
Bunda Hani melihat kedatangan Chika dan Alvaro. Ia langsung turun dan menemui mereka.
"Duh, sepertinya ada yang lagi bahagia" sapa Bunda Hani.
"Apa tuh Angel?" Bunda Hani melihat selembar kertas bergambar di tangan Angel.
"Oma, lihat! mereka adik-adik Angel" Angela memperlihatkan gambar foto hasil USG bundanya.
"Wah, selamat ya sayang" Bunda Hani memeluk Chika.
"Alva, Kamu harus lebih ekstra loh. Kamu juga gak boleh lelah ya Chika. Hamil anak kembar itu gak mudah. Apalagi sampai kembar tiga" jelas Bunda Hani.
Bunda Hani bahagia sekali mendengarnya. Kabar bahagia itupun sampai ke telinga orang-orang yang ada di rumah tersebut.
Bunda Hani meminta stok buah dan sayur di perbanyak dan meminta pembantunya untuk selalu membuatkan makanan sehat agar nutrisi baby di dalam rahim Chika terpenuhi.
"Chika kalo kamu mau apapun bilang sama bunda ya" pinta Bunda Hani.
"Gimana kak hasil pemeriksaannya?" tanya Laras.
"Sesuai harapan Ras" jawab Chika. Alvaro langsung menunjukkan ketiga jari.
"Tiga? Kakak ipar kembar tiga?" tanya Laras. Sabrina, Fathan dan Adrian yang sedang makan kompak tersentak.
"Tiga?" mereka kembali kompak. Alvaro yang di kenal cuek berubah menjadi ramah dan ceria. Chika menganggukkan kepalanya.
"Gak nambah satu lagi Kak? biar kayak kucing" ucap Adrian membuat semua orang tertawa. Tapi gak bagi Sabrina.
"Ih kamu nih kalo ngomong!" Sabrina mencubit perut Adrian.
"Ya maaf sayang, kan cuma bercanda. Aku cuma bercanda ya kakak ipar" ucap Adrian. Chika tersenyum saja. Ia juga sudah menanggapi bahwa perkataan Adrian hanya candaan.
"Kamu sementara disini aja sampai kamu lahiran. Biar ada yang jagain kamu" pinta Bunda Hani.
Dan kini, Chika memiliki mertua yang sangat baik dan sangat perhatian lagi. Chika terharu hingga tanpa ia sadari air mata Chika menetes dan tangisan Chika pun pecah. Membuat semua orang yang sedang makan kaget.
"Bunda!" Angela langsung memeluk sang bunda.
"Kamu Kenapa Bun?" tanya Alvaro.
"Iya, kamu kenapa Chika?" tanya Bunda Hani.
"Gak apa-apa ay, bunda" jawab Chika.
"Gak tau kenapa tiba-tiba pengen nangis aja" jawaban Chika membuat yang lain tertawa.
***
Keesokan harinya berita kehamilan Chika tersebar luas. Berita tersebut juga terdengar sampai ke telinga Jordan dan Fara. Jordan hanya dapat tersenyum dan sedikit sesak yang ia rasakan.
Chika mengunjungi kedua orang tuanya bersama Alvaro. Pekerjaan Alvaro di serahkan ke Rino asisten setia Alvaro. Tak lupa Alvaro meminta Rino untuk mengerahkan anak buahnya untuk mengawasi Fara dan sekitar Chika.
Sampai di rumah orang tua Chika. Mereka keluar bersama-sama. Lalu, mereka masuk ke dalam. Mereka menemui Mama Maya dan Papa Heru yang sedang berada di taman belakang. Mama Maya dan Papa Heru kini memiliki hobi baru.
Mereka memanfaatkan halaman belakang untuk di jadikan taman. Mama Maya dan Papa Heru memang senang sekali bercocok tanam.
"Mama, Papa" panggil kedua orang tuanya.
"Eh, anak mama dateng" Mama Maya langsung memeluk Chika.
"Makin bahagia aja kamu nak" lain arti bila Mama Maya yang mengucapkan.
Chika langsung memberikan selembar kertas pada Mama Maya.