To Be A Continue

To Be A Continue
KB?



Chika dan Alvaro pergi ke kamarnya. Mereka merebahkan tubuhnya ke kasur. Mereka berdua saling tatap-tatapan.


"Sayang, kita kan udah lama menikah ya. Anak udah banyak. Saat aku tau perjuangan kamu melahirkan membuat aku takut kehilangan kamu." ucap Alvaro.


"Lalu?" tanya Chika.


"Aku tidak memaksamu jika kamu ingin KB. Lagi juga bagiku empat juga sudah cukup. Aku juga tidak ingin melihatmu kesakitan lagi." kata Alvaro.


***


"Sarapan sudah siap!" teriak Chika.


Dengan cepat Semua seisi rumah lari dan bersiap di meja makan. Chika sejak pagi sudah mulai masak sarapan bersama Bik Tina.


Dengan hikmat mereka semua menyantap masakan Chika. Selesai sarapan, Chika tak lupa menyiapkan bekal untuk Alvaro dan Angela.


"Ma, Pa. Terima kasih ya sudah mau di repot kan oleh kita untuk menjaga mereka." kata Chika.


"Papa dan Mama senang sekali jika ada cucu-cucu kita kumpul di rumah." kata Papa Heru.


"Sering-seringlah main kesini. Kami tidak merasa di repot kan" kata Mama Maya.


"Minggu ini giliran Oma dan Opa nya untuk bermain dengan mereka. Minggu depan kami akan main kesini lagi" kata Alvaro. Meski ayah bundanya sudah memiliki banyak cucu. Tapi mereka akan lebih senang jika semua cucu mereka berkumpul.


Mereka berpamitan, Alvaro dan Angela bersama-sama ke Yayasan. Sedangkan Chika dan ketiga baby boy nya ikut ke kantor Chika.


Ketiga baby boy itu selalu senang setiap ikut ke kantor bundanya. Selain memiliki halaman yang luas. Di kantin ada cemilan favorit mereka. Wenda juga senang setiap bermain bersama mereka.


"Bagaimana kondisi website kita? sudah membaik? Bagaimana dengan Karla?" tanya Chika.


"Sudah di atasi oleh yang lainnya. Karla sudah di tangani oleh Rino. Ia tidak ingin aku ikut campur lagi." Wenda memberi penjelasan pada Chika.


"Ya iyalah Rino gak ingin kamu ikut. Cukup sekali kamu malah membuat pekerjaannya malah bertambah." kata Chika.


"Bu, bagaimana persiapan anniversary tahun ini?" tanya Wenda.


"Astaga Wen, aku gak ingat hal itu." Chika baru teringat ketika Wenda mengingatkannya.


"Berapa lama lagi Wen?" tanya Chika.


"Sekitar 2 bulan lagi Bu" Wenda sambil melihat kalender yang ada di meja Chika.


"Mepet banget ya. Aku belum ada ide untuk tahun ini" Wenda sudah menemukan ide.


"Serahkan padaku dan yang lain" kata Wenda.


Chika tidak yakin akan berjalan baik. Apalagi Wenda sedikit bergeser otaknya. Tapi, Chika tetap mempercayainya.


***


Wenda memerintahkan seluruh Divisi untuk menampilkan penampilan terbaiknya saat acara anniversary nanti. Sementara para Talent juga mempersiapkan penampilannya semaksimal mungkin.


Chika meminta Wenda agar talent mempersiapkan diri. Jika dari mereka ada yang ingin mempromosikan hasil karya mereka. Chika membebaskan para talent untuk menampilkan apapun di acara anniversary nanti.


"Wenda, aku pulang lebih dulu ya. Kamu bisa kan mengerjakannya sendiri dulu. Kalau tidak kamu bisa minta bantuan ke Shena atau Laras" kata Chika.


"Ayo anak-anak bersiap. Kita akan jemput Kakak Angela."


"Tante Wenda, terimakasih ya cemilannya dan juga es krimnya.


Mereka mulai keluar dari ruangan Chika. Dita, Dami dan Zahir senang setiap mereka hendak menjemput Angela.


Sesampai di depan sekolah, Angela sudah menunggunya satu menit yang lalu.