To Be A Continue

To Be A Continue
Sudah Lunas?



Pagi hari Chika sudah menyusui sang anak. Sambil tersenyum dan mengajaknya ngobrol. Chika bahagia sekali melihat sang buah hati. Dia bahagia karena apa yang ia katakan terwujud.


Wajah Angela dapat di katakan perpaduan yang sempurna antara Chika dengan Alvaro. Sejak lahir Angela memiliki rambut yang tebal seperti Chika, belahan dagunya mirip seperti Chika. Sedangkan mata, hidung dan bibirnya mirip sekali seperti Alvaro.


"Terima kasih ya Nak, sudah hadir di hidup bunda. Sudah mewujudkan keinginan bunda walau hanya rambut dan dagu mu saja yang mirip sama bunda. Kamu cantik sekali mirip seperti ayah dan bunda" ucap Chika.


***


Siang hari Chika menyantap menu makan siang sambil menyusui Angela. Saat sedang menikmati makanannya, terdengar suara ketukan pintu. Chika menyuruhnya masuk.


Perawat pun masuk dengan membawa alatnya. Setelah memeriksa Chika dan Angela. Perawat mengabari bahwa nanti sore Chika sudah boleh pulang.


Chika menghubungi Mama Maya dan Papa Heru. Agar dapat menjemputnya. Mama Maya dan Papa Heru dengan senang hati menjemput anak dan cucu mereka.


Chika merapikan perlengkapannya dan berkemas. Belum sempat keluar kamar Mama Ratna dan Papa Ben sudah mendatangi kamar Chika.


"Mama, papa" sapa Chika.


"Kamu sudah boleh pulang nak?" Mama Ratna melihat Chika yang sedang berkemas.


"Iya Ma, sambil nunggu Mama sama papa jemput" jawab Chika.


"Sini Mama bantu" pinta Mama Ratna.


"Papa ke bagian administrasi dulu ya" kata Papa Ben.


"Gak perlu Pa. Nanti biar Chika saja" jawab Chika yang merasa merepotkan Papa mertuanya.


Papa Ben tidak mendengarkan perkataan Chika. Ia tetap pergi ke bagian administrasi. Setelah Mama Maya dan Papa Heru sampai. Chika dan Mama Ratna menyusul Papa Ben ke bagian administrasi.


Papa Ben masih menunggu antrian. Chika dan yang lainnya sudah sampai di ruang tunggu. Setelah menunggu beberapa lama, Papa Ben kembali dengan ekspresi yang membingungkan.


"Sudah kamu lunasi Nak?" tanya Papa Ben.


"Hah? belum Pa. Kenapa memangnya Pa?" tanya heran Chika.


"Disini keterangannya kamu sudah melunasi administrasi" jawab Papa Ben.


Chika sempat berpikir siapa yang telah melunasi biaya persalinannya.


"Oh, sepertinya Gita teman aku Pa. Dia mah suka kayak gitu. Makanya aku gak enak banget sama dia Pa" kata Chika.


Merekapun pulang ke rumah Chika. Angela selalu menjadi rebutan Mama Maya dan Mama Ratna. Sehingga membuat Chika tidak kebagian menggendong Angela.


Begitu sampai di dalam rumah sudah ada peralatan baby yang menumpuk di ruang TV. Siapa lagi kalau bukan Mama Ratna yang heboh membelikan perlengkapan bayi?


Begitupun saat Chika masuk ke dalam kamar. Sudah ada lemari baby dan segala perlengkapan lainnya. Mama Maya yang heboh membelikannya.


Chika sangat terharu memiliki mertua dan orang tua yang begitu baik sekali. Chika memeluk Mama Maya dan juga Mama Ratna secara bergantian.


"Nak Chika" panggil Mama Ratna.


"Iya Ma?"


"Ada baiknya kamu sumbangkan seluruh pakaian Theo atau bisa kalo tidak kamu buang Nak. Agar kamu bisa cepat melupakannya dan menjalani hidupmu yang baru" pinta Mama Ratna.


Tak Lama Angela menangis meminta Asi. Chika menidurkan Angela di kasur empuknya sambil di keliling oleh Mama Maya dan Mama Ratna.


"Cantiknya cucu Omah dan Mamay" sesekali Mama Ratna dan Mama Maya menyenggol pipi Angela.