To Be A Continue

To Be A Continue
Perkedel?



Alvaro mendekati Chika dan mencium kening Chika di depan Jordan. Ia juga merapikan rambut Chika yang sedikit berantakan karena terburu-buru menuju kantor.


"Hai sayang" sapa Alvaro.


"Gimana permasalahannya? udah selesai?" tanya Alvaro. Chika menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


"Terima kasih ya sayang udah bantu aku menyelesaikan ini semua" balas Chika.


"Loh, dia bukannya ada di luar negeri ya? kok ada disini?" tanya Alvaro menunjuk ke Jordan.


"Ya, gue mah bebas mau kemana aja naik apa aja. Kalo ada pintu ajaibnya Dora the Explorer atau Kampret Nya Ala Andin juga tiap hari gue pakai buat ketemu Chika" Jordan mulai menunjukkan senyum genitnya ke Chika.


"Sialan nih anak, belom pernah kemasukan biji salak apa ya? beraninya genit ke bini aku!" batin Alvaro.


"Sabar Alva, sabar. Harus bisa stay cool depan si perkedel satu ini." lanjut ucap dalam hatinya.


"Sayang, kalau sudah selesai, bagaimana kalau kita pulang sekarang? Anak-anak pasti sudah menunggu kita di rumah." Alvaro tersenyum dengan sedikit memaksa.


Chika segera merapikan mejanya. Ia juga menyerahkan pekerjaannya ke Wenda. Untuk urusan Karla, Chika yang ingin menyelesaikannya sendiri. Untuk sementara Karla di biarkan menikmati hasil perbuatannya di bui.


"Jo, aku duluan ya. Udah dua hari gak ketemu anak-anak. Bye Jo" Chika melambaikan tangannya.


"Duluan ya bro, sorry nih. Maklum anak-anak habis di tinggal honeymoon sama kita. Bye" ucap Alvaro sambil mengedipkan sebelah matanya dan tersenyum menang.


Begitu Chika dan Alvaro keluar ruangan. Jordan tertawa sendiri. Ia mengerti dengan sikap Alvaro padanya tadi.


***


Sampai rumah Mama Maya, mereka langsung di sambut hangat oleh anak mereka. Terutama Zahir dan Dita. Dami dan Angela masih asik berada di depan TV sambil menikmati pop corn.


"Bunda!" teriak Dita dan Zahir.


"Ayah!" Dita dan Zahir melepaskan pelukannya dan berpindah ke sang ayah.


Alvaro dan Chika melihat Angela dan Dami yang sedang asik makan pop corn. Sesekali Angela kesal karena Dami lebih cepat makannya. Sedangkan Angela menikmati pop corn sambil menonton TV.


"Mana Mamay dan Papay?" tanya Chika.


"Mamay lagi di dapur. Lagi nyuruh Bik Tina bikin Kue. Kalo Papay~" kata Zahir.


"Eh, kalian sudah pulang. Bukannya seharusnya kalian pulang besok ya?" tanya Mamay yang memotong pembicaraan Zahir.


"Mamay! Air kan belum selesai ngomong!" Zahir cemberut pada Mamay. Chika mengelus rambut Zahir.


"Itu yang dua anteng banget makan pop corn sambil nonton?" tanya Chika.


"Iya, tadi pada minta camilan. Jadi ya udah, Mama suruh Bik Tina bikin pop corn."


"Bik Ela kemana ma?" tanya Chika.


"Bik Ela lagi pulang kampung. Katanya ibunya sedang sakit. Jadi dia izin pulang dulu" jawab Mama Maya.


"Rainbow Cake udah siap!" teriak Bik Tina memanggil semua.


Anak-anak langsung menyerbu Bik Tina. Pop Corn yang tadinya di peluk oleh Angela pun kini terlepas dan di biarkan begitu saja.


"Sudah, kalian istirahat dulu sana. Pasti capek kan habis perjalanan jauh. Biar anak-anak, Mama sama Bik Tina yang nemenin." kata Mama Maya.


Chika dan Alvaro pergi ke kamarnya. Mereka merebahkan tubuhnya ke kasur. Mereka berdua saling tatap-tatapan.


"Sayang, kita kan udah lama menikah ya. Anak udah banyak. Saat aku tau perjuangan kamu melahirkan membuat aku takut kehilangan kamu." ucap Alvaro