To Be A Continue

To Be A Continue
Flashback



Ruangan yang tidak terlalu luas dan sejuk. Chika, memasuki ruangan tersebut. Dirinya langsung tertuju pada satu sisi. Dengan cepat ia menghampiri salah satu sudut di ruangan itu.


"Ini?" Chika mengambil beberapa foto yang terpajang di sudut ruangan.


"Mirip seperti dekorasi saat aku dinner bersama Theo atau mungkin ini hanya foto untuk contoh buat pasangan yang ingin dinner romantis dengan dekorasi yang romantis seperti ini" batin Chika yang masih memegang foto-foto itu.


"Tunggu, orang ini. Mirip seperti ku ~" batin Chika lagi.


"Iya, itu kamu" terjawab sudah. Seakan Alvaro mendengar isi hatinya.


"Aku?" Chika heran.


"Dekorasi ini?" tanyanya lagi.


"Iya, aku yang mendekorasi itu" jawab singkat Alvaro.


**Flashback**


Theo memarkirkan mobil miliknya di depan restoran favoritnya. Ia bergegas masuk ke dalam restoran. Theo langsung mendatangi salah satu pelayan yang sedang mengobrol dengan Alvaro.


"Permisi Mas, Mbak. Kalau saya ingin reservasi tempat untuk malam ini bisa?" tanya Theo.


"Sepertinya aku pernah lihat pria ini. Dimana ya?" batin Alvaro.


"Oh, bisa Pak. Ingin dimana tempatnya pak?" tanya kembali seorang pelayan.


"Saya ingin di rooftop, kalau saya lihat cocok sekali untuk dinner bersama orang yang spesial" jawabnya.


"Untuk jam berapa pak?" tanya lagi pelayannya.


"Ah iya, dia suaminya Chika" batinnya lagi.


"Mohon maaf pak, kalau untuk itu tidak bisa mendadak. Paling bisanya untuk besok pak" pelayan tersebut menolaknya.


"Baik pak, akan kami persiapkan sesuai dengan jadwal ya pak" jawab Alvaro membuat pelayan tadi bingung. Padahal Alvaro paling gak suka sesuatu yang serba mendadak. Entah kenapa kali ini ia menyetujuinya.


"Kalau begitu terima kasih ya pak. Saya akan kembali lagi" ucap Theo sambil pergi.


Alvaro menatap Theo hingga ia memasuki mobilnya dan pergi menjauh dari Restorannya. Setelah itu, Alvaro langsung menghubungi toko bunga langganan bundanya.


Setelah perlengkapannya sudah siap, Alvaro menatanya dengan sangat rapi. Tidak lupa Alvaro menyisipkan setangkai mawar merah yang ia masukkan ke dalam vas kecil dan di berikan pita.


"Mbak, tolong foto kan ini ya. Untuk dokumentasi kita" pinta Alvaro.


Saat Chika datang ke restoran tersebut, Alvaro melihat Chika dari layar yang terhubung dengan CCTV.


"Dia terlihat sangat cantik sekali dengan dress itu" batinnya.


"Seandainya aku yang ada di sana. Membuatmu bahagia seperti itu" batinnya lagi.


Alvaro memanggil salah satu pegawainya yang sedang menunggu di bawah. Ia meminta pegawainya untuk memotret kebahagiaan yang terpancar dari raut wajah Chika.


Setelah itu, Alvaro kembali ke ruangan. Ia melanjutkan menyelesaikan pekerjaannya. Belum sempat ia menyelesaikan pekerjaannya, salah satu pegawainya masuk dengan tergesa-gesa.


"Pak, gawat. Ada pelanggan kita yang kecelakaan di depan restoran kita" ucap salah satu pegawai pria.


Alvaro segera keluar dan memastikan semoga bukan Chika. Namun ternyata, memang bukan Chika yang menjadi korban melainkan sang suaminya. Alvaro segera menghubungi ambulans. Ia tak kuasa menahan diri.


Saat itu, perasaan Alvaro ikut merasa sakit melihat orang yang ia cinta menangis sedih. Untuk kedua kalinya Chika kehilangan orang yang ia cintai.


Begitu ambulans sampai, Alvaro mengikuti ambulans tersebut hingga sampai rumah sakit. Ia semakin merasa sedih begitu melihat suaminya Chika tertutup oleh kain putih. Hatinya ikut terasa hancur.