
Tiga bulan berlalu, Chika kini memilih untuk merawat keempat anaknya dengan bantuan satu pembantu yang bertugas untuk bersih-bersih rumah, cuci baju dan lain sebagainya kecuali masak, merawat keempat anaknya dan suaminya. Chika tidak ingin jika anak-anaknya dan suaminya di buatkan makanan oleh orang lain. Juga tidak ingin jika anak dan suaminya di rawat oleh orang lain.
Kini ketiga anak kembar mereka sudah tumbuh menjadi bayi yang sangat menggemaskan. Setiap orang yang melihat pesona ketiga anak kembar mereka pasti langsung jatuh hati.
Selesai menyiapkan perlengkapan sekolah Angela anak pertama mereka. Chika menyiapkan makanan yang telah ia masak.
Kini mereka sedang makan bersama di ruang makan. Alvaro, Angela, Chika dan ketiga baby kembar mereka.
"Ayah, katanya ayah mau mengajak aku ke mall. Sampai sekarang gak jadi terus" kata Angela.
"Eh, anak ayah. Kalau sedang makan jangan berbicara. Selesaikan dulu makanan kamu" Alvaro tersenyum melihat Angela yang langsung cemberut.
Usai makan, mereka pergi ke yayasan bersama. Ketiga baby kembar mereka dan sang kakak duduk di belakang.
Begitu sampai di sekolah, Angela langsung masuk ke kelasnya. Chika dan Alvaro masuk ke ruangan Alvaro.
"Uh, pagi mungil-mungilnya aunty" ketiga bayi itu tersenyum mendengar sapaan dari Gita dan Rika.
Berbeda saat Lena menyapa mereka. Mereka malah menangis bersamaan. Membuat ruangan menjadi heboh.
"Len, kayaknya mereka takut sama kamu deh" canda Rika.
"Ah, jelas mereka itu sangat mengagumi aunty Lena" balas Lena.
"Gaya banget. Kamu mah cocoknya Tante. Gak usah gaya pakai aunty" canda Gita. Ketiga bayi kembar itu kembali menangis.
"Sudah, sudah. Kalian kembali kerja. Percuma saya gaji kalian kalau kerjanya hanya main-main" kini Chika yang memulai candaan.
"Beda deh sekarang mah yang dah jadi Bu Bos" Rika meledek Chika.
"Siap Bu Bos" lanjut Rika.
"Hai, lama gak ketemu ya. Makin cantik aja kamu Chik" kata Joshua. Mata Alvaro langsung memandang Joshua dengan penuh kecemburuannya.
"Apa?" tanya Alvaro.
"Mau aku yang buatkan surat pengunduran diri untukmu?" tanya Alvaro yang sedang cemburu.
"Astaga Pak Alva. Masih aja cemburu sama saya Pak. Padahal udah jelas Chika hanya mencintai bapak" kata Joshua.
"Harus gitu kamu mengatakan itu pada istri saya?" tanya Alvaro.
"Ya udah iya saya minta maaf" kata Joshua.
"Kamu semakin jelek saja Chik" sambungnya.
"Kamu bilang apa? kamu bilang istri saya jelek?" Chika tertawa melihat Alvaro.
"Ya ampun Pak, saya salah dimana lagi? bilang dia cantik salah, bilang dia jelek juga salah. Saya harus gimana pak? Kalo saya tidak menegurnya nanti di kata sombong" Joshua berlagak gak tau. Dalam hatinya ia tertawa telah sukses mengerjai Alvaro. Membuat dia cemburu itu lucu.
***
Bel sekolah berbunyi. Angela segera berlari ke ruangan sang ayah. Ia selalu merindukan ketiga adiknya. Apalagi saat ini ketiga adiknya sedang lucu-lucunya.
Sampai di ruangan sang ayah, Angela langsung memeluk ketiga adiknya dan mencium mereka yang senang melihat sang kakak datang.
"Gimana sekolahmu hari ini Nak?" tanya Chika.
"Seru bunda" Angela mulai bercerita keseruannya selama jam pelajaran.
"Bunda, nanti kalo adik-adik Angel sudah besar, mereka akan sekolah disini kan? Nanti Angel yang akan jaga mereka" kata Angela.