To Be A Continue

To Be A Continue
Bastian Zahir Ebrahim



Mereka masih di sibukkan dengan mencari nama ketiga bayi kembar yang tampan. Kini, pintu kembali berbunyi. Entah siapa yang datang saat ini.


Angela membukakan pintunya. Angela juga nampaknya tak mengenal tamu yang saat ini datang. Tamu itu hanya menyapa dengan kata 'Hai gadis cantik. Bunda kamu ada?' ucap tamu tersebut.


Tamu itu masuk. Mama Maya dan Papa Heru kenal juga dengan tamu ini. Tamu itu menyapa Mama Maya dan Papa Heru. Tak lupa ia juga menyapa mertua Chika.


"Hai, Selamat ya" ucap tamu Chika.


"Kak Zain, tau dari siapa aku disini?" tanya Chika.


"Siapa sih yang gak kenal sama kamu sekarang? apalagi saat pemberitaan kamu dengan Artis saat perayaan Anniversary perusahaan kamu" kata Zain.


Alvaro menghela napas. Entah kenapa dari tadi tamu yang datang membuatnya cemburu. Mana Jordan juga Zain kompak membawa bunga dan parcel.


Usai kepergian Zain, Alvaro masih saja cemberut. Ia mengalihkan pandangannya ke ara orang tua mereka yang masih sibuk mencari nama.


"Kamu kenapa Ay? dari tadi cemberut aja. Sini, sini ayahnya anak-anak" Chika membentangkan tangannya.


Hampir saja jatuh ke pelukan Chika. Namun sayangnya terhalang oleh Angela yang lebih dulu memeluk sang bunda. Alvaro kembali cemberut lalu tersenyum dan ikut bergabung dengan sang anak pertamanya.


"Bunda bahagia sekali punya Angel dan adik-adik Angel" kata Chika sambil memeluk Angela.


"Bunda gak bahagia punya suami tampan kayak ayah?" Alvaro merasa cemburu.


"Angel juga bahagia punya bunda yang cantik dan sayang sama Angel" balas Angela.


"Ketemu!" teriak Ayah Ebrahim mengagetkan semuanya.


"Bagaimana kalo yang pertama keluar di beri nama Bastian Zahir Ebrahim" mengajukan nama yang di rangkai oleh Ayah Ebrahim dan Bunda Hani.


"Jadi, Bastian itu orang yang di muliakan, Zahir itu anak yang tumbuh dengan baik" jelas Bunda Hani.


Kedua orang tua Chika pun setuju dengan nama yang di berikan oleh Besannya. Begitu juga dengan Chika dan Alvaro. Tapi, mereka bingung siapa yang lebih dulu keluar. Akhirnya Alvaro memanggil dokter yang menangani lahiran Chika.


Ketiga bayi mereka begitu unik. Yang pertama jika di lihat dengan seksama. Dia mirip sekali dengan Chika. Bibirnya yang manis, hidungnya yang mancung, matanya yang indah dan dagunya yang sedikit belah. Yang kedua perpaduan antara Chika dengan Alvaro. Sama seperti Angela, hanya saja ini dalam versi lelakinya dan yang ketiga mirip sekali dengan Alvaro. Bibirnya yang belah menambah keindahan yang sangat manis, hidung mancungnya yang seperti Alvaro, dagunya yang sedikit lancip. Benar-benar mirip dengan Alvaro.


"Bastian Zahir Ebrahim" begitu Chika memanggil anak keduanya.


"Tian, begitulah nama panggilannya" kata Alvaro.


"Bagaimana dengan yang kedua?" tanya Bunda Hani.


Mama Maya dan Papa Heru masih merangkai nama. Pintu ruangan Chika kembali berbunyi. Angela selalu senang membukakan pintu.


"Aunty Rika, Aunty Gita!" teriak Angela.


"Halo cantik! mana bunda kamu? bilang suruh kesini. Jangan manja tiduran doang" ucap Gita. Rika dan Gita masuk ke ruangan.


"Ups, Tuan Ebrahim" Rika menyapa pemilik yayasan tempatnya bekerja.


"Ayo, masuk-masuk. Temannya Chika kan?" seperti biasa Ayah Ebrahim selalu menyapa karyawannya dengan sangat ramah.


"Hehe, iya Tuan" jawab Rika.


"Gak usah kaku gitu. Santai aja ayo sini masuk. Kita lagi cari nama untuk anak mereka" kata Tuan Ebrahim.