
Dari subuh Chika sudah aktif di dapur. Selain memasakkan sarapan untuk semua, Chika juga di sibukkan dengan membuat kue ulang tahun yang besar agar bisa di nikmati bersama-sama.
Chika meminta Gita untuk menjemputnya menggunakan mobil. Dengan bahan yang sudah di persiapkan. Dengan mudah Chika menyelesaikan semuanya.
Chika tidak sendiri, ada Bik Tina dan Bik Ela yang membantu Chika. Setelah kue yang Chika buat selesai. Chika pergi untuk mandi dan bersiap untuk sarapan sebelum berangkat.
Ada dua kue yang sudah Chika masukkan ke dalam kulkas. Chika membuat untuk Joshua dan juga untuk di rumah. Agar yang di rumah juga bisa merasakan kue buatan Chika.
Tepat setelah selesai sarapan, Chika mengambil satu kue yang tinggi dan membungkusnya dengan mika yang transparan. Suara klakson terdengar dua kali. Chika langsung bergegas keluar sambil membawa kuenya.
Mobil Gita terparkir di halaman rumah Chika. Gita membantu membukakan pintu untuk Chika dan menaruh kue di bagian belakang.
"Wah, keliatannya enak nih Chik" kata Gita.
"Udah yuk, takut keburu Joshua yang sampai duluan" ucap Chika sambil masuk ke dalam mobil Gita.
Mereka berdua pergi ke sekolah bersama. Hanya setengah jam perjalanan mereka. Kini, mereka telah sampai di sekolah. Rika dan kerabat guru yang lain sudah mempersiapkan kejutan untuk Joshua.
Semua sudah siap, tinggal menunggu kedatangan Joshua. Pak Tora kerabat Joshua yang menjabat sebagai staf administrasi sudah menunggu di luar. Ia akan memberikan aba-aba ketika Joshua sudah sampai.
"Pak Josh sudah sampai! dia sudah ada di parkiran" ucap Pak Tora.
Pak Tora menutup pintu ruangan. Niat hati ingin mengagetkan Joshua, namun sayangnya dirinya terpeleset dan jatuh ke lantai karena terkejut tiba-tiba Joshua sudah berbelok untuk masuk ke dalam.
"Pak Tora, ya ampun pak. Gak perlu sujud sama saya pak" spontan Joshua mengucapkan itu saat melihat Pak Tora jatuh.
"Sakit gak pak? Ya ampun, masih pagi pak. Untung belum ada anak murid. Ayo sini saya bantu ke ruangan" Joshua memapah Pak Tora dengan langkah pelan.
Joshua membuka pintu ruangan dan "Surprise" teriak seluruh staf. Joshua menatap seluruh orang yang ada di kantor. Melihat kue yang ada di depan Chika, melihat balon-balon menempel di dinding dan pernak pernik lainnya.
Joshua terharu melihat kejutan ulang tahun yang di berikan untuknya. Joshua tersenyum, terharu.
"Terima kasih semuanya" ucap Joshua.
"Tiup lilinnya! Tiup lilinnya!" semua orang bersorak. Joshua mendekati kue yang ada di atas meja dan bersiap untuk meniup.
"Tunggu!" Gita teriak membuat seluruhnya terdiam.
"Make a wish dulu dong" ucap Gita membuat semua orang tertawa dan bersorak kembali "Make a Wish! Make a Wish!" .
"Semoga Chika mau menerimaku menjadi kekasihnya" ucap Joshua dengan suara yang lantang. Semua terdiam, termasuk orang yang baru saja masuk ke dalam ruangan tersebut.
Chika mematung, diam seribu bahasa. Dia gak tau Joshua akan berkata seperti itu. Tidak ada perasaan lebih di hati Chika. Chika memang sudah mencoba membuka hatinya.Tapi, hati Chika belum bisa menerimanya.
"Ayo di potong dong kuenya!" teriakan Rika memecahkan keheningan.
Joshua memotong kue yang ada di depannya.
"Ini kue spesial loh, Chika yang membuatnya sendiri" ucap Gita.