
Mama maya dan Papa Heru sangat terharu ketika melihat lembaran yang Chika berikan. Lembaran tersebut adalah foto hasil USG. Betapa bahagianya Mereka begitu tahu Chika kembali hamil. Yang membuatnya terharu ialah kini Chika hamil di dampingi oleh suaminya, mertuanya dan juga mereka. Tak seperti kejadian dulu.
"Mama sama papa kenapa? Kenapa mama sama papa nangis?" tanya Chika.
"Mama sama Papa terharu Nak. Tolong jaga anak kami ya Nak Alvaro. Sayangi dia seperti kami menyayangi anak kami satu-satunya, Cintai dia" pesan Papa Heru. Chika ikut menangis mendengar pesan papanya.
"Saya sayang mencintai Chika Ma,Pa. Sebelum papa meminta, saya sudah sangat mencintai dan menyayangi Chika. Walau rasa cinta dan rasa sayang tidak melebihi rasa sayang dan cinta mama sama papa" jawab Alvaro.
Setelah berbincang-bincang, mereka menikmati makan siang bersama sebelum Chika dan Alvaro pergi menjemput Angela.
***
"Kamu mau ikut masuk dulu gak?" tanya Alvaro.
"Boleh deh, aku kangen sama Rika sama Gita" jawab Chika.
Alvaro memarkirkan mobilnya di halaman sekolah. Setelah itu mereka masuk bersama. Chika merangkul lengan Alvaro.
"Duh, Nyonya Alva manjanya" Gita meledek Chika.
"Apa sih kamu Gita?" wajah Chika memerah.
"Mana anakku?" tanya Chika.
"Lagi di dalam, habis kamu lama. Dia sudah bosan, katanya mau ketemu dede Nya. Emang kamu udah lahiran?" kata Gita.
"Aku ke dalam dulu ya Bun. Sekalian mau bertemu pengganti aku" kata Alvaro. Alvaro masuk ke ruangan.
"Chik, Pak Alva makin tampan aja sih" kata Rika.
"Eh, ingat! udah punya ekor" ucap Chika sambil mempertegas mimik wajahnya.
Jika di lihat memang hari ini Alvaro terlihat lebih memancarkan cahaya. Bak malaikat yang turun dari surga dengan kedua sayapnya. Apa mungkin karena bawaan bayi?
"Oh iya, hampir lupa. Tau gak? Pak Alva memutuskan Joshua buat gantiin dia. Padahal kamu tau sendiri kan mereka gak pernah akur" kata Gita.
"Bagus dong kalo sekarang mereka semakin akur" jawab singkat Chika.
Mereka mencoba mengintip dari luar ruangan. Mereka tampak seorang adik kakak yang sedang kerja sama. Hingga suara yang membuat mereka kaget.
Prak
Angela menjatuhkan barang yang membuat mereka bertiga kaget dan menengok ke belakang.
"Angel, bunda jadi kaget" kata Chika.
"Lagi bunda, Angel panggil gak jawab" Angela melipat kedua tangannya dan memajukan mulutnya. Melihat ekspresi Angela Rika dan Gita tak bisa menahan tawanya.
"Astaga Chika, anak kamu makin kesini makin mirip bapaknya ya. Gemesin banget sih ponakan aunty" Gita mencubit pipi Angela.
"Bunda, ayah lama banget sih di dalam. Angel mau pulang!" Angel semakin merasa jenuh.
Setelah melewati banyak drama, Alvaro keluar dari ruangan dan menggendong Angela. Chika keluar bersama kedua sahabatnya.
"Lain waktu mainlah ke rumah" ajak Chika.
"Baik Nyonya Alva" jawab kompak Rika dan Gita.
Mereka pun berpisah menuju kendaraannya masing-masing dan Chika kembali merangkul lengan suaminya.
"Sayang, aku mau makan strawberry yang langsung dari pohonnya" pinta Chika.
"Tapi gak mau yang kecil dan asam. Mau yang besar dan manis kayak strawberry korea yang lagi viral itu" sambung Chika.
"Disini mana ada sayang? beli di supermarket aja ya. Supermarket kita banyak kok buah-buah import yang langsung di datangkan dari luar negeri" kata Alvaro.