To Be A Continue

To Be A Continue
Frustasi?



Alvaro mencoba mendekatinya. Namun langkahnya terhenti saat Chika kembali berjalan ke sudut ruangan yang lain.


"Bodohnya aku, bahkan aku belum memberikan haknya. Ia tetap bersabar menunggu kesiapan Ku" kata Chika.


"Dan hak itu, di rebut paksa oleh seseorang yang telah menyakitiku di masa lalu" lanjutnya sambil membalikkan badannya.


Noda yang ia lihat saat itu. Itu adalah milik Chika yang masih tertutup rapat. Alvaro terkejut dengan perkataan Chika.


"Dan kini, aku harus terluka dan kecewa lagi seperti waktu dulu" tambah Chika. Alvaro segera mendekati Chika.


"Dengarkan aku Chika. Aku tidak ada hubungan apapun dengannya. Aku tidak ingin melakukan kebodohan itu lagi. Sampai mati aku hanya mencintaimu Chika" Alvaro menggapai kedua tangan Chika.


"Chika, aku mohon percayalah" lanjutnya.


"Bagaimana aku bisa percaya Varo! Aku melihat kalian berpelukan! apa itu dapat di percaya bahwa kamu hanya mencintai aku?" kata Chika.


"Tinggalkan aku sendiri! aku hanya ingin sendiri" ucap Chika sambil berjalan keluar ruangan.


Alvaro merasa frustasi. Ia sangat mencintai Chika. Apa yang Chika lihat itu tidak sesuai dengan pemikiran Chika. Dia gak tau bagaimana cara menjelaskannya pada Chika. Karena saat ini perasaan Chika sedang bercampur aduk.


Alvaro berpamitan dengan Mama Maya dan Papa Heru. Mama Maya tidak banyak bertanya. Sebab dia tidak ingin ikut terlibat dalam permasalahan rumah tangga sang anak. Hanya mereka yang tau dan hanya mereka yang dapat menyelesaikannya. Mama Maya dan Papa Heru hanya dapat mengatakan "Sabar" baik itu ke Alvaro maupun ke Chika.


***


Saat jam makan siang, Chika berniat menjemput Angela. Baru saja hendak keluar ruangan, Jordan sudah masuk menghalangi Chika.


"Cantik" sapa Jordan.


"Jo, misi ah. Aku mau jemput Angel" Chika berusaha mencari celah untuk keluar.


"Sini, biar aku yang antar kamu" Jordan mengambil kunci mobil yang ada di tangan Chika.


Mereka sampai di sekolah Angela. Jordan dan Chika keluar dari mobil. Jordan berdiri di depan mobil Chika yang terparkir di depan sekolah.


Chika melihat perempuan yang ia lihat di Sharan Resto kemarin berdiri di depan pagar. Hati Chika kembali terasa sakit. Ia teringat bayangan kemarin perempuan itu memeluk Alvaro.


"Eh, kamu yang kemarin itu kan?" Fara menepuk tangan Chika yang lewat di depannya.


"Mbak siapa ya? apa kita saling kenal?" tanya Chika dengan santainya. Walau detak jantungnya berdetak tak menentu.


"Kamu mau ngapain?!" tanya Fara.


"Apa itu penting bagi Mbak?" jawab singkat Chika.


"Dih, sombong banget kamu!" Fara mendorong Chika.


Jordan yang melihat Chika di dorong oleh perempuan lain, langsung menghampiri Chika. Jordan memastikan Chika baik-baik saja.


"Ada apa ini?" tanya Jordan.


"Kamu, penyanyi yang terkenal itu kan?" Fara mengenali wajah Jordan. Fara adalah salah satu Fans Jordan.


"Kamu gak apa-apakan?" tanya Jordan.


"Gak apa-apa, aku masuk dulu ya" kata Chika.


"Eh, tunggu! urusan kita belum kelar!" Fara menarik tangan Chika.


"Aduh, Mbak! Saya gak kenal dengan Mbak. Tolong ya, jaga sikap Mbak!" Chika menarik tangannya hingga terlepas dari genggaman Fara.


Alvaro keluar dengan menggendong Angela. Begitu mereka keluar, Angela yang melihat sang bunda langsung berteriak memanggil Chika.