To Be A Continue

To Be A Continue
USG?



Usia kandungan Chika kini sudah menginjak Tujuh bulan. Perut Chika sudah terlihat membesar. Kini, Chika lebih sering berada di rumah.Terkadang ia juga pergi ke Cafe Olivier.


Mama Ratna juga Mama Maya selalu membantu dan menjaga Chika. Sehingga Chika bisa melalui masa-masa kehamilan dengan penuh keceriaan. Terkadang Chika menginap di rumah Mama Ratna. Papa Ben juga merasa senang setiap Chika menginap di rumah mereka. Rumah mereka terasa lebih ramai jika ada Chika.


"Wah, anak papa sibuk banget di dapur. Jangan sering di dapur ah. Kan sudah ada koki disini, sudah ada Mbak Rini, Mbak Zizi sama Mbak Karla" ucap Papa Ben.


"Kamu kapan lagi kontrol ke dokter? Mau Papa sama Mama Antar?" tanya Papa Ben.


"Ngisi kekosongan aja Pa. Gak betah kalo cuma diam aja" jawab Chika.


"Gak usah repot-repot Pa. Biar Chika sendiri saja. Papa kan kerja, Mama juga kan katanya mau ada acara sama temen-temennya Pa. Lagipula sekalian Chika pulang Pa" lanjutnya.


"Non, oven nya sudah berbunyi" Mbak Zizi memanggil Chika.


"Oh, keluarkan saja Mbak kuenya. Nanti satu sajikan untuk Mama sama Papa. satu lagi untuk kalian semua" perintah Chika.


"Wah, masak apa nih anak Papa?" tanya Papa Ben.


"Chika cuma masak kue biasa aja kok Pa"


"Papa boleh bawa kerja gak? Sebab Talent Papa pada mau ke kantor" pinta Papa Ben.


"Oh, boleh banget pa. Kebetulan Chika buat lebih. Tadinya mau untuk di bawa pulang. Tapi gak apa buat Papa bawa aja. Nanti Chika bisa buat lagi di rumah" jawab Chika.


"Terima kasih Chika" ucap Papa Ben.


Setelah semua selesai, Chika berangkat ke rumah sakit untuk periksa kandungan. Lalu, pulang ke rumah di sambut oleh Mama Maya.


Chika memberikan sekotak kue yang ia buat tadi di rumah Mama Ratna. Tidak lupa Chika menunjukan hasil USG nya pada Mama Maya.


"Cakap nya cucu Mamay" kata Mama Maya.


"Apa kamu sudah bertemu ayah dari anak kamu Nak?" tanya Mama Maya. Chika menggelengkan kepalanya.


"Engga Ma, Chika sudah terlanjur mengusirnya saat itu dan mengatakan bahwa Chika benci dia Ma. Lagipula Chika kan sudah bilang. Chika bisa tanpa dia Ma. Chika bisa menghidupi anak Chika sendiri" Chika tetap tak ingin memberi tahu Alvaro.


Chika masuk ke dalam kamar sambil membawa tas. Chika langsung mandi dan berendam di bathtub. Setelah puas berendam Chika membilas tubuhnya dan memakai handuk.


Chika merebahkan dirinya di atas kasur sambil menatap wajah sang anak. Chika tersenyum melihat wajah anaknya sedang berpose tidur.


"Hidungmu, mulutmu mirip sekali dengan ayahmu Nak. Selipkan wajah bunda di wajah kamu ya Nak. Biar nanti cantik seperti bunda" ucap Chika pada selembar kertas bergambar.


Tak lama Chika tertidur pulas sambil memeluk hasil USG nya. Chika menarik selimutnya dan tertidur lagi.


Chika selalu mengumpulkan foto hasil USG setiap kali periksa ke dokter kandungan. Di salah satu buku persis seperti buku diary. Dari hasil alat tes kehamilan hingga foto hasil USG tertempel di buku itu dengan menuliskan kata-kata.


Chika selalu menikmati masa-masa kehamilannya. Dengan support dari keluarga membuat Chika semakin kuat menjalaninya.