To Be A Continue

To Be A Continue
Anniversary?



Acara Anniversary Bee Entertainmen berjalan dengan sukses bagaikan konser megah. Bahkan beberapa stasiun TV yang menyiarkan acara tersebut ratingnya meningkat.


Chika sangat bangga pada seluruh team dan Talent. Begitupun para Talent, mereka juga bangga di pimpin oleh Chika dan mendiang Papa Ben.


Sambutan terakhir membuat Chika harus maju ke atas panggung bersama dengan seluruh talent Bee Entertainmen.


Chika mengucapkan terima kasih pada seluruh Talent terutama dan seluruh team yang bekerja di Bee Entertainmen. Setelah tepukan yang ramai dari para undangan, Chika jatuh pingsan di atas panggung.


Beruntung ada Jordan yang langsung lari dan menangkap tubuh Chika. Kejadian tersebut menjadi berita hangat para wartawan. Seketika berita tersebut tersebar luas.


Chika langsung di larikan ke rumah sakit terdekat. Acaranya langsung di wakilkan oleh Wenda asisten Chika. Keseruan masih terus berjalan hingga larut malam.


"Ah tidak, acaranya belum selesai" Chika yang tersadar langsung melihat jam yang ada di tangannya.


"Kamu mau ngapain?" tanya Jordan


"Sudah di alihkan sama Mbak Wenda. Sebaiknya kamu istirahat dulu aja" lanjutnya.


"Tapi gimana dengan yang lain?" tanya Chika.


"Berjalan lancar kok, udah ya kamu istirahat dulu aja" pinta Jordan. Chika kembali berbaring di kasur rumah sakit.


"Chika" Jordan berubah menjadi serius.


"Kenapa Jo? kamu mau balik ke kantor? gak apa-apa kok. Lagipula aku juga udah gede. Gak perlu di tunggu lagi" jawab Chika.


"Bukan itu Chik"


"Lalu apa?" tanya Chika


"Kamu gak mau resign kan?" tanyanya lagi.


"Bukan Chik, aku saja tidak ada pikiran kesitu. Aku udah nyaman di Bee Entertainmen" jawabnya.


"Lalu apa?" tanya Chika.


"Kamu terlalu berat sekali tadi" bisik Jordan.


"Jordan!" teriak Chika sambil memukul Jordan.


Suasana kembali hening. Chika dan Jordan menonton siaran TV yang sedang menyiarkan acara mereka. Melihat bagaimana Talent mereka berunjuk gigi dengan penuh semangat.


"Chik" panggil Jordan.


"Hem, ada apa lagi?" jawab Chika.


"Aku suka sama kamu Chik" Jordan mulai terus terang.


"Hahaha santai aja dong tatapannya serius banget" Chika tidak ingin terlalu menanggapinya.


"Aku suka sama kamu sejak pertama masuk sini. Aku nyaman saat berada di dekat kamu Chik. Aku siap kok jadi ayah buat Angela" ucap Jordan.


"Jo, jangan gitu ah bercandanya" Chika merubah posisinya yang tadinya rebahan sekarang ia duduk di ranjang rumah sakit.


"Aku serius Chik. Apa kamu gak bisa lihat keseriusan aku Chik?" Jordan memasang wajah serius.


"Jo, maaf" ucap Chika


Belum sempat Chika menjawab, pintu kamar sudah terbuka oleh Alvaro.


"Sayang" Alvaro memeluk Chika dengan sangat erat.


"Jo" melihat Jordan mundur.


Tahu adanya kehadiran Jordan, Alvaro melepaskan pelukannya. Lalu Jordan mendekati Chika.


"Sepertinya aku harus balik" jawab singkat Jordan. Tak lupa Jordan memberikan pelukan hangat untuk Chika di depan Alvaro.


"Setidaknya izinkan aku memelukmu" bisik Jordan.


Alvaro kesal dan langsung melepaskan pelukan Jordan. Tatapan Alvaro pada Jordan sangat tajam sampai Jordan tak terlihat lagi.


"Kamu kenapa kesini Varo? ini udah malam" tanya Chika.


"Kenapa? kamu gak senang aku disini? jadi kamu lebih seneng berdua sama Jordan daripada sama pacar kamu sendiri?" tingkat kecemburuan Alvaro meningkat.


Chika hanya tertawa melihat Alvaro menjadi pencemburu. Chika sangat menikmati kecemburuan Alvaro.