
Chika terus memandangi wajah Alvaro. Ia masih tidak menyangka bahwa dirinya bisa bersama kembali dengan Alvaro.
"Kenapa bunda sayang? mau nambah lagi?" goda Alvaro sambil mencubit dagu Chika dengan manja.
"Udah malam, lebih baik kita tidur" Chika menarik selimutnya. Mau tidak mau Chika akhirnya tidur tanpa pakaian. Hanya berbalut dengan selimut.
"Sini, biar ku hangatkan dirimu" Alvaro tidur dengan memeluk Chika dengan erat.
***
Malam berganti pagi, begitu Chika membuka matanya. Ia melihat wajah Alvaro yang tertidur berada di depan matanya. Chika tersenyum bahagia membayangkan saat dulu ia putus dengan Alvaro. Sampai saat Alvaro mengejar-ngejar dirinya hingga berhasil mendapatkan hatinya kembali dan menikah.
Alvaro dengan sigap mempererat kembali pelukannya dan mencium bibir Chika. Hingga mereka kembali melakukannya lagi.
Tepat setelah mereka sama-sama mencapai puncak, sang anak mengetuk pintu kamar mereka dan memanggil mereka.
"Bunda! Ayah!" panggil Angela.
"Mandilah duluan" pinta Chika.
"Bunda! Ayah! bangun! buka pintunya!" teriak Angela.
Di dalam kamar Chika sedang menunggu Alvaro selesai mandi. Sabrina yang mendengar suara Angela langsung menghampiri Angela.
"Angel, kita kebawah yuk. Sudah ada Airin dan Karin loh di bawah" kata Sabrina mengajak Angela agar tidak mengganggu Chika dan Alvaro.
"Tapi Angel mau sama bunda" jawab Angela.
"Mungkin bunda sama ayah sedang mandi.Kita tunggu di bawah aja yuk" Sabrina menuntun tangan Angela.
Setelah mereka rapi dengan pakaian kerja mereka. Mereka keluar bersama dan bergabung untuk sarapan.
"Duh, pengantin baru mah siang bangunnya ya" canda Fathan.
"Hush, ada anak-anak" Laras mencubit perut buncit Fathan.
"Kakak ipar mau ke kantor?" tanya Laras.
"Iya Ras, ada kerjaan yang harus di selesaikan" jawab Chika.
"Mau kemana dulu, kalo jalannya sama Buk Bos mah dengan senang hati aku. Aku juga kan jarang-jarang bisa antar Karin" jawab Laras.
Chika dan Laras mengantar anak-anak ke sekolah. Hari ini Alvaro harus ke restoran karena akan ada renovasi dan rapat bulanan bersama para karyawannya.
Sesampai di kantornya, Chika sudah di hampiri oleh Jordan. Dengan muka yang cemberut Jordan masuk ke ruangan Chika.
"Jordan, pagi-pagi udah cemberut aja" ucap Chika.
"Kenapa sih?" sambungnya.
"Kenapa aku harus kalah cepat sama dia?" tanya Jordan.
"Dia siapa sih? Vian? kalo itu aku gak bisa apa-apa" jawab Chika.
"Bukan itu, aku gak masalah deh kalo dia lebih dulu menyelesaikannya"
"Tapi, kenapa bisa aku kalah cepat untuk mendapati hati kamu Chika" sambungnya.
"Aku kira, aku lah yang lebih dulu" lanjutnya Jordan.
"Masih banyak yang lain kok. Intan cantik tuh dia. Katanya baru aja putus sama pacarnya" kata Chika.
"Udah ah, aku masih banyak kerjaan nih. Masih harus ketemu klien juga" lanjutnya.
Chika kembali melanjutkan kerjaannya dan Jordan kembali ke ruang latihannya. Begitu juga dengan Laras yang sudah mulai terbiasa dengan pekerjaan barunya. Laras dengan Shena juga sudah sangat dekat dan cocok bekerja sama.
Di tempat lain, Alvaro sedang briefing dengan seluruh karyawannya di Sharan Resto. Namun beberapa karyawan masih tetap melayani pelanggan yang berkunjung.
Tok,, Tok,, Tok,,
"Permisi Tuan, ada yang mencari Tuan di depan" ucap salah satu pelayannya.
"Siapa?" tanya Alvaro.
"Tidak tahu Tuan. Dia bilang wanita yang paling Tuan cinta" jawab Pelayan itu.