
"Bunda, Angel mau sekolah" pinta Angela yang kini sudah berusia genap empat tahun.
"Iya sayang, nanti Mama carikan sekolah untuk Angela ya" jawab Chika.
Usai sarapan, Chika berpamitan untuk berangkat kerja. Angela bersama Mama Maya dan Papa Heru.
Setelah Angela berusia dua tahun. Chika membantu mengelola management Papa Ben. Chika kini memiliki tiga aktris, lima aktor dan juga tiga penyanyi. Usia mereka masih terbilang lebih muda dari Chika. Di bawah pimpinan Chika mereka berhasil menjadi sukses.
Papa Ben pun bangga pada Chika. Papa Ben hanya mengajarinya dalam waktu setahun dan kini Chika sudah memiliki bintang yang sukses bersinar.
"Kelak, jika nanti Papa sudah tiada. Papa ingin kamu yang melanjutkan perusahaan Papa dan menjaga Mama Ratna" ucap Papa Ben sambil tersenyum pada Chika.
"Papa, jangan berkata seperti itu. Chika gak mau ya Papa bilang kayak gitu lagi" jawab Chika.
"Papa dan Mama sudah tak lagi muda Chika. Bahkan kita tidak tahu kapan ajal menjemput" lanjut Papa Ben.
"Papa, Chika sudah sering bilang kan. Sampai kapanpun dalam kondisi apapun Mama sama Papa sudah seperti orang tua kandung Chika. Cinta Chika ke Mama Ratna, Mama Maya, Papa Ben dan Papa Heru tuh sama" ucap Chika.
"Sudah ah, Chika harus bertemu klien dulu" sambung Chika.
Chika keluar dari ruangan Papa Ben dan menuju Sharan Resto bersama Tara manager Gerry salah satu aktor tertampan yang menjadi pujaan banyak gadis.
Saat sedang asik membicarakan hasil casting Gerry. Ponsel Chika berdering terlihat nama Rania asisten Papa Ben menghubungi Chika. Chika mengangkat panggilan tersebut.
"Mohon maaf, rapatnya saya serahkan ke Tara selaku manager Gerry. Saya permisi dulu" Chika terlihat terburu-buru mengambil berkas dan juga tasnya.
Hingga tak sengaja Chika menabrak seorang pria berjas hitam dengan jeans biru dongker. Namun Chika hanya sebatas meminta maaf tanpa menatap orang yang ia tabrak.
"Chika!" sapa orang tersebut. Namun Chika tetap jalan tergesa-gesa.
Chika menuju rumah sakit menggunakan mobil peninggalan Theo yang mulai ia gunakan sejak awal kerja.
Chika melihat Mama Ratna, Mama Maya, Papa Heru dan Angela menunggu di depan ruang ICU.
"Gimana keadaan Papa Ma?" tanya Chika.
"Mama juga tidak tahu Chik. Mama tadi di hubungi sama Rania" jawab Mama Ratna.
"Sekarang dimana Rania Ma?" tanya Chika lagi.
"Lebih baik kita tunggu kabar dari dokter saja dulu ya Nak" jawab Mama Ratna yang juga sangat Khawatir dengan kondisi sang suami.
Tak berapa lama, Dokter dan beberapa perawat keluar dari ruangan.
"Gimana Papa saya dok?" tanya Chika sambil menggendong Angela.
"Mohon maaf, kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Namun pasien sudah tidak bisa tertolong" jawab sang dokter.
"Saya turut berduka. Saya permisi dulu" ucap sang dokter.
Mama Ratna menangis dan tubuhnya melemah. Chika memeluk Mama Ratna yang terjatuh ke lantai.
"Yang sabar ya Ma. Ikhlaskan kepergian Papa" Chika tak mampu berkata lagi.
Saat itu juga Mama Ratna memegang dadanya dan jatuh pingsan. Chika semakin bingung.
"Ma, Pa tolong panggilkan dokter!" pinta Chika.
"Omah kenapa Bunda?" tanya Angela.
Chika memeluk Angela sambil menangis menunggu kedatangan dokter. Perawat yang melihat langsung mengambil ranjang rumah sakit dan memeriksa kondisi Mama Ratna.
Belum lama Chika kehilangan Papa mertuanya. Chika juga harus kehilangan Mama Mertuanya di saat yang bersamaan.