
Tak terasa waktu cepat berlalu. Sudah dua tahun setelah kepergian Theo. Kini Chika sudah bahagia bersama Alvaro dan putri pertama mereka yaitu Angela.
Kini Angela sudah memasuki tahap sekolah dasar. Chika sudah tidak lagi terlalu mengurusi masalah perusahaan. Ia sudah menyerahkan dan mempercayai Wenda untuk mengurusnya. Begitupun dengan Laras yang sudah mempercayai Shena untuk mengurus pekerjaannya.
Pagi ini Chika sudah bersiap untuk mengunjungi rumah abadi Theo dan orang tua Theo. Sebelum pergi, Chika menyempatkan masak dan makan bersama di rumah mertuanya.
"Kakak ipar, makasih ya. Berkat kakak aku punya kesibukan dan punya penghasilan sendiri" ucap Laras istri dari Fathan adik iparnya.
"Wah, berarti sekarang aku udah di kelilingi orang-orang penting nih" canda Sabrina ibu dari Airin dan Rena.
"Kamu juga udah jadi artis terkenal" balas Laras.
"Anak-anak dan menantuku semua. Ayah bangga sama kalian. Meski ayah mertua kalian dan suami kalian sudah memiliki banyak harta, kalian masih tetap semangat berusaha sendiri. Asal kalian tidak boleh lupa dengan tanggung jawab kalian sebagai istri dan ibu" Ayah Ebrahim selalu memberikan nasehat.
Setelah selesai makan, Chika merasakan mual yang teramat. Chika tak dapat menahannya lagi. Ia segera lari ke kamar mandi dekat dapur.
"Kamu kenapa Nak?" tanya Bunda Hani.
"Gak tau Bun, nanti aku akan ke dokter. Akhir-akhir ini aku mual. Terus udah beberapa bulan aku tidak haid. Semoga aja ada kabar baik" kata Chika sambil mengelus perutnya.
Chika berpamitan untuk pergi. Ia pergi bersama Alvaro. Sedangkan Angela asik bermain bersama Karin Airin dan sepupunya yang lain.
Chika selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi Theo dan mantan mertuanya. Entah mengapa, kali ini Alvaro merasa cemburu. Namun, Alvaro tidak mengatakannya. Ia lebih memilih untuk diam.
"Duh, aku kok ngerasa sesak banget ya ay. Apa karena aku lebih gemuk sekarang ya? kamu sih ngajak aku makan mulu" ucap Chika.
"Biar bunda gendut, ayah tetap cinta bunda" ucap Alvaro.
"Kok aku deg-degan banget ya Bun?" tanya Alvaro.
"Iya ay, Bunda juga deg-degan. Perasaan dulu waktu hamil Angel, bunda gak deg-degan seperti ini" ucap Chika.
Akhirnya giliran merekapun tiba. Perawat memanggil nomor antrian Chika. Mereka masuk berdua dengan perasaan tak menentu.
"Selamat ya Pak atas kehamilan istri bapak. Kini usia kehamilan istri bapak sudah berjalan 13 minggu ya pak" ucap sang Dokter.
"Istri saya hamil dok?" tanya Alvaro.
"Loh, masa bapak, suaminya tidak menyadari bahwa istrinya hamil?" Dokter terheran-heran.
"Padahal dari postur badan sudah terlihat loh. Apalagi saat ini istri bapak sedang hamil anak kembar loh" jelas sang Dokter.
"Bunda, anak kita nambah dua"
"Maaf pak, nambah tiga. Sebab yang ada di dalam kandungan istri bapak ada tiga janin" Dokter memotong pembicaraan Alvaro.
Alvaro dan Chika pulang dengan perasaan bahagia. Chika terus menatap foto hasil USG tadi.
Sesampainya di rumah Angela langsung memeluk ayah bundanya.
"Ayah sama bunda habis dari mana sih? kok Angel gak di ajak?" tanya Angela.
"Maaf ya sayang, tadi bunda habis nengok adik-adik Angel" Chika mencolek hidung Angel.