
Rika dan Gita lagi-lagi di buat bingung oleh Chika. Ingin rasanya mereka bertemu dengan Chika dan menagih penjelasan.
Setelah jam pelajaran berakhir, Alvaro menuntun Angela ke ruangannya. Tidak lupa Alvaro juga menuntun kedua ponakannya.
Sampai di dalam ruangan Staf semua terfokus pada Angela yang ikut dengan Alvaro. Biasanya Angela selalu ikut Gita dan Rika. Kini Angela malah mengikuti Alvaro.
Setelah berada di ruangan Alvaro, Angela mengeluarkan kotak bekal makan siangnya. Karin dan Airin ngiri melihat Angela yang di bawakan bekal.
"Kamu mau? tapi kata bunda ini untuk aku sama ayah" ucap Angela. Karin dan Airin yang tadinya senang berubah cemberut.
"Tapi, ya udah deh gak apa-apa" Angela memberikan sendok Nya pada Airin dan Karin.
"Untuk ayah mana?" tanya Alvaro.
"Ayah mau? Angela suapi ya?" Alvaro menganggukkan kepalanya.
"Uncle manja!" ledek Karin.
"Masakan Bu guru memang selalu enak" ucap Airin.
"Wah, enak sekali" ungkapan Alvaro membuat Angela senang.
"Sekarang ayah suapi Angela ya" pinta Alvaro.
"Buka mulutnya" lanjut Alvaro.
Siang hari yang sangat berarti bagi Alvaro. Pertama kalinya ia dapat menikmati makan siang bersama putrinya.
Setelah menyelesaikan makan siangnya, Alvaro mengajak putrinya dan kedua ponakannya pulang.
"Aunty Gita!" Angela memeluk Gita dan Rika.
"hari ini Angela tidak bareng aunty ya. Kata bunda hari ini Angela ikut ayah ke rumah ayah dan opa" Meski masih bingung binti penasaran. Gita tetap melemparkan senyumannya pada Angela.
"Yah, Angela lupa deh sekarang sama aunty" canda Rika.
Melihat Angela bercanda dengan kedua sahabat Chika. Alvaro menunggu Angela sampai selesai bercanda dengan mereka.
Tidak ada rasa iri di benak kedua menantunya. Sebab Tuan Ebrahim dan Nyonya Hani selalu memperlakukan menantunya dengan sangat adil dan tidak membedakan.
Kedatangan Alvaro dengan ketiga gadis cilik membuat Tuan Ebrahim dan Nyonya Hani senang.
Karin dan Airin langsung lari ke ibu mereka masing-masing. Sedangkan Angela masih pulas tertidur di gendongan Alvaro.
Mereka membenarkan fakta bahwa Angela sangat mirip sekali dengan Alvaro ketika tidur. Alvaro langsung membawa Angela ke kamarnya.
Angela yang sedang tertidur di kasur empuk milik Alvaro menjadi pusat perhatian seisi rumah. Wajahnya yang mungil dan mirip sekali dengan Alvaro.
"Bang, astaga. Mirip banget dia sama abang" ucap Fathan.
"Emaknya kemana emang?" tanya Fathan.
"Bundanya lembur kerja, jadi dia menitipkan Angela kesini. Hitung-hitung agar Angela bisa lebih dekat dengan kita" jawab Tuan Ebrahim.
"Kapan kamu akan menikahi Chika Alva?" tanya sang bunda.
"Aku tidak tahu bunda" jawab Alvaro bimbang.
"Loh, kok bisa gak tau? seharusnya kamu menjawab, Secepatnya bunda. Begitu, bukan malah menjawab gak tau" kata Hani.
Waktu menunjukkan pukul sebelas malam. Chika memarkirkan mobilnya di halaman rumah Tuan Ebrahim.
Chika memencet bel rumah tersebut dan di sambut oleh Nyonya Hani. Nyonya Hani mengajak Chika untuk masuk ke dalam rumah.
"Sudah larut malam, Angela juga sedang tidur. Sebaiknya kamu menginap saja malam ini disini" pinta Nyonya Hani. Chika berpikir sangat lama.
"Tenang saja, di sana sudah ada kamar untuk Angela. Kamu bisa tidur disitu saja" Nyonya Hani mengerti Chika dan Chika menyetujuinya untuk kali ini saja.