ruang persalinan. Di susul oleh Gita dan Rika yang ikut masuk.
Mereka keluar bersama dari ruangan tersebut dengan Chika yang di dorong perawat menggunakan ranjang rumah sakit.
Setelah mengetahui ruangan Chika. Gita pergi ke kantin untuk membeli minuman dingin. Tak sengaja Gita bertemu dengan Alvaro di kantin.
"Pak Alva" sapa Gita.
"Loh, kamu kalo gak salah temannya Chika ya? guru di sekolah Airin" jawab Alvaro.
"Iya Pak, saya Gita. Bapak sedang apa disini?" tanya Gita.
"Oh, itu Ibunya Airin lahiran"
"Wah, selamat ya pak nambah ponakan baru" ujar Gita.
"Kamu sedang apa disini?" tanya Alvaro.
"Saya habis mengantar Chika lahiran Pak" jawab Gita sambil mengambil pesanannya.
"Oh, Chika sudah menikah lagi ya?" tanya Alvaro.
"Saya kurang tau Pak. Tadi saat saya ke rumah Chika tidak ada tanda-tanda suami Chika. Tapi herannya kalau di hitung-hitung sembilan bulan dari sekarang itu berarti gak lama setelah saya dan Chika berkunjung ke bali Pak. Berarti Chika masih kerja di Yayasan. Gak mungkin juga kalo Chika nikah gak ngundang kita" curhat Gita.
"Oh, begitu ya"
"Saya permisi dulu ya Pak. Udah di tunggu yang lain" kata Gita.
"Kalo boleh tau di ruangan mana ya? Nanti kalo ada waktu saya bisa menjenguknya" tanya Alvaro.
"Di ruang" Gita memberi tahu ruangan Chika. Setelah itu Gita kembali ke ruangan Chika dengan membawa beberapa minuman dingin dan cemilan.
Mendengar kabar Chika melahirkan Mama Ratna beserta Papa Ben segera mendatangi Chika. Mereka terlihat tidak sabar ingin bertemu sang cucu.
Di lain tempat Alvaro sedang memikirkan sesuatu di ruang tunggu. Alvaro memikirkan apakah dirinya terlambat lagi untuk membuat Chika kembali. Siapa ayah dari anak yang di lahir kan Chika? Pikiran itu membuat Alvaro pusing.
Alvaro mendatangi ruangan Chika. Ia mengintip dari kaca, terlihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah Chika dan orang-orang yang berada di kamar tersebut.
Alvaro kembali menghubungi anak buahnya untuk mencari tahu siapa ayah dari anak Chika. Alvaro merasa ikut bahagia melihat kebahagiaan tersebut. Terlihat dari senyuman yang terbentuk dari wajah Alvaro. Ingin rasanya ia memeluk dan menggendong bayi yang berada di gendongan Chika.
"Cantik banget sih cucu Mamay sama Omah Ratna" Mama Maya memuji cucu pertamanya.
"Kira-kira ingin kamu kasih nama siapa?" tanya Mama Ratna.
"Angela Swastika E" jawab Chika
"E nya apa?" tanya Mama Ratna
"Biarkan itu menjadi rahasia ku dulu" jawab Chika sambil mencium sang buah hati.
"Nama yang cantik Angel" batin Alvaro yang mendengar nama anaknya Chika.
Alvaro kembali ke resto untuk menunggu hasil dari anak buahnya. Begitu sampai di ruangan, Alvaro menuliskan nama anaknya Chika di selembar kertas putih.
"Angela Swastika E. Pasti E itu adalah inisial dari suaminya" batin Alvaro.
"Ah" Alvaro berteriak kesal. Lagi-lagi ia gagal mendapati Chika.
Hari sudah larut malam, Alvaro menunggu anak buahnya untuk mendapatkan hasil penyelidikan mereka. Alvaro sudah pasrah dengan hasilnya. Ia yakin hasilnya akan membuatnya kembali patah hati.