
Sudah tiga hari Chika ngambek dengan Alvaro. Usai sarapan Alvaro menarik tangan Chika dan memasukkannya ke dalam mobil.
"Bun, jangan diemin ayah gini kenapa sih? ayah jadi galau" ucap Alvaro sambil memutarkan kemudinya. Chika masih tetap terdiam.
"Anak-anak ayah yang baik hati, yang cakep, yang imut-imut. Maafin ayah ya. Jangan buat bunda kalian ngambek sama ayah terus dong. Ayah kan rindu sama kalian Nak" Alvaro mengelus perut Chika. Namun, Chika tetap terdiam.
Sampai ketika mobil mereka terparkir di halaman rumah yang luas. Alvaro menghentikan mobilnya dan membukakan pintu Chika.
"Dimana nih? Kalo mau ketemu sama Fara jangan ajak-ajak bunda!" ucapan Chika membuat Alvaro menepuk jidatnya.
"Ya Tuhan, untung istri" Alvaro menarik napas panjang.
Alvaro memencet bel yang berada di samping pintu. Tak berapa lama, seorang wanita paruh baya membuka pintu.
"Tuan, silahkan masuk. Sudah di tunggu di taman belakang" ucap wanita tersebut.
Alvaro dan Chika masuk di pandu oleh wanita paruh baya tadi ke taman belakang. Begitu sampai pintu belakang, mata Chika seakan berbinar-binar seperti melihat tumpukan berlian. Sesekali Chika menarik baju Alvaro.
"Hei bro, gue kira Lo gak dateng. Katanya mau pagi-pagi kesini" kata teman Alvaro.
Ia bernama Vicky Ardianto Darso. Sahabat Alvaro sejak SMA. Vicky memiliki 3 perkebunan dan 2 peternakan yang pastinya tidak ada di Jakarta.
Alvaro teringat Vicky sahabatnya tersebut memiliki perkebunan strawberry. Semua hasil perkebunan dan peternakan miliknya memiliki kualitas yang sangat bagus.
Kebetulan, saat Strawberry Korea yang kini sedang booming. Vicky mencoba menanamnya sendiri di halaman belakang rumahnya yang luas.
"Pas lagi panen sih ini. Ini sih sebagian udah gue petik" kata Vicky.
"Sayangnya bini gue maunya makan langsung dari pohonnya" kata Alvaro.
"Lah, inikan langsung dari pohon. Kaga beli di supermarket Lo" jawab Vicky.
"Ya boleh hayu. Sini gue tunjukkin yang udah Mateng banget. Seger dah buahnya. Bisa banget bini Lo ngidamnya" ucap Vicky.
"Bae-Bae nanti anak Lo pas lahir asem" canda Vicky.
"Anak-anak gue mah gak kayak Lo Vic asem" jawab Vicky.
"Lah, Lo dah punya berapa anak emangnya?" tanya Vicky.
"Perempuan satu di rumah, sisanya tiga masih di dalem perut" jawab Alvaro.
"Orang apa kucing banyak banget" Vicky itu memang orangnya suka bercanda. Itulah yang buat Alvaro suka bersahabat dengannya.
"Bisa aja Lo, bini gue udah cantik kayak gini juga" kata Alvaro.
"Nah, ini buahnya udah Mateng. Segar deh, coba aja" Vicky menunjukkan pohonnya dan memetik dua buah untuk dirinya dan Alvaro.
Akhirnya, Chika berhasil memetik dan memakan buah Strawberry yang dia inginkan. Namun, hanya satu kali gigitan. Chika menyerahkan sisa gigitannya ke Alvaro.
"Kenapa Bun?" tanya Alvaro harap-harap cemas.
"Udah, buat Ay aja. Yuk, kita pulang" pinta Chika.
Alvaro dan Vicky di buat bengong karena Chika. Chika merasa senang sekali begitu dapat merasakan buah Strawberry.
"Lah, SMP selesai makan minta pulang" ucap Vicky.
"Sebentar ya Bun, kan kita udah jauh-jauh kesini masa sebentar doang udah langsung ngajakin pulang" Alvaro membujuk Chika.
Chika pun menuruti permintaan sang suami. Sambil menunggu Alvaro ngobrol dengan Vicky. Chika memilih beberapa buah Strawberry untuk di bawa pulang.