To Be A Continue

To Be A Continue
Kecewa?



Rekaman tersebut tersebar luas. Ada beberapa yang menghujat Jordan dan ada beberapa yang memuji Jordan. Ada juga yang berkomentar bahwa si perekam video tersebut adalah pelakor sehingga mereka juga menghujatnya. Ada juga yang menghujat Alvaro karena perkataan Jordan.


Rekaman tersebut telah sampai ke kediaman keluarga Ebrahim. Sang ayah sangat malu melihat kejadian tersebut. Begitu juga Bunda Hani.


Kini Bee Entertainment heboh karena unggahan tersebut. Chika meminta beberapa Karyawannya untuk menghapus semua unggahan tersebut dari sosial media. Beberapa karyawannya lagi di perintahkan untuk menulis kabar untuk pengalihan isu.


Sementara Chika langsung menghampiri Jordan yang sedang menghadap Managernya. Dito, sang manager langsung mundur melihat kedatangan Chika.


"Jo, saya tidak minta kamu mencampuri urusan rumah tangga saya!" Chika kecewa pada Jordan. Memang niat Jordan baik. Tapi jika ia melakukan hak seperti itu, malah membuat karir Jordan menurun.


"Kamu lihat kan? ulah kamu, ada beberapa klien yang membatalkan kerjasamanya dengan kita. Jadi merugikan diri kamu sendiri Jo" Jordan hanya bisa menundukkan kepalanya.


"Aku hanya gak ingin kamu di sakiti oleh dia Chik" Jordan mencoba membela dirinya.


"Bukan hanya kamu saja yang di rugikan. Manager kamu juga merasa rugi Jo. Pikirkan perasaan Manager kamu! yang sudah kerja keras menjalin hubungan baik dengan klien" kata Chika.


"Saya gak mau tau! kamu harus menyelesaikan masalah ini" ucap Chika lagi.


***


Di Yayasan Pesona School, Tuan Ebrahim dan Nyonya Hani sudah berada di ruangan Alvaro. Tuan Ebrahim sangat marah pada anak pertamanya itu. Ia merasa kecewa dengan sikap anaknya.


Plak,,


Tangan Tuan Ebrahim mendarat di wajah Alvaro. Bunda Hani tidak dapat berbuat apa-apa. Ia sangat tahu sikap suaminya itu. Tuan Ebrahim memang di kenal lembut. Tapi jika sudah kecewa dan marah. Ia tidak memandang siapapun.


"Ayah tidak pernah mengajarkan kamu bersikap seperti itu!" ucap sang ayah.


"Ayah malu Alva! Ayah dan bunda sangat malu pada Chika. Ayah dan bunda yang membujuk Chika untuk menikah denganmu. Ayah dan Bunda yang meminta maaf pada Chika karena ulah kamu yang menghamili dia dan kini kamu kembali menyakiti perasaannya" kata Tuan Ebrahim.


"Pergilah dan temui Chika!" pinta Sang Ayah.


Begitu Tuan Ebrahim dan Nyonya Hani hendak keluar dari ruangan, semua karyawan segera kembali ke tempatnya masing-masing. Rika dan Gita langsung lari ke kelas.


***


Pulang kerja Chika sudah di hadang oleh perempuan yang sudah tak asing lagi. Chika tidak mempedulikan keberadaan perempuan itu. Chika masuk ke dalam mobilnya sebelum sebutir telur mendarat di kaca mobil Chika.


Chika menoleh kaget yang tiba-tiba ada pecahan telur di kacanya. Chika keluar dan mendekati Fara.


"Apa? mau apa lagi kamu?" tanya Chika.


"Oh, jadi kamu karyawan sini" kata Fara.


"Apa itu juga penting untuk anda?" tanya Chika.


"Hah, dasar janda belagu! Gak usah ganjen deh sama cowok. Terutama sama Alva. Jadi janda gatel banget" Chika emosi mendengar perkataan Fara.


"Jika Mbak gak punya kepentingan lain, lebih baik Mbak pergi dari sini" kata Chika.


"Hah, apa hak kamu mengusir aku? hanya karyawan biasa aja sombong. Aku ingin bertemu sama pemilik perusahaan ini. Biar mereka tau bahwa karyawannya adalah janda yang gatel sama cowok" ucap Fara.