To Be A Continue

To Be A Continue
Nasi Gosong?



Chika tertidur pulas hingga tengah malam. Bangun tidur Chika merasa sangat lapar sekali. Chika pergi ke dapur dan membuat makanan untuk dirinya.


Mencium aroma gosong Bik Ela terbangun dari tidurnya. Bik Ela membangunkan Bik Tina untuk melihat ke dapur. Mereka berdua bersama-sama ke dapur dan melihat Chika yang sedang memasak dengan di penuhi asap yang mengepul di dapur.


"Non, Non lagi ngapain tengah malam begini?" tanya Bik Ela.


"Eh, bibi. Maaf kebangun ya? pasti karena aroma harum masakan Chika ya" jawab Chika.


"Harum? inikan aroma gosong Non. Tuh tengok nasinya menghitam" ucap Bik Ela.


"Emang begini Bik. Ini tuh rasanya enak banget loh. Yuk Bik makan bareng aku" Chika menuang nasi goreng ke piring.


Setelah itu, Chika membawa masakannya tersebut ke meja makan. Chika makan dengan sangat lahap sekali. Bik Ela yang melihat Chika makan menjadi ikut lapar.


Nasi goreng hitam pun akhirnya habis oleh Chika. Setelah makan Chika menuangkan air putih ke dalam gelas dan seketika Chika bersendawa.


"Yah Bik, maaf ya. Nasi gorengnya habis jadi gak kebagian deh Bik Ela" kata Chika sambil mengelus perutnya yang terasa begah.


"Gak apa Non, asal Non kenyang Bibi juga merasa kenyang" jawab Bik Ela.


"Tadi Nyonya Ratna datang. Tapi gak tega membangunkan Non sedang pules tidurnya" ucap Bik Ela.


"Yah, kenapa gak di bangunin aja akunya? terus Mama Ratna kemana sekarang? pasti sudah pulang ya?" mulut Chika kembali maju lima senti.


"Gak Non, gak pulang. Nyonya Ratna sedang ada di kamar tamu bersama Tuan Ben" jawab Bik Ela. Chika teriak kegirangan mendengarnya. Seperti anak kecil yang sedang bahagia.


Setelah merasa perutnya kenyang dan begah. Chika kembali ke kamarnya dan tertidur lagi hingga pagi hari.


Tak seperti biasanya, Chika tidak sedang ingin masak. Ia merasa dirinya sedang tidak enak badan. Mama Ratna langsung menuju kamar Chika dengan membawa alat tes kehamilan.


"Mama!" teriak Chika melihat Mama Ratna dan Mama Maya.


"Iya ma, aku lapar banget. Akhirnya aku masak nasi goreng deh" jawab Chika


"Nasi goreng atau nasi panggang? Mama lihat penggorengan warnanya cantik banget" Mama Ratna meledek Chika.


"Ah, Mama bisa aja nih. Chika jadi malu. Tapi itu enak banget loh Ma rasanya" ucap Chika.


"Sebentar Ma, Chika kebelet nih" lanjutnya lagi.


"Eh tunggu Chika" teriak Mama Ratna menghentikan langkah Chika.


"Ada apa ma? aduh udah di ujung nih" Chika mencoba menahan.


"Ini, nanti airnya kamu masukin ke sini sedikit ya" pinta Mama Ratna.


"Untuk apa ma?" tanya heran Chika.


"Udah taro aja ya. Katanya kamu udah kebelet. Udah sana jangan kelamaan di tahan" Mama Ratna memberikan cup berukuran kecil.


"Semoga apapun hasilnya ya Jeng" ucap Mama Ratna pada Mama Maya.


"Tapi kalo memang positif, sama siapa Jeng? Perasaan Chika belum memiliki pacar lagi" Mama Maya masih harap cemas.


"Nanti bisa kita bicarakan baik-baik pada Chika" Mama Ratna tersenyum walau hatinya terasa sedikit sedih.


Chika keluar dari kamar mandi sambil memberikan cup yang berisi cairan. Ia memberikannya pada Mama Ratna.


"Ini Ma, tapi apa Mama gak jijik? biar aku aja yang pegang Ma" ucap Chika.